Universitas Gadjah Mada Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang
    • Sarjana Terapan Pengembangan Produk Agroindustri
    • Profil Lulusan
    • Prestasi Mahasiswa
    • Dosen
    • Teknisi Laboratorium
  • Pendidikan
    • Kurikulum
  • Riset
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Kemahasiswaan
  • Berita
  • Unduh
  • FAQ
  • Beranda
  • Informasi Terkini
  • page. 2
Arsip:

Informasi Terkini

Cokelat Kubus One-Bite: Hasil Riset Mendalam untuk Memenuhi Selera Konsumen

Informasi TerkiniRiset Friday, 6 December 2024

R.R. Hana Avika Budiyanto, mahasiswa AP 2021 mengembangkan produk Cokelat Kubus One-Bite sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan akan pilihan cokelat berkualitas tinggi yang nyaman dan sesuai dengan preferensi konsumen modern.

Kakao, sebagai komoditas pertanian yang vital, memainkan peran penting dalam ekonomi Indonesia sebagai sumber devisa negara. Indonesia menduduki peringkat pertama di Asia untuk konsumsi cokelat, dengan rata-rata yang mengesankan sebesar 7,3 kg per kapita. Tingkat konsumsi yang tinggi ini menyoroti pentingnya cokelat tidak hanya sebagai camilan tetapi juga sebagai makanan penghibur yang membantu mengurangi stres bagi banyak konsumen.

Cokelat Kubus One-Bite dirancang khusus untuk mereka yang menikmati cokelat tanpa merasa bersalah karena mengonsumsinya secara berlebihan. Ukuran satu gigitan menciptakan kesan kualitas premium, menjadikannya pilihan menarik bagi para pecinta cokelat. Pendekatan inovatif Hana melibatkan pengembangan cokelat manis berbentuk kubus  dengan isian kacang dan variasi jumlah lemak kakao. Dengan menggunakan metode Value Engineering, ia mampu mengoptimalkan atribut produk untuk memenuhi harapan konsumen. Penelitian ini berfokus pada atribut kunci seperti warna dan kemudahan konsumsi, yang diidentifikasi sebagai faktor terpenting yang memengaruhi pilihan konsumen.

Temuan penelitian Hana telah dipublikasikan dalam Jurnal Internasional Bereputasi Food Research, Volume 8, Supplementary 4, 2024. Publikasi ini tidak hanya menunjukkan dedikasinya terhadap bidang ini tetapi juga berkontribusi pada diskusi yang lebih luas tentang produksi dan konsumsi makanan yang berkelanjutan, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait makanan.

Dalam studinya, Hana menekankan pentingnya memahami perilaku dan preferensi konsumen di pasar cokelat. Dengan menganalisis tren dan melakukan uji rasa, ia mampu menyempurnakan produknya untuk memastikan bahwa produk tersebut sesuai dengan audiens target. Hasilnya adalah cokelat yang tidak hanya memuaskan keinginan tetapi juga sejalan dengan permintaan yang semakin meningkat akan produk premium dan artisanal.

Cokelat Kubus One-Bite diharapkan akan menarik perhatian di pasar lokal, menarik bagi konsumen biasa maupun pencinta cokelat. Desain unik dan bahan berkualitas tinggi memposisikan produk ini sebagai produk unggulan di industri yang kompetitif. Seiring dengan semakin banyaknya konsumen yang mencari produk yang menawarkan kenikmatan dan kualitas, kreasi Hana siap memenuhi kebutuhan ini secara efektif.

Lebih jauh lagi, pengenalan produk ini sejalan dengan SDGs dengan mempromosikan pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Dengan fokus pada kualitas dan keberlanjutan, Cokelat Kubus One-Bite berkontribusi pada sistem pangan yang lebih berkelanjutan, mendorong konsumen untuk membuat pilihan yang tepat tentang produk yang mereka konsumsi.

Artikel Ilmiah Hana dapat diakses melalui tautan: https://www.myfoodresearch.com/uploads/8/4/8/5/84855864/_14__fr-kliafp12-15_budiyanto.pdf

Peneliti Ungkap Kualitas Biji Kakao Indonesia: Biji Gunung Kidul Unggul, Wilayah Lain Perlu Perbaikan

Informasi TerkiniRiset Friday, 22 November 2024

Yogyakarta, 22 November 2024 – Indonesia, sebagai salah satu pemain utama dalam industri kakao dunia, memiliki potensi besar untuk menghasilkan cokelat berkualitas tinggi. Namun, kualitas biji kakao yang bervariasi di berbagai daerah menjadi tantangan tersendiri.

Dalam sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim dosen dari Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, terungkap bahwa proses pascapanen, terutama fermentasi dan pengeringan, sangat krusial dalam menentukan kualitas biji kakao. Penelitian ini melibatkan analisis terhadap sampel biji kakao dari empat daerah di Indonesia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah Gunung Kidul memiliki tingkat fermentasi biji kakao terbaik dibandingkan dengan daerah lainnya. Fermentasi yang optimal sangat penting karena dapat mengubah rasa pahit alami kakao menjadi senyawa aroma yang lebih disukai konsumen. Sayangnya, hasil dari daerah Papua menunjukkan tingkat fermentasi yang masih rendah, bahkan ditemukan sejumlah biji kakao yang berjamur.

Selain tingkat fermentasi, kadar air pada biji kakao juga menjadi perhatian. Penelitian ini menemukan bahwa rata-rata kadar air biji kakao dari semua daerah yang diteliti masih di atas ambang batas yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI). Kadar air yang tinggi dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri, sehingga menurunkan kualitas biji kakao. “Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak potensi yang dapat digali untuk meningkatkan kualitas biji kakao Indonesia,” ujar Putri Rousan Nabila, S.T., M.T., selaku ketua penelitian ini. “Dengan memperbaiki proses fermentasi dan pengeringan, serta meningkatkan kesadaran petani akan pentingnya kualitas, kita dapat meningkatkan daya saing biji kakao Indonesia di pasar internasional.”

Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas biji kakao Indonesia, tetapi juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 12, yaitu produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab. Dengan menghasilkan produk pertanian yang berkualitas, Indonesia dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan mengurangi pemborosan.

Rekomendasi

Berdasarkan hasil penelitian, tim peneliti merekomendasikan beberapa hal, antara lain:

  • Peningkatan kualitas proses fermentasi: Petani perlu diberikan pelatihan dan pendampingan untuk melakukan proses fermentasi yang benar.
  • Peningkatan fasilitas pengeringan: Fasilitas pengeringan yang memadai diperlukan untuk menurunkan kadar air biji kakao secara efektif.
  • Standarisasi kualitas: Perlu adanya standarisasi kualitas biji kakao sesuai SNI 01-232-2008 yang lebih ketat untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar internasional.

Dengan upaya bersama, diharapkan kualitas biji kakao Indonesia dapat terus ditingkatkan sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi petani dan industri cokelat nasional.

Sosialisasi Pembibitan Unggul dan Pengembangan Produk Olahan Bawang Merah Dongkrak Kualitas Petani di Demangrejo

AgendaInformasi Terkini Friday, 15 November 2024

Sentolo, Kulonprogo – Tim Dosen Prodi Pengembangan Produk Agroindustri, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada sukses menggelar sosialisasi pembibitan unggul dan pengembangan produk olahan bawang merah di Kalurahan Demangrejo pada kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung selama Mei – November 2024. Kegiatan yang menyasar kelompok tani bawang merah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas petani.

Tim dosen yang dibantu oleh Badan Standardisasi Instrumen Pertanian Yogyakarta memberikan pemahaman komprehensif kepada petani mengenai teknik pembibitan unggul, mulai dari pemilihan bibit unggul, persiapan lahan, hingga perawatan bibit. Selain itu, sosialisasi juga mencakup pengenalan berbagai jenis produk olahan bawang merah, khususnya pasta bawang merah yang memiliki potensi pasar yang menjanjikan.

Peserta sangat antusias dengan kegiatan ini karena menjadi lebih paham tentang cara menghasilkan bibit bawang merah yang berkualitas dan peluang untuk mengembangkan produk olahan. Hasil sosialisasi menunjukkan peningkatan pemahaman para peserta. Tingkat pemahaman petani mengenai teknik budidaya bawang merah yang baik meningkat secara signifikan. Mereka kini lebih memahami pentingnya pemilihan bibit unggul, perawatan yang tepat, serta pencegahan penyakit. Selain itu, minat kelompok tani wanita untuk mengembangkan produk olahan bawang merah juga semakin besar.

“Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari antusiasme masyarakat Demangrejo,” ungkap Sang Norma Lintang Asmara, S.T., M.T., Ketua Tim Pengabdian. “Mereka sangat aktif bertanya dan berdiskusi. Ini menunjukkan bahwa mereka sangat serius dalam mengoptimalkan pertanian bawang merah setempat.”

  

Menanggapi antusiasme petani, tim dosen berencana untuk melanjutkan kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan fokus pada praktik langsung di lahan dan pelatihan pembuatan produk olahan bawang merah hingga siap dipasarkan. Harapannya, melalui kegiatan ini, petani di Demangrejo dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya. Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berupaya mewujudkan SDG’s Nomor 2 dengan meningkatkan ketahanan pangan dan SDG’s Nomor 12 dengan mempromosikan praktik pertanian yang berkelanjutan.

Sekolah Vokasi UGM berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan masyarakat, salah satunya di sektor pertanian. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini, diharapkan dapat tercipta petani yang mandiri dan produktif.

 

Membanggakan! Dosen PPA, Dr. Wildan Fajar Bachtiar, Raih Gelar Doktor Teknik Industri dengan Publikasi Internasional: Dukung Industri Pangan Halal Berkelanjutan Sesuai Target SDGs

Informasi Terkini Friday, 1 November 2024

Dr. Wildan Fajar Bachtiar, S.T., M.S., dosen Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri di Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), telah menyelesaikan pendidikan doktoralnya di bidang Teknik Industri dan diwisuda pada tanggal 24 Oktober 2024. Bukan hanya berhasil lulus doktor, penelitian disertasi beliau juga berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya di bidang industri pangan halal. Melalui disertasinya, Dr. Wildan mengusulkan kerangka kerja keberlanjutan yang mendukung industri pengolahan daging halal, sejalan dengan komitmen SDGs terhadap produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab (SDG 12) serta peningkatan ekonomi berkelanjutan (SDG 8). 

 

Tidak hanya berhasil mempertahankan disertasinya, Dr. Wildan juga menerbitkan hasil penelitiannya dalam Journal of Islamic Marketing yang terindeks Scopus Q2. Dalam artikelnya, “Halal Food Sustainable Traceability Framework for the Meat Processing Industry,” Dr. Wildan menyoroti pentingnya sistem pelacakan terpadu untuk menjamin kehalalan produk sambil mengoptimalkan rantai pasok yang ramah lingkungan. Di tengah tren global yang mendorong produk halal berkelanjutan, sistem ini memberikan panduan praktis bagi industri untuk menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen secara jangka panjang.  

Kehadiran Dr. Wildan sebagai doktor di Sekolah Vokasi UGM menjadi kebanggaan bagi institusi dan diharapkan mampu memberi inspirasi dan dorongan kepada mahasiswa serta rekan-rekan sejawat untuk terus mengembangkan penelitian yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya dalam mendukung perkembangan agroindustri dan sistem pangan yang lebih baik di masa depan. Sekali lagi, seluruh rekan kerja dan mahasiswa PPA mengucapkan selamat dan bangga kepada Dr. Wildan Fajar Bachtiar, S.T., M.S. 

Kolaborasi Mahasiswa dan BPSIP Yogyakarta Ciptakan Sari Sacha Inchi Kaya Omega-3: Inovasi Unggulan untuk Mendukung SDGs Pangan Berkelanjutan (Nomor 2)

Informasi TerkiniKegiatan Mahasiswa Thursday, 24 October 2024

Sania, seorang mahasiswa angkatan 2020 dari program studi pengembangan produk agroindustri, berhasil mengembangkan produk inovasi yaitu sari sacha inchi yang kaya akan Omega-3 dan Omega-6. Proyek ini dikerjakannya pada bulan Januari 2023 hingga Maret 2024, di bawah bimbingan Dr. Annie Mufyda Rahmatika, S.T., M.T., yang bekerja sama dengan Nurdeana Cahyaniingrum dari Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Yogyakarta.

Apa itu Sacha Inchi? Mungkin dari sebagian pembaca masih merasa asing dengan kata ini. Sacha Inchi dikenal sebagai superfood dan memiliki popularitas karena nilai gizi yang tinggi. Proyek penelitian inimemiliki tujuan yang mulia yaitu mengatasi kesenjangan pangan yang semakin meningkat dengan menyediakan alternatif pangan bergizi bagi mereka yang intoleran laktosa. Sari ini tidak hanya kaya akan asam lemak esensial tetapi juga memiliki rasa yang disukai oleh berbagai kalangan konsumen. Hal ini tebukti dari analisa riset pasar yang telah dilakukan, sehingga Sania dan team memahami preferensi konsumen dan tantangan potensial dalam komersialisasi sari sacha inchi. Riset ini akan membantu menyempurnakan produk dan mengembangkan strategi pemasaran yang efektif untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Pengembangan produk Sari Sacha Inchi tidak akan berhasil tanpa adanya kerja sama dengan BPSIP Yogyakarta. Dalam kerja sama ini, BSIP  memberikan sumber daya dan keahlian yang berharga dalam proses pengembangan produk dan memastikan bahwa sari sacha inchi memenuhi persyaratan kualitas dan keamanan pangan yang diperlukan. Proyek ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara institusi akademis dan pusat penelitian pertanian dalam meningkatkan produksi dan inovasi pangan.

Dr. Annie Mufyda Rahmatika mengungkapkan kebanggaannya terhadap karya Sania yang dapat mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam mengatasi keamanan pangan dan mempromosikan produksi pangan yang berkelanjutan (SDGs Nomor 2). “Dengan mengembangkan produk yang tidak hanya bergizi tetapi juga memenuhi kebutuhan diet tertentu, kami berkontribusi pada pengurangan kesenjangan pangan di komunitas kami,” ujarnya.

Sari sacha inchi yang dikembangkan Sania dirancang sebagai produk yang serbaguna yang dapat dikonsumsi dalam berbagai cara, baik sebagai minuman segar maupun sebagai bahan dalam smoothie dan resep lainnya. Fleksibilitas ini menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang peduli kesehatan yang ingin memasukkan lebih banyak Omega-3 dan Omega-6 ke dalam diet mereka. Selain itu, Sacha Inchi adalah tanaman yang tumbuh subur di berbagai iklim dan membutuhkan sumber daya minimal dibandingkan dengan tanaman lainnya. Dengan mempromosikan produk Sacha Inchi, proyek ini tidak hanya mendukung petani lokal tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.

Sebagai kesimpulan, pendekatan inovatif Sania dalam mengembangkan sari sacha inchi merupakan langkah signifikan menuju pengurangan kesenjangan pangan dan promosi produksi pangan yang berkelanjutan. Dengan dukungan BPSIP Yogyakarta dan bimbingan para mentornya, ia membuka jalan bagi inovasi agroindustri di masa depan yang mengutamakan kesehatan dan keberlanjutan.

Penguatan Literasi Keuangan, Wujudkan Wirausaha Difabel yang Berkelanjutan

AgendaInformasi TerkiniInspirasi Kewirausahaan Tuesday, 22 October 2024

Dalam usaha berkontribusi mewujudkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Naik Kelas, Tim Pengabdian Masyarakat Desa Binaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) 2024 yang dipimpin oleh Anjar Ruspita Sari, S.T.P., M.Sc., menyelenggarakan pelatihan terkait Pengelolaan Keuangan. Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh perwakilan dari Kelompok Difabel Kalurahan (KDK) Santika, tetapi juga diikuti oleh peserta dari berbagai kelompok masyarakat seperti KWT Mawar, KWT Bunda Mandiri, Pupuk Organik Degung, Desa Prima, Jamur Crispy Nglotak, Mekar Sari Nglotak, UPPKS Degung, Kelompok Sereinity Kalipeten, Kelompok Nila Lestari Ngrandu, dan UPPKS Kue.

Sesi pelatihan dibagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama berfokus pada Literasi Keuangan untuk Usaha Kecil, yang disampaikan oleh Ibu Wuri Handayani, S.E., Ak., M.Si., M.A., Ph.D. dari Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Sesi ini memberikan wawasan tentang pemisahan keuangan usaha dan penentuan biaya produksi, memungkinkan UKM untuk menerapkan manajemen keuangan yang efektif dan lebih memahami biaya produksi. Pengetahuan ini sangat penting bagi para wirausaha difabel untuk berkembang di pasar yang kompetitif dan memastikan keberlanjutan usaha mereka.

 

Bagian kedua pelatihan dipimpin oleh Dr. Faiz Zamzami, S.E., M.Acc., QIA., CMA., CAPM., CAPF., CRA., CACP dari Program Studi Akuntansi Sektor Publik, Sekolah Vokasi UGM. Ia membahas Membangun Motivasi dan Strategi untuk Keberhasilan UKM sebagai kiat untuk mewujudkan wirausaha tangguh. Wawasan yang diberikan bertujuan untuk memberdayakan peserta dalam mengembangkan strategi bisnis yang kuat untuk menghadapi tantangan pasar.

 

Sugeng Nugroho, kepala desa Kaliagung, menyatakan dukungannya yang kuat terhadap program ini, menyoroti kesesuaiannya dengan inisiatif lokal untuk menanam tanaman benguk, yang bertujuan menciptakan lumbung benguk yang berkelanjutan di Kaliagung. Desa telah mengalokasikan dana untuk mendukung penanaman benguk di area seluas 27 hektar dan menyediakan pupuk organik. Inisiatif ini diharapkan dapat memastikan bahwa sumber pangan khas lokal, Koro Benguk, dapat diproduksi secara mandiri. Sugeng menekankan bahwa upaya ini sangat penting untuk membangun semangat wirausaha yang tangguh di Kaliagung, terutama saat desa bersiap untuk menjadi destinasi wisata di masa mendatang.

Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada manajemen keuangan tetapi juga menekankan pentingnya kolaborasi komunitas dalam meningkatkan kemampuan para wirausaha lokal. Peserta didorong untuk berbagi pengalaman dan tantangan mereka, menciptakan lingkungan yang mendukung untuk belajar dan berkembang. Pendekatan kolaboratif ini sangat penting untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan pekerjaan layak untuk semua.

Acara ini merupakan bukti komitmen UGM dan masyarakat lokal dalam membangun ekosistem yang mendukung wirausaha berkelanjutan. Dengan dukungan dan kolaborasi yang berkelanjutan, Kaliagung siap menjadi model bagi desa-desa lain yang ingin meningkatkan ekonomi lokal mereka melalui pemberdayaan UKM.

Inovasi Minuman Cokelat: Transformasi Kakao Indonesia Menuju Pasar Global dan SDGs

Informasi TerkiniLaboratoriumRiset Wednesday, 16 October 2024

Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen kakao terbesar di dunia, namun produk hilir kakao seperti minuman cokelat instan masih belum berkembang secara signifikan. Menurut laporan dari tim peneliti, banyak produsen kecil di wilayah Yogyakarta yang menghasilkan bubuk kakao dengan kandungan lemak tinggi, sekitar 27% hingga 36%. Potensi inilah yang mendorong penelitian untuk mencari solusi inovatif guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk kakao Indonesia.

Inovasi dalam industri minuman instan terus berkembang, dan kakao lokal Indonesia kini mendapat perhatian lebih besar. Penelitian terbaru yang dipimpin oleh Sonia Dora Febri Esa, S.T.P., M.Sc., menyoroti potensi bubuk kakao lokal untuk dikembangkan menjadi minuman cokelat instan berkualitas tinggi. Penelitian ini mengkaji penggunaan bubuk kakao rendah lemak dan tinggi lemak, yang diproses dengan dua metode, yaitu spray drying dan freeze drying. Studi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas produk, tetapi juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), termasuk SDG 1 tentang pengentasan kemiskinan, SDG 2 tentang ketahanan pangan, dan SDG 8 terkait pertumbuhan ekonomi.

Metode spray drying dikenal lebih efisien dan cepat dalam menghasilkan minuman instan, meskipun dapat mengurangi beberapa kandungan nutrisi, seperti antioksidan, karena suhu tinggi yang digunakan. Sebaliknya, metode freeze drying, meskipun lebih lambat dan memerlukan biaya lebih tinggi, mampu mempertahankan kandungan nutrisi secara lebih optimal. Penelitian ini secara menyeluruh membandingkan kedua metode tersebut dalam hal kelarutan, viskositas, serta kandungan kimia dan fisik minuman cokelat yang dihasilkan.

Selain dari aspek teknis, penelitian ini diharapkan dapat membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi petani dan produsen kakao di Indonesia. Dengan menciptakan produk bubuk minuman cokelat instan yang berkualitas, penelitian ini membuka peluang pasar baru yang lebih luas, sekaligus mendukung peningkatan pendapatan petani lokal. Hal ini sejalan dengan upaya untuk mendorong praktik pertanian berkelanjutan dan mendukung SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Tantangan bagi petani kakao lokal selama ini adalah meningkatkan nilai tambah produk mereka agar mampu bersaing di pasar global. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan wawasan mengenai optimalisasi penggunaan kakao lokal. Hasil penelitian juga memperkuat peluang Indonesia dalam memasarkan produk minuman instan berkualitas, baik di pasar domestik maupun internasional. Minuman cokelat instan berbasis kakao lokal memiliki potensi besar untuk diekspor, mengangkat posisi Indonesia dalam industri minuman instan di kancah global.

Membangun Ekonomi Inklusif: Sinergi Perguruan Tinggi dan Komunitas Difabel sebagai Motor Penggerak Ekonomi Lokal

AgendaInformasi TerkiniInspirasi Kewirausahaan Wednesday, 9 October 2024

Prodi Pengembangan Produk Agroindustri bersinergi dengan Kelompok Difabel Kalurahan Kaliagung, Kulon Progo untuk mendukung pengembangan UMKM lokal. Inisiatif ini berfokus pada pendampingan perbaikan produksi dan pengelolaan keuangan yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing bisnis lokal. Program ini diketuai oleh Ibu Anjar Ruspita Sari, S.T.P., M.Sc., bersama dengan anggota tim yang terdiri dari Putri Rousan Nabila, S.T., M.T. (Prodi Pengembangan Produk Agroindustri, Sekolah Vokasi UGM), Dr. Faiz Zamzami, S.E., M.Acc., QIA., CMA., CAPM., CAPF.,CRA.,CACP (Prodi Akuntansi Sektor Publik, Sekolah Vokasi UGM), beserta Wuri Handayani, S.E., Ak., M.Si., M.A., Ph.D. (Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomikas dan Bisnis UGM). UMKM yang terlibat dalam program ini adalah Dapur Mucuna Chips, yang dikelola oleh Kelompok Difabel Kelurahan (KDK) Santika Kaliagung KDK Santika, yang merupakan akronim dari “Sanajan Alpita Nir Tikel ing Kaliagung” (meski memiliki kekurangan, tetap bermanfaat di Kaliagung). UMKM ini memproduksi keripik berbahan dasar kacang Kara Benguk yang merupakan produk khas lokal.

 

Sejak didirikan pada September 2023, Dapur Mucuna Chips berhasil memberdayakan komunitas difabel dengan menawarkan produk inovatif. Nama “Mucuna” berasal dari nama latin kacang kara benguk, bahan utama produk mereka. UMKM ini telah menunjukkan peranan dalam pemanfaatan komoditas lokal yang memiliki nilai tambah.

Mahasiswa Prodi Pengembangan Produk Agroindustri semester 4 yang terdiri dari Achmad Yoga Sundava, Muhammad Abdullah Muzaki, Woro Puspita,  Nara Husnal Aufa, Nabila Widalista Putri, dan Jihan Dzakiyyatun Habibah juga turut serta dalam program ini melalui kegiatan praktik kerja lapang. Kolaborasi ini menjadi contoh sinergi yang baik antara perguruan tinggi dan komunitas difabel yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif, selaras dengan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Winarno, perwakilan dari KDK Santika, mengungkapkan rasa terima kasih atas perbaikan yang dilakukan pada tata letak produksi, menyatakan, “Hasil perbaikan tata letak oleh adik-adik PKL sangat bermanfaat bagi kami. Ketika kami memiliki program perbaikan Dapur Mucuna, kami langsung menerapkannya.”

Dapur Mucuna Chips juga mendapatkan dukungan dari Dana Keistimewaan Yogyakarta dan Bank Syariah Indonesia yang mendukung dalam hal perbaikan infrastruktur dan pemutakhiran fasilitas produksi. Program ini tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga mendukung inklusivitas dengan memberdayakan kelompok difabel, menjadikannya model yang dapat diadopsi oleh UMKM lain di daerah tersebut.

Pelatihan yang disampaikan pada 7 September disampaikan oleh Ibu Putri Rousan Nabila, S.T., M.T. tentang aturan label kemasan sesuai BPOM No 20 tahun 2021, serta Ibu Anjar Ruspita Sari, S.T.P., M.Sc. tentang Prinsip Umum Higiene Pangan SNI CAC/RCP 1:2011. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas difabel di Kulon Progo menjadi sinar harapan untuk pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Dengan memberdayakan UMKM seperti Dapur Mucuna Chips, inisiatif ini membuka jalan menuju masa depan yang lebih inklusif dan sejahtera bagi semua.

Mahasiswa Agroindustri UGM Belajar Langsung Pengelolaan Limbah di PIAT

Informasi TerkiniKegiatan Mahasiswa Wednesday, 9 October 2024

Pada tanggal 23 September 2024, mahasiswa semester 3 Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kunjungan industri ke Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) di Kalitirto, Berbah. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam penerapan bidang pengelolaan limbah, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait praktik ekonomi sirkular.

Selama kunjungan, mahasiswa berkesempatan untuk mengamati berbagai proses pengelolaan limbah yang dilakukan di PIAT, mulai dari pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik hingga pengolahan sampah plastik. Kegiatan yang paling menarik perhatian adalah teaching farm magot, di mana mahasiswa belajar tentang pemanfaatan larva lalat hitam dalam mengolah sampah organik menjadi protein hewani.

“Kunjungan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami bisa melihat langsung bagaimana proses pengolahan sampah menjadi pupuk organik serta meningkatkan kesadaran kami untuk melakukan pemilahan sampah,” ujar Zeva Astrid Kumala dan Arina Faillasuffa, yang merupakan peserta kunjungan.

Senada dengan mahasiswa, dosen pengampu mata kuliah, Anjar Ruspita Sari, S.T.P., M.Sc., juga memberikan apresiasi atas kegiatan ini. “Kunjungan lapangan seperti ini sangat bermanfaat untuk memberikan gambaran secara langsung kepada mahasiswa mengenai pengelolaan limbah. Selain itu, kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang isu sampah, terutama di wilayah DIY yang semakin serius,”.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, mahasiswa diharuskan menyusun laporan yang mengkaitkan praktik yang dilakukan di PIAT dengan teori terkait yang mendukung. Laporan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan diri bagi mahasiswa.

PIAT sendiri merupakan pusat inovasi yang memiliki peran penting dalam mewujudkan kemandirian sektor agro di Indonesia. Dengan fokus pada inovasi, PIAT memanfaatkan sumber daya lahan milik UGM untuk menghasilkan produk-produk agro inovatif. Melalui kegiatan seperti kunjungan industri ini, PIAT turut berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan mampu menciptakan solusi atas permasalahan sampah.

Integrasi prinsip ekonomi sirkular dalam praktik pengelolaan limbah di PIAT tidak hanya mendukung praktik pertanian berkelanjutan tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis tentang pemanfaatan sumber daya dan pengurangan limbah. Pengalaman langsung ini sangat penting dalam mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia nyata di bidang agroindustri.

Selain belajar tentang pengelolaan limbah, mahasiswa juga terlibat dalam diskusi tentang implikasi yang lebih luas dari praktik berkelanjutan dalam pertanian. Mereka mengeksplorasi bagaimana pengelolaan limbah yang inovatif dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan dalam proses agroindustri.

Secara keseluruhan, kunjungan ke PIAT merupakan langkah signifikan dalam menjembatani kesenjangan antara pengetahuan teoritis dan aplikasi praktis bagi mahasiswa UGM. Kunjungan ini memperkuat pentingnya praktik berkelanjutan dalam agroindustri dan menginspirasi mahasiswa untuk menjadi proaktif dalam mengatasi isu-isu lingkungan.

Tim Pengabdian PPA SV UGM Mengoptimalkan Potensi Pertanian Lokal Bawang Merah di Kulon Progo untuk mendukung SDGs nomor 8 dan 17 

AgendaInformasi Terkini Tuesday, 24 September 2024

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada melaksanakan program lanjutan yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi bawang merah di Kelurahan Demangrejo, Sentolo, Kulon Progo. Pengabdiaan yang diketuai oleh Sang Norma Lintang Asmara, S.T., M.T. ini beranggotakan Galih Kusuma Aji, S.T.P., M.Agr., PhD., Dr.Eng Annie Mufyda Rahmatika, S.T., M.T., Anjar Ruspita Sari, S.T.P., M.Sc., Wildan Fajar Bachtiar, S.T., M.S., Dr. Fahrizal Yusuf Affandi, S.T.P., M.Sc., Putri Rousan Nabila, S.T., M.T., dan Sonia Dora Febri Esa, S.T.P., M.Sc. Terdapat dua agenda utama pada pengabdian yang didanai oleh Sekolah Vokasi UGM ini, yakni sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan dilaksanakan sejak Juni hingga November 2024 dengan mendatangkan masyarakat sekitar yang terdiri dari Gabungan Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani (Kelompok Desa Prima). 

“Pengabdian masyarakat di Kelurahan Demangrejo ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para petani untuk melakukan budidaya yang tepat pada komoditas bawang merah, meningkatkan pengetahuan tentang pengembangan produk olahan bawang merah, serta menciptakan satu produk olahan yang dapat dijadikan sebagai produk unggulan disana”, ujar Sang Norma Lintang Asmara, Jum’at (20/9). 

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi pembibitan bawang merah dan sosialisasi pengembangan produk bawang merah yang dilaksanakan di Balai Keluragan Demangrejo dan dihadiri oleh 20 perwakilan kelompok tani. Rangkaian selanjutnya adalah pelatihan budidaya bawang merah di lahan pertanian setempat dan pelatihan pembuatan produk olahan bawang merah di Gedung Field Research Center UGM. Tim PkM turut menghadirkan narasumber dari Badan Standardisasi Instrumen Pertanian Yogyakarta guna memberikan wawasan terkait pembibitan dan pelatihan budidaya bawang merah. Serangkaian kegiatan ini sangat disambut baik oleh masyarakat setempat. Mereka mengharapkan adanya pelatihan dan pendampingan lanjutan agar diperoleh hasil yang maksimal pada hasil budidaya dan pembuatan olahan bawang merah disana.    

Melalui program ini, Tim Pengabdian Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada berkomitmen untuk terus memberikat kontribusi nyata pada pengembangan desa sebagai wujud partisipasi dalam SDGs nomor 8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta nomor 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. 

1234…7

Recent Posts

  • PPA Laksanakan Kunjungan Industri untuk Penguatan Penelitian, Pengajaran, dan Hilirisasi Produk
  • Sosialisasi dan Diskusi Perubahan Kurikulum Sarjana Terapan PPA Bersama Mitra Industri
  • Kegiatan Temu Alumni PPA: Menjembatani Kurikulum Akademik dan Kebutuhan Dunia Kerja
  • Mini Expo Inovasi Produk PPA Angkatan 2022: Wadah Apresiasi dan Eksplorasi Inovasi Mahasiswa
  • Pengembangan UMKM Berbasis Potensi Lokal: Branding dan Sterilisasi Produk Pasta Bawang

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!
  2. SITI ZULAIKHA on Pengembangan Produk Agroindustri
  3. Anung Solo on Kurikulum
  4. Wisnu Hari Murti on Kurikulum
  5. esklapasawit on Peneriman Mahasiswa
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Sarjana Terapan
Pengembangan Produk Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
Jl. Yacaranda, Sekip Unit II
Yogyakarta, Indonesia 55281
Email: agroindustri-sv@ugm.ac.id
Telp.: (0274) 556771

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY