Universitas Gadjah Mada Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang
    • Sarjana Terapan Pengembangan Produk Agroindustri
    • Profil Lulusan
    • Prestasi Mahasiswa
    • Dosen
    • Teknisi Laboratorium
  • Pendidikan
    • Kurikulum
  • Riset
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Kemahasiswaan
  • Berita
  • Unduh
  • FAQ
  • Beranda
  • Agenda
Arsip:

Agenda

PPA Laksanakan Kunjungan Industri untuk Penguatan Penelitian, Pengajaran, dan Hilirisasi Produk

AgendaInformasi Terkini Monday, 9 February 2026

Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri (PPA) melaksanakan rangkaian kunjungan industri sebagai upaya penguatan kolaborasi strategis dalam bidang penelitian, pengajaran, dan hilirisasi produk. Kegiatan ini dilaksanakan pada 4–5 Februari 2026 dan menjadi bagian dari langkah prodi dalam memperluas jejaring kemitraan dengan industri makanan dan minuman.

Dalam rangkaian kunjungan ini, tim PPA juga membawa berbagai produk hasil pengembangan yang telah dikemas secara menarik. Produk-produk tersebut merupakan hasil proyek perkuliahan mahasiswa di bawah bimbingan dosen, serta hasil penelitian dosen yang melibatkan mahasiswa. Kehadiran produk ini menjadi gambaran nyata potensi hilirisasi hasil akademik yang siap dikembangkan bersama mitra industri.

Selain fokus pada penguatan kolaborasi penelitian, kunjungan ini juga menjadi ajang validasi implementasi Kurikulum 2026 (K26) yang tengah diterapkan oleh Prodi PPA. Diskusi bersama praktisi industri bertujuan untuk memastikan kompetensi yang diajarkan di kelas selaras dengan kebutuhan dunia kerja serta prinsip link and match antara pendidikan vokasi dan industri.

Kunjungan pertama dilaksanakan pada Rabu, 4 Februari 2026 ke PT Mirota KSM yang berlokasi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh lima dosen PPA yang dipimpin oleh Sekretaris Program Studi, Dr. Ratih Hardiyanti, dan disambut oleh perwakilan Divisi Human Resources Development (HRD) serta Research and Development (R&D) PT Mirota KSM. Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi yang konstruktif dengan fokus pada penjajakan kerja sama berbasis keilmuan dan kebutuhan industri.

PT Mirota KSM merupakan perusahaan dengan lini produksi utama susu bubuk untuk berbagai segmentasi usia, mulai dari ibu menyusui hingga lansia. Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak mengidentifikasi sejumlah potensi kolaborasi penelitian, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan dan inovasi produk susu. Selain itu, dibahas pula peluang hilirisasi produk PPA dengan PT Mirota KSM sebagai mitra strategis dalam pengembangan dan pemasaran produk. Pada aspek pengajaran, kerja sama juga diarahkan pada pelaksanaan program magang mahasiswa.

Sebagai kelanjutan rangkaian kegiatan, pada Kamis, 5 Februari 2026, tim PPA melaksanakan kunjungan industri ke PT Charoen Pokphand Indonesia dan CV Cita Nasional di Salatiga. Kunjungan ini diikuti oleh enam dosen PPA dan dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, Dr. Eng. Annie Mufyda Rahmatika. Pada kedua perusahaan tersebut, tim PPA disambut oleh perwakilan Divisi HRD dan R&D, serta melakukan diskusi terkait penguatan kolaborasi dalam penelitian terapan, pengajaran berbasis industri, dan hilirisasi produk agroindustri.

Di sela-sela kunjungan, tim dosen juga melaksanakan agenda tilik mahasiswa magang yang sedang bertugas di perusahaan mitra. Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk mengevaluasi performa mahasiswa serta memastikan proses pembelajaran di lapangan berjalan optimal sesuai dengan capaian pembelajaran lulusan yang ditetapkan oleh program studi.

Melalui rangkaian kunjungan industri ini, Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan mitra industri dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang berkelanjutan, aplikatif, dan berdampak nyata bagi pengembangan sektor agroindustri.

Sosialisasi dan Diskusi Perubahan Kurikulum Sarjana Terapan PPA Bersama Mitra Industri

AgendaInformasi Terkini Wednesday, 4 February 2026

Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri (PPA) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Diskusi Perubahan Kurikulum Sarjana Terapan sebagai bagian dari upaya penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dan perkembangan dunia industri. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui media Zoom pada hari Jumat, 23 Januari 2026 pukul 08.00–10.45 WIB.

Kegiatan ini melibatkan berbagai mitra industri strategis yang selama ini berperan aktif dalam pengembangan kompetensi mahasiswa PPA. Adapun mitra industri yang hadir dalam kegiatan ini, yaitu:

  • PT Gandum Mas Kencana – Ibu Kinanti Puspita Sari (HR Recruitment)
  • PT Great Giant Pineapple – Ibu Apri Anggraini (QC Section Head)
  • PT Intan Rahmadhani Santosa – Ibu Sri Endah Kurniawati (Pemilik)
  • Danone Indonesia – Bapak Dyanros Rizkiyanto, S.T. (Integrated Work System Lead)
  • PT Sari Husada Generasi Mahardhika – Bapak Hidayat Budi Tranggana (Product Development Supervisor)
  • PT Mazaraat – Ibu Nieta Pricillia (Pemilik)

Selain mitra industri, kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan dan akademisi Universitas Gadjah Mada, yaitu Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Bapak Dr. Leo Indra Wardhana S.E, M.Sc., CFP., Kepala Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Bapak Ahdiar Fikri Maulana, S.Hut., M.Agr., Ph.D., serta dosen-dosen Program Studi PPA.

Diskusi yang berlangsung menitikberatkan pada penyesuaian kurikulum Sarjana Terapan PPA agar semakin relevan dengan perkembangan industri, khususnya bidang pangan dan agroindustri, kebutuhan kompetensi lulusan, serta tantangan dunia kerja ke depan. Masukan dari para praktisi industri menjadi aspek penting dalam merumuskan kurikulum yang adaptif, aplikatif, dan berorientasi pada kebutuhan nyata lapangan.

Melalui kegiatan ini, Program Studi PPA menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan industri dalam mencetak lulusan yang kompeten, siap kerja, dan mampu berkontribusi secara nyata di sektor agroindustri.

Kegiatan Temu Alumni PPA: Menjembatani Kurikulum Akademik dan Kebutuhan Dunia Kerja

AgendaInformasi Terkini Saturday, 27 December 2025

Program Studi D4 Pengembangan Produk Agroindustri (PPA), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, telah menyelenggarakan kegiatan Temu Alumni PPA pada Sabtu, 13 Desember 2025 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mempererat hubungan antara program studi dengan para alumni, sekaligus sebagai wadah evaluasi dan pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan dunia kerja.

Temu Alumni ini dikemas dalam bentuk hearing atau diskusi terbuka, di mana para alumni yang saat ini telah bekerja di berbagai sektor industri dan instansi profesional diminta untuk memberikan masukan, kritik, serta rekomendasi strategis terkait kurikulum PPA. Diskusi difokuskan pada kesesuaian kompetensi lulusan dengan tuntutan nyata di lapangan kerja, termasuk apakah materi yang selama ini diajarkan sudah relevan atau masih perlu penambahan dan penyesuaian.

Melalui forum ini, alumni berbagi pengalaman langsung mengenai tantangan yang mereka hadapi di tempat kerja masing-masing, keterampilan apa saja yang paling dibutuhkan, serta kompetensi apa yang dirasa perlu diperkuat sejak bangku perkuliahan. Masukan tersebut menjadi perspektif penting bagi program studi dalam memastikan bahwa kurikulum PPA tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga aplikatif dan responsif terhadap perkembangan industri agroindustri yang dinamis.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen Prodi PPA SV UGM untuk terus melakukan peningkatan mutu pendidikan, dengan melibatkan alumni sebagai mitra strategis dalam proses evaluasi kurikulum. Diharapkan, hasil dari Temu Alumni ini dapat menjadi dasar dalam perumusan kurikulum yang lebih adaptif, relevan, dan mampu mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.

Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, Temu Alumni PPA menjadi langkah nyata dalam menyelaraskan dunia akademik dengan kebutuhan industri, demi menghasilkan lulusan Pengembangan Produk Agroindustri yang unggul dan berdampak.

Mini Expo Inovasi Produk PPA Angkatan 2022: Wadah Apresiasi dan Eksplorasi Inovasi Mahasiswa

AgendaInformasi TerkiniKegiatan Mahasiswa Saturday, 27 December 2025

Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri (PPA) Universitas Gadjah Mada secara resmi menyelenggarakan Mini Expo Inovasi Produk sebagai ruang apresiasi bagi mahasiswa angkatan 2022 dalam menampilkan prototipe hasil pengembangan produk. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian workshop dan praktikum pengembangan produk yang telah dilaksanakan selama semester berjalan.

Mini Expo Inovasi Produk dilaksanakan pada Selasa, 2 Desember 2025, bertempat di Lobi Gedung Soeparwi, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV) UGM, mulai pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. Acara ini diikuti oleh beberapa kelompok mahasiswa PPA angkatan 2022 yang menampilkan beragam inovasi produk pangan hasil eksplorasi dan proses pembelajaran mereka.

Berbagai prototipe inovatif dipamerkan dalam kegiatan ini, antara lain cokelat heat resistance, produk turunan berbasis mocaf, serta olahan hortikultura. Setiap kelompok menghadirkan konsep produk yang berbeda, baik dari segi formulasi, karakteristik produk, maupun target pasar. Pengunjung dapat melihat langsung prototipe yang dipamerkan, berdiskusi dengan pengembang produk, serta mencoba tester yang disediakan secara terbatas.

Antusiasme pengunjung terlihat dari interaksi aktif selama pameran berlangsung, termasuk partisipasi dalam sesi diskusi dan voting untuk produk favorit. Hal ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam memperkenalkan produk kepada publik, menerima masukan konstruktif, serta menguji ketertarikan pasar terhadap inovasi yang mereka kembangkan.

Secara keseluruhan, Mini Expo Inovasi Produk tidak hanya berfungsi sebagai ajang pamer ide, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Kegiatan ini mampu mengasah kemampuan teknis dalam pengembangan produk sekaligus memperkuat soft skills seperti komunikasi, promosi, analisis kebutuhan pasar, dan kerja sama tim. Melalui expo ini, mahasiswa PPA diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pengembangan produk agroindustri di dunia nyata.

Kopi Organik Robusta Sleman: Dari Cita Rasa Unggul Menuju Kesejahteraan Petani

Agenda Friday, 31 October 2025

Di perbukitan subur Cangkringan, Sleman, sebuah transformasi terjadi dalam dunia produksi kopi. Para petani lokal, yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Tunggaksemi, telah mengadopsi praktik pertanian organik untuk membudidayakan kopi Robusta. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk memproduksi kopi berkualitas tinggi tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan para petani yang terlibat.

Kopi organik didefinisikan sebagai kopi yang ditanam tanpa menggunakan bahan kimia sintetis seperti pestisida atau pupuk buatan. Sebaliknya, kopi organik mengandalkan metode pertanian organik yang menjaga kesuburan tanah dan mempromosikan ekosistem yang sehat. Kopi Robusta yang diproduksi di Sleman adalah bukti pendekatan berkelanjutan ini, menunjukkan potensi pertanian organik dalam meningkatkan kualitas produk dan kesejahteraan petani.

Salah satu fitur unggulan dari kopi Robusta organik adalah senyawa bioaktifnya, terutama asam klorogenat dan trigonelline. Senyawa-senyawa ini berkontribusi pada profil rasa unik kopi, yang sering kali lebih kompleks dibandingkan dengan kopi yang ditanam secara konvensional. Selain itu, kopi organik biasanya memiliki kandungan kafein yang lebih rendah, menjadikannya pilihan yang lebih disukai bagi banyak penggemar kopi yang mencari pengalaman yang lebih ringan.

Manfaat pertanian organik melampaui sekadar kopi itu sendiri. Praktik yang terkait dengan pertanian organik menghasilkan tanah yang lebih sehat, yang ditunjukkan dengan kandungan bahan organik yang lebih tinggi dan struktur tanah yang lebih baik. Ini tidak hanya meningkatkan kualitas kopi yang dihasilkan tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan keseluruhan ekosistem pertanian. Tanah yang sehat sangat penting untuk produktivitas pertanian jangka panjang dan kesehatan lingkungan.

Lebih jauh lagi, pergeseran menuju produksi kopi organik memiliki potensi untuk secara signifikan meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut. Dengan fokus pada metode organik, para petani dapat meminta harga yang lebih tinggi untuk produk mereka, karena konsumen semakin bersedia membayar lebih untuk produk organik. Peningkatan pendapatan ini dapat mengarah pada kondisi hidup yang lebih baik, pendidikan, dan perawatan kesehatan bagi para petani dan keluarga mereka.

Dukungan komunitas memainkan peran penting dalam keberhasilan inisiatif ini. Kelompok Wanita Tani Tunggaksemi telah membangun rasa solidaritas di antara anggotanya, mendorong berbagi pengetahuan dan kolaborasi. Upaya kolektif ini tidak hanya memperkuat posisi petani di pasar tetapi juga meningkatkan ketahanan mereka terhadap fluktuasi ekonomi.

Seiring dengan meningkatnya permintaan untuk produk organik secara global, masa depan tampak menjanjikan bagi para petani Sleman. Komitmen mereka terhadap produksi kopi organik sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam mempromosikan pertanian berkelanjutan dan memastikan penghidupan yang layak bagi komunitas pedesaan. Dengan memprioritaskan metode organik, para petani Cangkringan tidak hanya meningkatkan kehidupan mereka sendiri tetapi juga berkontribusi pada planet yang lebih sehat.

Inovasi Pengolahan Salak Pondoh dalam Mewujudkan Produksi Pangan yang Bertanggung Jawab

AgendaPengabdian Tuesday, 28 October 2025

Kecamatan Turi, Sleman, merupakan kawasan penghasil salak pondoh utama di Yogyakarta. Setiap panen raya, buah salak yang dihasilkan melimpah, namun tidak seluruhnya terserap oleh pasar. Sebagian buah yang tidak terjual berpotensi menjadi limbah dan menurunkan nilai ekonomi bagi petani. Kondisi ini mendorong tim dosen Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada yang diketuai oleh Dr. Wildan Fajar Bachtiar, S.T., M.S. untuk melakukan penelitian mengenai pemanfaatan hasil panen salak melalui inovasi produk keripik salak dengan teknologi vacuum frying.

Penelitian ini melibatkan analisis dari aspek pasar, teknis produksi, hingga efisiensi proses untuk menilai potensi usaha yang berkelanjutan. Pengolahan dilakukan melalui tahapan pengupasan, pemotongan, pembekuan, penggorengan, penirisan minyak, dan pengemasan. Proses penggorengan dengan tekanan rendah sekitar –68 cmHg selama 90 menit terbukti menghasilkan keripik yang lebih renyah, tidak berminyak, dan tetap mempertahankan cita rasa asli buah salak. Teknologi ini juga mendukung pemanfaatan bahan baku secara optimal dan mengurangi potensi limbah selama produksi.

Sumber: Dokumentasi Peneliti
Gambar 1. Keripik Salak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal, tetapi juga menggambarkan penerapan proses produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Pemanfaatan buah yang sebelumnya berisiko terbuang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi menunjukkan penerapan prinsip zero waste dalam pengolahan hasil pertanian. Oleh karena itu, proses produksi tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan sumber daya dan pengurangan dampak lingkungan.

Hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) yang menekankan pentingnya pola produksi yang efisien, minim limbah, dan berkelanjutan. Melalui penerapan teknologi tepat guna dan pemanfaatan hasil panen lokal, inovasi keripik salak diharapkan dapat menjadi contoh penerapan praktik agroindustri yang berorientasi pada keberlanjutan sekaligus memperkuat daya saing produk pangan daerah.

CoE Cocoa FRC UGM Perkuat Teaching Factory Melalui Webinar Nasional

AgendaInformasi Terkini Monday, 2 June 2025

Sleman, 16 Mei 2025 – Dalam upaya mendukung penguatan pembelajaran vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri, Center of Excellence Cocoa FRC UGM menyelenggarakan Webinar Nasional bertema “Strategi Implementasi dan Tata Kelola Teaching Factory di Pendidikan Tinggi” pada Senin, 16 Mei 2025 melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya yang menitikberatkan pada peningkatan akses pendidikan dan pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan.

Lebih dari 30 peserta berpartisipasi dalam kegiatan ini, mencakup dosen, pengelola program studi, manajer Learning Center, serta tenaga pendidik dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Acara dibuka secara resmi oleh Dr. Wiryanta, S.T., M.T., selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara proses pembelajaran dan aktivitas produksi guna menghasilkan lulusan vokasi yang andal dan siap terjun ke dunia industri.

Pembukaan oleh Dr. Wiryanta, S.T., M.T., selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi

Pada sesi utama, dua narasumber diundang untuk menyampaikan perspektif strategis dan teknis. Narasumber pertama, Dr. Fajriyati Mas’ud, S.T.P., M.Si., selaku Koordinator Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Kimia Industri di Politeknik Ujung Pandang, membawakan materi berjudul “Integrasi Teaching Factory dalam Problem-Based Learning (PBL).” Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa integrasi antara TeFa dan PBL mampu menciptakan suasana belajar yang lebih relevan dan menantang, serta turut mengembangkan soft skill mahasiswa seperti kemampuan bekerja sama dan menyelesaikan masalah.

Narasumber pertama, Dr. Fajriyati Mas’ud, S.T.P., M.Si., selaku Koordinator Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Kimia Industri di Politeknik Ujung Pandang

Narasumber kedua, Prof. Dr. Ir. H. Darmawan, M.P., yang menjabat sebagai Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan periode 2016–2025, membawakan materi berjudul “Tata Kelola Teaching Factory dan Penyusunan Dokumen Pendukung.” Dalam pemaparannya, beliau menyoroti pentingnya keberadaan dokumen formal, seperti SNI yang merujuk pada standar ISO, serta penerapan proses bisnis yang terstruktur dalam implementasi Teaching Factory.

Narasumber kedua, Prof. Dr. Ir. H. Darmawan, M.P., selaku Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan periode 2016–2025

Sesi tanya jawab berlangsung dengan antusias, di mana peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar pengalaman nyata dalam pengelolaan Teaching Factory yang berkelanjutan dan selaras dengan kebutuhan industri. Diskusi yang terjalin selama webinar turut mendorong terjadinya pertukaran gagasan serta praktik-praktik unggulan antar peserta.

“Saya berharap kegiatan webinar tersebut tidak hanya bermanfaat bagi institusi, tapi juga sebagai upaya peningkatan kompetensi mahasiswa vokasi khususnya di PPA,” ungkap Koordinator CoE Cocoa FRC UGM, Sang Norma Lintang A., S.T., M.T.

Melalui kegiatan ini, Sekolah Vokasi UGM memiliki harapan untuk mendorong lebih banyak perguruan tinggi dalam mengembangkan Teaching Factory yang efisien, profesional, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Upaya ini sejalan dengan tujuan SDGs dalam mendukung pendidikan berkualitas yang inklusif, setara, serta membuka peluang pembelajaran sepanjang hayat bagi semua kalangan.

Webinar ini turut menekankan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan, sektor industri, dan lembaga pemerintah guna menciptakan ekosistem yang mendorong diversifikasi industri serta inovasi di bidang pendidikan vokasi. Kolaborasi antar pemangku kepentingan diharapkan dapat membangun kerangka kerja yang kokoh untuk memperluas akses pendidikan dan menyiapkan lulusan menghadapi tantangan masa depan.

Sebagai kesimpulan, inisiatif dari CoE Cocoa FRC UGM ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan praktik pendidikan yang berkelanjutan di Indonesia, dengan memastikan bahwa pelatihan vokasi tetap relevan dan adaptif terhadap dinamika kebutuhan industri.

Meningkatkan Mutu Produk Buah Naga Merah Melalui Teknologi Ramah Lingkungan

AgendaInformasi TerkiniRiset Tuesday, 24 December 2024

Dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), penelitian tentang pengaruh buah naga merah terhadap mutu produk kering-beku menawarkan solusi inovatif untuk mengatasi tantangan dalam sektor pertanian. Penelitian ini fokus pada pengembangan produk pangan berkualitas tinggi dengan metode pengeringan beku ( freeze dry ) yang ramah lingkungan.

Buah naga merah, yang merupakan salah satu komoditas unggulan di Banyuwangi, Jawa Timur, memiliki umur simpan pendek akibat kerentanannya terhadap kerusakan mikrobiologis. Penelitian yang dilakukan oleh Fahrizal Yusuf Affandi bersama tim dari Sekolah Vokasi UGM ini mengidentifikasi umur panen optimal dan parameter operasional terbaik untuk menghasilkan buah naga kering-beku berkualitas tinggi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat kematangan tidak mempengaruhi kadar air atau betasianin, hasil optimal dicapai dengan mempertimbangkan kekerasan tekstur dan warna produk akhir. Dengan memanfaatkan metode non-termal ini, pengeringan beku mampu mempertahankan tekstur dan warna alami buah, mendukung target SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengurangan limbah pangan.

Inovasi ini juga berpotensi meningkatkan pendapatan petani dan daya saing produk lokal di pasar internasional, sejalan dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Langkah ini mempertegas pentingnya sinergi antara penelitian dan pemberdayaan masyarakat untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.

Sumber:

Data diadaptasi dari Prosiding SNTT 2024 oleh Fahrizal Yusuf Affandi dan tim.

Sosialisasi Pembibitan Unggul dan Pengembangan Produk Olahan Bawang Merah Dongkrak Kualitas Petani di Demangrejo

AgendaInformasi Terkini Friday, 15 November 2024

Sentolo, Kulonprogo – Tim Dosen Prodi Pengembangan Produk Agroindustri, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada sukses menggelar sosialisasi pembibitan unggul dan pengembangan produk olahan bawang merah di Kalurahan Demangrejo pada kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung selama Mei – November 2024. Kegiatan yang menyasar kelompok tani bawang merah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas petani.

Tim dosen yang dibantu oleh Badan Standardisasi Instrumen Pertanian Yogyakarta memberikan pemahaman komprehensif kepada petani mengenai teknik pembibitan unggul, mulai dari pemilihan bibit unggul, persiapan lahan, hingga perawatan bibit. Selain itu, sosialisasi juga mencakup pengenalan berbagai jenis produk olahan bawang merah, khususnya pasta bawang merah yang memiliki potensi pasar yang menjanjikan.

Peserta sangat antusias dengan kegiatan ini karena menjadi lebih paham tentang cara menghasilkan bibit bawang merah yang berkualitas dan peluang untuk mengembangkan produk olahan. Hasil sosialisasi menunjukkan peningkatan pemahaman para peserta. Tingkat pemahaman petani mengenai teknik budidaya bawang merah yang baik meningkat secara signifikan. Mereka kini lebih memahami pentingnya pemilihan bibit unggul, perawatan yang tepat, serta pencegahan penyakit. Selain itu, minat kelompok tani wanita untuk mengembangkan produk olahan bawang merah juga semakin besar.

“Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari antusiasme masyarakat Demangrejo,” ungkap Sang Norma Lintang Asmara, S.T., M.T., Ketua Tim Pengabdian. “Mereka sangat aktif bertanya dan berdiskusi. Ini menunjukkan bahwa mereka sangat serius dalam mengoptimalkan pertanian bawang merah setempat.”

  

Menanggapi antusiasme petani, tim dosen berencana untuk melanjutkan kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan fokus pada praktik langsung di lahan dan pelatihan pembuatan produk olahan bawang merah hingga siap dipasarkan. Harapannya, melalui kegiatan ini, petani di Demangrejo dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya. Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berupaya mewujudkan SDG’s Nomor 2 dengan meningkatkan ketahanan pangan dan SDG’s Nomor 12 dengan mempromosikan praktik pertanian yang berkelanjutan.

Sekolah Vokasi UGM berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan masyarakat, salah satunya di sektor pertanian. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini, diharapkan dapat tercipta petani yang mandiri dan produktif.

 

Penguatan Literasi Keuangan, Wujudkan Wirausaha Difabel yang Berkelanjutan

AgendaInformasi TerkiniInspirasi Kewirausahaan Tuesday, 22 October 2024

Dalam usaha berkontribusi mewujudkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Naik Kelas, Tim Pengabdian Masyarakat Desa Binaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) 2024 yang dipimpin oleh Anjar Ruspita Sari, S.T.P., M.Sc., menyelenggarakan pelatihan terkait Pengelolaan Keuangan. Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh perwakilan dari Kelompok Difabel Kalurahan (KDK) Santika, tetapi juga diikuti oleh peserta dari berbagai kelompok masyarakat seperti KWT Mawar, KWT Bunda Mandiri, Pupuk Organik Degung, Desa Prima, Jamur Crispy Nglotak, Mekar Sari Nglotak, UPPKS Degung, Kelompok Sereinity Kalipeten, Kelompok Nila Lestari Ngrandu, dan UPPKS Kue.

Sesi pelatihan dibagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama berfokus pada Literasi Keuangan untuk Usaha Kecil, yang disampaikan oleh Ibu Wuri Handayani, S.E., Ak., M.Si., M.A., Ph.D. dari Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Sesi ini memberikan wawasan tentang pemisahan keuangan usaha dan penentuan biaya produksi, memungkinkan UKM untuk menerapkan manajemen keuangan yang efektif dan lebih memahami biaya produksi. Pengetahuan ini sangat penting bagi para wirausaha difabel untuk berkembang di pasar yang kompetitif dan memastikan keberlanjutan usaha mereka.

 

Bagian kedua pelatihan dipimpin oleh Dr. Faiz Zamzami, S.E., M.Acc., QIA., CMA., CAPM., CAPF., CRA., CACP dari Program Studi Akuntansi Sektor Publik, Sekolah Vokasi UGM. Ia membahas Membangun Motivasi dan Strategi untuk Keberhasilan UKM sebagai kiat untuk mewujudkan wirausaha tangguh. Wawasan yang diberikan bertujuan untuk memberdayakan peserta dalam mengembangkan strategi bisnis yang kuat untuk menghadapi tantangan pasar.

 

Sugeng Nugroho, kepala desa Kaliagung, menyatakan dukungannya yang kuat terhadap program ini, menyoroti kesesuaiannya dengan inisiatif lokal untuk menanam tanaman benguk, yang bertujuan menciptakan lumbung benguk yang berkelanjutan di Kaliagung. Desa telah mengalokasikan dana untuk mendukung penanaman benguk di area seluas 27 hektar dan menyediakan pupuk organik. Inisiatif ini diharapkan dapat memastikan bahwa sumber pangan khas lokal, Koro Benguk, dapat diproduksi secara mandiri. Sugeng menekankan bahwa upaya ini sangat penting untuk membangun semangat wirausaha yang tangguh di Kaliagung, terutama saat desa bersiap untuk menjadi destinasi wisata di masa mendatang.

Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada manajemen keuangan tetapi juga menekankan pentingnya kolaborasi komunitas dalam meningkatkan kemampuan para wirausaha lokal. Peserta didorong untuk berbagi pengalaman dan tantangan mereka, menciptakan lingkungan yang mendukung untuk belajar dan berkembang. Pendekatan kolaboratif ini sangat penting untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan pekerjaan layak untuk semua.

Acara ini merupakan bukti komitmen UGM dan masyarakat lokal dalam membangun ekosistem yang mendukung wirausaha berkelanjutan. Dengan dukungan dan kolaborasi yang berkelanjutan, Kaliagung siap menjadi model bagi desa-desa lain yang ingin meningkatkan ekonomi lokal mereka melalui pemberdayaan UKM.

12

Recent Posts

  • Pengumuman Hasil Evaluasi Tata Pamong dan Tata Kelola UTS
  • Pengumuman Hasil Evaluasi Tata Pamong dan Tata Kelola UAS
  • Pengumuman Hasil Evaluasi Perkuliahan dan Ujian Akhir Semester
  • Pengumuman Hasil Evaluasi Perkuliahan Tahun Akademik 2021/2022
  • PPA Laksanakan Kunjungan Industri untuk Penguatan Penelitian, Pengajaran, dan Hilirisasi Produk

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!
  2. SITI ZULAIKHA on Pengembangan Produk Agroindustri
  3. Anung Solo on Kurikulum
  4. Wisnu Hari Murti on Kurikulum
  5. esklapasawit on Peneriman Mahasiswa
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Sarjana Terapan
Pengembangan Produk Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
Jl. Yacaranda, Sekip Unit II
Yogyakarta, Indonesia 55281
Email: agroindustri-sv@ugm.ac.id
Telp.: (0274) 556771

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY