Sleman, 14 Agustus 2026 – Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat kapasitas kelompok wanita tani (KWT) Guyub Rukun dan UMKM di Desa Purwobinangun, Sleman, melalui pelatihan manajemen ekonomi dan perencanaan usaha. Kegiatan ini menjadi bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UGM Skema Pengembangan Tahun 2026 yang diketuai oleh Sonia Dora Febri Esa, S.T.P.,M.Sc dari prodi Pengembangan Produk Agroindustri Sekolah Vokasi UGM yang diarahkan agar pelaku usaha lokal tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga dapat mengelola keuangan dan merencanakan pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Kegiatan berjudul “Penguatan Manajemen Ekonomi dan Perencanaan Usaha UMKM” tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Kantor Desa Purwobinangun dengan melibatkan KWT Guyub Rukun, perwakilan UMKM, perwakilan KWT di Desa Purwobinangun, serta pendamping KWT dari UPT BP4 Wilayah Pakem.
Program ini merupakan bagian dari pendampingan masyarakat yang telah dilakukan secara bertahap sejak 2023. Pada tahap sebelumnya, pendampingan difokuskan pada perancangan dan pengembangan produk pangan lokal hingga fasilitasi sertifikasi halal dan pengajuan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) pada KWT Guyub Rukun. Memasuki 2026, program diarahkan pada penguatan aspek manajerial agar produk yang telah dikembangkan dapat didukung dengan pengelolaan usaha yang lebih baik.
Penguatan kapasitas tersebut relevan dengan besarnya peran UMKM dalam perekonomian Indonesia. Penguatan kemampuan manajemen dan literasi keuangan pelaku UMKM menjadi penting untuk mendukung keberlanjutan usaha.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat UGM bersama KWT dan pelaku UMKM Desa Perwobinangun dalam kegiatan penguatan manajemen ekonomi dan perencanaan usaha.
Materi pelatihan disampaikan oleh Elton Buyung Satrianto, S.E., MBA, dosen Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi UGM. Peserta memperoleh pembekalan mengenai perancangan model bisnis, pengelolaan keuangan, penghitungan biaya produksi, hingga perencanaan keuntungan usaha.
Melalui pendekatan Business Model Canvas (BMC), peserta diajak memetakan elemen penting dalam usaha, mulai dari keunggulan produk, segmen pelanggan, aktivitas utama, hingga mitra yang dibutuhkan untuk mendukung keberlanjutan usaha. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan usaha serta melakukan pencatatan keuangan secara rutin.
Pelatihan tidak berhenti pada pemahaman konsep. Peserta melakukan praktik menghitung Harga Pokok Produksi (HPP), laba, dan target keuntungan (profit plan) berdasarkan produk yang mereka kembangkan. Melalui praktik tersebut, peserta dapat mengetahui struktur biaya produknya dan menentukan harga serta target keuntungan secara lebih terukur.

Peserta mempraktikkan penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan perencanaan keuntungan berdasarkan produk usaha masing-masing.
Perwakilan Pemerintah Desa Purwobinangun Warsono, S.Pd. selaku Ulu-Ulu (Kepala Seksi Kemakmuran) menyambut baik pendampingan yang dilakukan UGM. Penguatan kemampuan pengelolaan keuangan dinilai penting agar KWT dan pelaku UMKM mampu menjaga keberlanjutan usaha serta mengelola pendapatan dan biaya produksi secara lebih sehat.
Ketua KWT Guyub Rukun, Suyati, juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan perspektif baru bagi pelaku usaha. Pengembangan usaha, menurutnya, tidak cukup hanya dengan menghasilkan dan memasarkan produk, tetapi perlu didukung kemampuan mengelola keuangan dan merencanakan usaha.
Ketua Pelaksana PKM, Sonia Dora Febri Esa, S.T.P., M.Sc., menjelaskan bahwa program dirancang sebagai pendampingan bertahap agar kelompok memiliki kapasitas untuk mengembangkan usahanya secara mandiri dan berkelanjutan.
“Pendampingan ini kami lakukan secara bertahap, mulai dari perencanaan produk hingga pengembangan usaha. Harapannya, KWT tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan usahanya secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Sonia.
Setelah penguatan manajemen ekonomi dan perencanaan usaha, program akan dilanjutkan dengan analisis pasar dan penguatan branding produk KWT Guyub Rukun. Tahapan tersebut diarahkan untuk membantu kelompok memahami kebutuhan konsumen sekaligus membangun identitas produk yang lebih kuat dan memiliki daya saing.
Melalui pendampingan berkelanjutan, program Pengabdian kepada Masyarakat UGM di Purwobinangun diharapkan tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi mampu membangun kapasitas masyarakat dari hulu hingga hilir. Penguatan pengembangan produk, legalitas, manajemen keuangan, analisis pasar, dan branding diharapkan dapat mendorong KWT dan UMKM mengembangkan potensi pangan lokal menjadi usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Mendukung SDGs: SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Penulis : Sonia Dora Febri Esa, S.T.P., M.Sc.












