Bekasi — Dunia industri manufaktur pangan menuntut ketelitian, kedisiplinan, serta kemampuan analisis yang kuat dalam setiap tahapan produksi. Pengalaman tersebut diperoleh Ferania Yusuf, melalui kegiatan magang di PT Mondelez Indonesia Manufacturing, Cikarang Plant, yang berlokasi di Jl. Jababeka VII Kav-K2, Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Kegiatan magang berlangsung pada 12 Januari hingga 4 April 2026. Selama program berjalan, Ferania ditempatkan pada Production Line. Melalui penempatan tersebut, ia berkesempatan mempelajari secara langsung alur produksi, pengendalian mutu, performa mesin, hingga proses pengemasan dalam industri pangan berskala besar.
Melalui kegiatan ini, Ferania memperoleh pemahaman bahwa kualitas produk tidak hanya ditentukan oleh bahan baku, tetapi juga oleh kestabilan proses produksi, ketepatan pengaturan mesin, efektivitas kerja tim, serta konsistensi pengawasan di lapangan.
Salah satu project utama yang dikerjakan adalah Analisis Variasi Berat Produk pada Proses Sandwiching. Kegiatan ini berfokus pada pengamatan dan pengambilan data berat produk biskuit sandwich, khususnya pada proses pengisian krim. Pengambilan data dilakukan secara berkala pada seluruh row produksi untuk membandingkan berat base cake, krim, dan produk akhir. Melalui project ini, mahasiswa dapat memahami faktor-faktor yang mempengaruhi konsistensi berat produk serta kualitas hasil produksi.
Selain project utama, Ferania juga terlibat dalam kolaborasi project terkait Evaluasi Penyebab Waste Produk dan Performa Mesin. Kegiatan ini dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses produksi, termasuk kondisi operasional mesin, perbedaan jenis mesin, kecepatan produksi, serta sistem pengaturan pada masing-masing row. Pengamatan tersebut membantu mahasiswa memahami hubungan antara performa mesin dan kualitas produk yang dihasilkan.
Project lainnya adalah Analisis Loss Packaging dan Monitoring Proses Produksi. Pada kegiatan ini, Ferania melakukan pengamatan terhadap proses pengemasan untuk mengidentifikasi penyebab kehilangan material packaging. Fokus pengamatan meliputi proses pergantian roll, tahap awal produksi, serta berbagai bentuk ketidaksesuaian kemasan, seperti seal yang tidak sempurna, lipatan yang kurang presisi, dan ketidaksesuaian cetakan. Selain itu, dilakukan pula monitoring terhadap checklist produksi dan cleaning untuk memastikan kesesuaian antara pencatatan dan kondisi aktual di lapangan.
“Selama magang di PT Mondelez Indonesia Manufacturing, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga, terutama dalam memahami alur produksi di industri pangan berskala besar. Saya belajar bahwa kualitas produk tidak hanya bergantung pada bahan baku, tetapi juga pada ketelitian proses, performa mesin, kerja sama tim, dan pengawasan yang konsisten di lapangan,” ujar Ferania.
Kegiatan magang ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena memberikan pengalaman pembelajaran langsung di dunia industri. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kompetensi mahasiswa agar siap memasuki dunia kerja profesional.
Pembelajaran mengenai efisiensi produksi, performa mesin, dan pengurangan waste juga berkaitan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Melalui pengalaman ini, mahasiswa memahami pentingnya proses produksi yang efisien, terkontrol, dan berorientasi pada kualitas.
Tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, Ferania juga mengembangkan berbagai soft skill, seperti komunikasi profesional, kerja sama tim, kemampuan beradaptasi, ketelitian, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Kemampuan berpikir analitis juga semakin terasah melalui proses identifikasi masalah dan pencarian solusi berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Ferania menyampaikan bahwa salah satu hal paling berkesan selama magang adalah kesempatan untuk merasakan langsung dinamika dunia kerja di industri manufaktur pangan berskala besar. Lingkungan kerja yang terbuka dan suportif turut mendukung proses pembelajaran karena memberikan ruang untuk bertanya, berdiskusi, dan terlibat langsung dalam kegiatan produksi.
Melalui kegiatan magang di PT Mondelez Indonesia Manufacturing, Cikarang Plant, diharapkan mampu memperkuat kompetensi teknis dan profesional di bidang industri pangan. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami dunia kerja secara lebih nyata serta siap berkontribusi di lingkungan industri yang dinamis, kompetitif, dan berorientasi pada mutu.
Penulis : Melany Ayudya
Editor : AMR














