Universitas Gadjah Mada Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang
    • Sarjana Terapan Pengembangan Produk Agroindustri
    • Profil Lulusan
    • Prestasi Mahasiswa
    • Dosen
    • Teknisi Laboratorium
  • Pendidikan
    • Kurikulum
  • Riset
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Kemahasiswaan
  • Berita
  • Unduh
  • FAQ
  • Beranda
  • Agenda
  • page. 2
Arsip:

Agenda

Mini Expo Inovasi Produk PPA Angkatan 2022: Wadah Apresiasi dan Eksplorasi Inovasi Mahasiswa

AgendaInformasi TerkiniKegiatan Mahasiswa Saturday, 27 December 2025

Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri (PPA) Universitas Gadjah Mada secara resmi menyelenggarakan Mini Expo Inovasi Produk sebagai ruang apresiasi bagi mahasiswa angkatan 2022 dalam menampilkan prototipe hasil pengembangan produk. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian workshop dan praktikum pengembangan produk yang telah dilaksanakan selama semester berjalan.

Mini Expo Inovasi Produk dilaksanakan pada Selasa, 2 Desember 2025, bertempat di Lobi Gedung Soeparwi, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV) UGM, mulai pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. Acara ini diikuti oleh beberapa kelompok mahasiswa PPA angkatan 2022 yang menampilkan beragam inovasi produk pangan hasil eksplorasi dan proses pembelajaran mereka.

Berbagai prototipe inovatif dipamerkan dalam kegiatan ini, antara lain cokelat heat resistance, produk turunan berbasis mocaf, serta olahan hortikultura. Setiap kelompok menghadirkan konsep produk yang berbeda, baik dari segi formulasi, karakteristik produk, maupun target pasar. Pengunjung dapat melihat langsung prototipe yang dipamerkan, berdiskusi dengan pengembang produk, serta mencoba tester yang disediakan secara terbatas.

Antusiasme pengunjung terlihat dari interaksi aktif selama pameran berlangsung, termasuk partisipasi dalam sesi diskusi dan voting untuk produk favorit. Hal ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam memperkenalkan produk kepada publik, menerima masukan konstruktif, serta menguji ketertarikan pasar terhadap inovasi yang mereka kembangkan.

Secara keseluruhan, Mini Expo Inovasi Produk tidak hanya berfungsi sebagai ajang pamer ide, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Kegiatan ini mampu mengasah kemampuan teknis dalam pengembangan produk sekaligus memperkuat soft skills seperti komunikasi, promosi, analisis kebutuhan pasar, dan kerja sama tim. Melalui expo ini, mahasiswa PPA diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pengembangan produk agroindustri di dunia nyata.

Kopi Organik Robusta Sleman: Dari Cita Rasa Unggul Menuju Kesejahteraan Petani

Agenda Friday, 31 October 2025

Di perbukitan subur Cangkringan, Sleman, sebuah transformasi terjadi dalam dunia produksi kopi. Para petani lokal, yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Tunggaksemi, telah mengadopsi praktik pertanian organik untuk membudidayakan kopi Robusta. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk memproduksi kopi berkualitas tinggi tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan para petani yang terlibat.

Kopi organik didefinisikan sebagai kopi yang ditanam tanpa menggunakan bahan kimia sintetis seperti pestisida atau pupuk buatan. Sebaliknya, kopi organik mengandalkan metode pertanian organik yang menjaga kesuburan tanah dan mempromosikan ekosistem yang sehat. Kopi Robusta yang diproduksi di Sleman adalah bukti pendekatan berkelanjutan ini, menunjukkan potensi pertanian organik dalam meningkatkan kualitas produk dan kesejahteraan petani.

Salah satu fitur unggulan dari kopi Robusta organik adalah senyawa bioaktifnya, terutama asam klorogenat dan trigonelline. Senyawa-senyawa ini berkontribusi pada profil rasa unik kopi, yang sering kali lebih kompleks dibandingkan dengan kopi yang ditanam secara konvensional. Selain itu, kopi organik biasanya memiliki kandungan kafein yang lebih rendah, menjadikannya pilihan yang lebih disukai bagi banyak penggemar kopi yang mencari pengalaman yang lebih ringan.

Manfaat pertanian organik melampaui sekadar kopi itu sendiri. Praktik yang terkait dengan pertanian organik menghasilkan tanah yang lebih sehat, yang ditunjukkan dengan kandungan bahan organik yang lebih tinggi dan struktur tanah yang lebih baik. Ini tidak hanya meningkatkan kualitas kopi yang dihasilkan tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan keseluruhan ekosistem pertanian. Tanah yang sehat sangat penting untuk produktivitas pertanian jangka panjang dan kesehatan lingkungan.

Lebih jauh lagi, pergeseran menuju produksi kopi organik memiliki potensi untuk secara signifikan meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut. Dengan fokus pada metode organik, para petani dapat meminta harga yang lebih tinggi untuk produk mereka, karena konsumen semakin bersedia membayar lebih untuk produk organik. Peningkatan pendapatan ini dapat mengarah pada kondisi hidup yang lebih baik, pendidikan, dan perawatan kesehatan bagi para petani dan keluarga mereka.

Dukungan komunitas memainkan peran penting dalam keberhasilan inisiatif ini. Kelompok Wanita Tani Tunggaksemi telah membangun rasa solidaritas di antara anggotanya, mendorong berbagi pengetahuan dan kolaborasi. Upaya kolektif ini tidak hanya memperkuat posisi petani di pasar tetapi juga meningkatkan ketahanan mereka terhadap fluktuasi ekonomi.

Seiring dengan meningkatnya permintaan untuk produk organik secara global, masa depan tampak menjanjikan bagi para petani Sleman. Komitmen mereka terhadap produksi kopi organik sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam mempromosikan pertanian berkelanjutan dan memastikan penghidupan yang layak bagi komunitas pedesaan. Dengan memprioritaskan metode organik, para petani Cangkringan tidak hanya meningkatkan kehidupan mereka sendiri tetapi juga berkontribusi pada planet yang lebih sehat.

Inovasi Pengolahan Salak Pondoh dalam Mewujudkan Produksi Pangan yang Bertanggung Jawab

AgendaPengabdian Tuesday, 28 October 2025

Kecamatan Turi, Sleman, merupakan kawasan penghasil salak pondoh utama di Yogyakarta. Setiap panen raya, buah salak yang dihasilkan melimpah, namun tidak seluruhnya terserap oleh pasar. Sebagian buah yang tidak terjual berpotensi menjadi limbah dan menurunkan nilai ekonomi bagi petani. Kondisi ini mendorong tim dosen Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada yang diketuai oleh Dr. Wildan Fajar Bachtiar, S.T., M.S. untuk melakukan penelitian mengenai pemanfaatan hasil panen salak melalui inovasi produk keripik salak dengan teknologi vacuum frying.

Penelitian ini melibatkan analisis dari aspek pasar, teknis produksi, hingga efisiensi proses untuk menilai potensi usaha yang berkelanjutan. Pengolahan dilakukan melalui tahapan pengupasan, pemotongan, pembekuan, penggorengan, penirisan minyak, dan pengemasan. Proses penggorengan dengan tekanan rendah sekitar –68 cmHg selama 90 menit terbukti menghasilkan keripik yang lebih renyah, tidak berminyak, dan tetap mempertahankan cita rasa asli buah salak. Teknologi ini juga mendukung pemanfaatan bahan baku secara optimal dan mengurangi potensi limbah selama produksi.

Sumber: Dokumentasi Peneliti
Gambar 1. Keripik Salak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal, tetapi juga menggambarkan penerapan proses produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Pemanfaatan buah yang sebelumnya berisiko terbuang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi menunjukkan penerapan prinsip zero waste dalam pengolahan hasil pertanian. Oleh karena itu, proses produksi tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan sumber daya dan pengurangan dampak lingkungan.

Hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) yang menekankan pentingnya pola produksi yang efisien, minim limbah, dan berkelanjutan. Melalui penerapan teknologi tepat guna dan pemanfaatan hasil panen lokal, inovasi keripik salak diharapkan dapat menjadi contoh penerapan praktik agroindustri yang berorientasi pada keberlanjutan sekaligus memperkuat daya saing produk pangan daerah.

CoE Cocoa FRC UGM Perkuat Teaching Factory Melalui Webinar Nasional

AgendaInformasi Terkini Monday, 2 June 2025

Sleman, 16 Mei 2025 – Dalam upaya mendukung penguatan pembelajaran vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri, Center of Excellence Cocoa FRC UGM menyelenggarakan Webinar Nasional bertema “Strategi Implementasi dan Tata Kelola Teaching Factory di Pendidikan Tinggi” pada Senin, 16 Mei 2025 melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya yang menitikberatkan pada peningkatan akses pendidikan dan pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan.

Lebih dari 30 peserta berpartisipasi dalam kegiatan ini, mencakup dosen, pengelola program studi, manajer Learning Center, serta tenaga pendidik dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Acara dibuka secara resmi oleh Dr. Wiryanta, S.T., M.T., selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara proses pembelajaran dan aktivitas produksi guna menghasilkan lulusan vokasi yang andal dan siap terjun ke dunia industri.

Pembukaan oleh Dr. Wiryanta, S.T., M.T., selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi

Pada sesi utama, dua narasumber diundang untuk menyampaikan perspektif strategis dan teknis. Narasumber pertama, Dr. Fajriyati Mas’ud, S.T.P., M.Si., selaku Koordinator Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Kimia Industri di Politeknik Ujung Pandang, membawakan materi berjudul “Integrasi Teaching Factory dalam Problem-Based Learning (PBL).” Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa integrasi antara TeFa dan PBL mampu menciptakan suasana belajar yang lebih relevan dan menantang, serta turut mengembangkan soft skill mahasiswa seperti kemampuan bekerja sama dan menyelesaikan masalah.

Narasumber pertama, Dr. Fajriyati Mas’ud, S.T.P., M.Si., selaku Koordinator Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Kimia Industri di Politeknik Ujung Pandang

Narasumber kedua, Prof. Dr. Ir. H. Darmawan, M.P., yang menjabat sebagai Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan periode 2016–2025, membawakan materi berjudul “Tata Kelola Teaching Factory dan Penyusunan Dokumen Pendukung.” Dalam pemaparannya, beliau menyoroti pentingnya keberadaan dokumen formal, seperti SNI yang merujuk pada standar ISO, serta penerapan proses bisnis yang terstruktur dalam implementasi Teaching Factory.

Narasumber kedua, Prof. Dr. Ir. H. Darmawan, M.P., selaku Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan periode 2016–2025

Sesi tanya jawab berlangsung dengan antusias, di mana peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar pengalaman nyata dalam pengelolaan Teaching Factory yang berkelanjutan dan selaras dengan kebutuhan industri. Diskusi yang terjalin selama webinar turut mendorong terjadinya pertukaran gagasan serta praktik-praktik unggulan antar peserta.

“Saya berharap kegiatan webinar tersebut tidak hanya bermanfaat bagi institusi, tapi juga sebagai upaya peningkatan kompetensi mahasiswa vokasi khususnya di PPA,” ungkap Koordinator CoE Cocoa FRC UGM, Sang Norma Lintang A., S.T., M.T.

Melalui kegiatan ini, Sekolah Vokasi UGM memiliki harapan untuk mendorong lebih banyak perguruan tinggi dalam mengembangkan Teaching Factory yang efisien, profesional, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Upaya ini sejalan dengan tujuan SDGs dalam mendukung pendidikan berkualitas yang inklusif, setara, serta membuka peluang pembelajaran sepanjang hayat bagi semua kalangan.

Webinar ini turut menekankan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan, sektor industri, dan lembaga pemerintah guna menciptakan ekosistem yang mendorong diversifikasi industri serta inovasi di bidang pendidikan vokasi. Kolaborasi antar pemangku kepentingan diharapkan dapat membangun kerangka kerja yang kokoh untuk memperluas akses pendidikan dan menyiapkan lulusan menghadapi tantangan masa depan.

Sebagai kesimpulan, inisiatif dari CoE Cocoa FRC UGM ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan praktik pendidikan yang berkelanjutan di Indonesia, dengan memastikan bahwa pelatihan vokasi tetap relevan dan adaptif terhadap dinamika kebutuhan industri.

Meningkatkan Mutu Produk Buah Naga Merah Melalui Teknologi Ramah Lingkungan

AgendaInformasi TerkiniRiset Tuesday, 24 December 2024

Dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), penelitian tentang pengaruh buah naga merah terhadap mutu produk kering-beku menawarkan solusi inovatif untuk mengatasi tantangan dalam sektor pertanian. Penelitian ini fokus pada pengembangan produk pangan berkualitas tinggi dengan metode pengeringan beku ( freeze dry ) yang ramah lingkungan.

Buah naga merah, yang merupakan salah satu komoditas unggulan di Banyuwangi, Jawa Timur, memiliki umur simpan pendek akibat kerentanannya terhadap kerusakan mikrobiologis. Penelitian yang dilakukan oleh Fahrizal Yusuf Affandi bersama tim dari Sekolah Vokasi UGM ini mengidentifikasi umur panen optimal dan parameter operasional terbaik untuk menghasilkan buah naga kering-beku berkualitas tinggi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat kematangan tidak mempengaruhi kadar air atau betasianin, hasil optimal dicapai dengan mempertimbangkan kekerasan tekstur dan warna produk akhir. Dengan memanfaatkan metode non-termal ini, pengeringan beku mampu mempertahankan tekstur dan warna alami buah, mendukung target SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengurangan limbah pangan.

Inovasi ini juga berpotensi meningkatkan pendapatan petani dan daya saing produk lokal di pasar internasional, sejalan dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Langkah ini mempertegas pentingnya sinergi antara penelitian dan pemberdayaan masyarakat untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.

Sumber:

Data diadaptasi dari Prosiding SNTT 2024 oleh Fahrizal Yusuf Affandi dan tim.

Sosialisasi Pembibitan Unggul dan Pengembangan Produk Olahan Bawang Merah Dongkrak Kualitas Petani di Demangrejo

AgendaInformasi Terkini Friday, 15 November 2024

Sentolo, Kulonprogo – Tim Dosen Prodi Pengembangan Produk Agroindustri, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada sukses menggelar sosialisasi pembibitan unggul dan pengembangan produk olahan bawang merah di Kalurahan Demangrejo pada kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung selama Mei – November 2024. Kegiatan yang menyasar kelompok tani bawang merah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas petani.

Tim dosen yang dibantu oleh Badan Standardisasi Instrumen Pertanian Yogyakarta memberikan pemahaman komprehensif kepada petani mengenai teknik pembibitan unggul, mulai dari pemilihan bibit unggul, persiapan lahan, hingga perawatan bibit. Selain itu, sosialisasi juga mencakup pengenalan berbagai jenis produk olahan bawang merah, khususnya pasta bawang merah yang memiliki potensi pasar yang menjanjikan.

Peserta sangat antusias dengan kegiatan ini karena menjadi lebih paham tentang cara menghasilkan bibit bawang merah yang berkualitas dan peluang untuk mengembangkan produk olahan. Hasil sosialisasi menunjukkan peningkatan pemahaman para peserta. Tingkat pemahaman petani mengenai teknik budidaya bawang merah yang baik meningkat secara signifikan. Mereka kini lebih memahami pentingnya pemilihan bibit unggul, perawatan yang tepat, serta pencegahan penyakit. Selain itu, minat kelompok tani wanita untuk mengembangkan produk olahan bawang merah juga semakin besar.

“Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari antusiasme masyarakat Demangrejo,” ungkap Sang Norma Lintang Asmara, S.T., M.T., Ketua Tim Pengabdian. “Mereka sangat aktif bertanya dan berdiskusi. Ini menunjukkan bahwa mereka sangat serius dalam mengoptimalkan pertanian bawang merah setempat.”

  

Menanggapi antusiasme petani, tim dosen berencana untuk melanjutkan kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan fokus pada praktik langsung di lahan dan pelatihan pembuatan produk olahan bawang merah hingga siap dipasarkan. Harapannya, melalui kegiatan ini, petani di Demangrejo dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya. Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berupaya mewujudkan SDG’s Nomor 2 dengan meningkatkan ketahanan pangan dan SDG’s Nomor 12 dengan mempromosikan praktik pertanian yang berkelanjutan.

Sekolah Vokasi UGM berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan masyarakat, salah satunya di sektor pertanian. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini, diharapkan dapat tercipta petani yang mandiri dan produktif.

 

Penguatan Literasi Keuangan, Wujudkan Wirausaha Difabel yang Berkelanjutan

AgendaInformasi TerkiniInspirasi Kewirausahaan Tuesday, 22 October 2024

Dalam usaha berkontribusi mewujudkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Naik Kelas, Tim Pengabdian Masyarakat Desa Binaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) 2024 yang dipimpin oleh Anjar Ruspita Sari, S.T.P., M.Sc., menyelenggarakan pelatihan terkait Pengelolaan Keuangan. Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh perwakilan dari Kelompok Difabel Kalurahan (KDK) Santika, tetapi juga diikuti oleh peserta dari berbagai kelompok masyarakat seperti KWT Mawar, KWT Bunda Mandiri, Pupuk Organik Degung, Desa Prima, Jamur Crispy Nglotak, Mekar Sari Nglotak, UPPKS Degung, Kelompok Sereinity Kalipeten, Kelompok Nila Lestari Ngrandu, dan UPPKS Kue.

Sesi pelatihan dibagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama berfokus pada Literasi Keuangan untuk Usaha Kecil, yang disampaikan oleh Ibu Wuri Handayani, S.E., Ak., M.Si., M.A., Ph.D. dari Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Sesi ini memberikan wawasan tentang pemisahan keuangan usaha dan penentuan biaya produksi, memungkinkan UKM untuk menerapkan manajemen keuangan yang efektif dan lebih memahami biaya produksi. Pengetahuan ini sangat penting bagi para wirausaha difabel untuk berkembang di pasar yang kompetitif dan memastikan keberlanjutan usaha mereka.

 

Bagian kedua pelatihan dipimpin oleh Dr. Faiz Zamzami, S.E., M.Acc., QIA., CMA., CAPM., CAPF., CRA., CACP dari Program Studi Akuntansi Sektor Publik, Sekolah Vokasi UGM. Ia membahas Membangun Motivasi dan Strategi untuk Keberhasilan UKM sebagai kiat untuk mewujudkan wirausaha tangguh. Wawasan yang diberikan bertujuan untuk memberdayakan peserta dalam mengembangkan strategi bisnis yang kuat untuk menghadapi tantangan pasar.

 

Sugeng Nugroho, kepala desa Kaliagung, menyatakan dukungannya yang kuat terhadap program ini, menyoroti kesesuaiannya dengan inisiatif lokal untuk menanam tanaman benguk, yang bertujuan menciptakan lumbung benguk yang berkelanjutan di Kaliagung. Desa telah mengalokasikan dana untuk mendukung penanaman benguk di area seluas 27 hektar dan menyediakan pupuk organik. Inisiatif ini diharapkan dapat memastikan bahwa sumber pangan khas lokal, Koro Benguk, dapat diproduksi secara mandiri. Sugeng menekankan bahwa upaya ini sangat penting untuk membangun semangat wirausaha yang tangguh di Kaliagung, terutama saat desa bersiap untuk menjadi destinasi wisata di masa mendatang.

Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada manajemen keuangan tetapi juga menekankan pentingnya kolaborasi komunitas dalam meningkatkan kemampuan para wirausaha lokal. Peserta didorong untuk berbagi pengalaman dan tantangan mereka, menciptakan lingkungan yang mendukung untuk belajar dan berkembang. Pendekatan kolaboratif ini sangat penting untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan pekerjaan layak untuk semua.

Acara ini merupakan bukti komitmen UGM dan masyarakat lokal dalam membangun ekosistem yang mendukung wirausaha berkelanjutan. Dengan dukungan dan kolaborasi yang berkelanjutan, Kaliagung siap menjadi model bagi desa-desa lain yang ingin meningkatkan ekonomi lokal mereka melalui pemberdayaan UKM.

Membangun Ekonomi Inklusif: Sinergi Perguruan Tinggi dan Komunitas Difabel sebagai Motor Penggerak Ekonomi Lokal

AgendaInformasi TerkiniInspirasi Kewirausahaan Wednesday, 9 October 2024

Prodi Pengembangan Produk Agroindustri bersinergi dengan Kelompok Difabel Kalurahan Kaliagung, Kulon Progo untuk mendukung pengembangan UMKM lokal. Inisiatif ini berfokus pada pendampingan perbaikan produksi dan pengelolaan keuangan yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing bisnis lokal. Program ini diketuai oleh Ibu Anjar Ruspita Sari, S.T.P., M.Sc., bersama dengan anggota tim yang terdiri dari Putri Rousan Nabila, S.T., M.T. (Prodi Pengembangan Produk Agroindustri, Sekolah Vokasi UGM), Dr. Faiz Zamzami, S.E., M.Acc., QIA., CMA., CAPM., CAPF.,CRA.,CACP (Prodi Akuntansi Sektor Publik, Sekolah Vokasi UGM), beserta Wuri Handayani, S.E., Ak., M.Si., M.A., Ph.D. (Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomikas dan Bisnis UGM). UMKM yang terlibat dalam program ini adalah Dapur Mucuna Chips, yang dikelola oleh Kelompok Difabel Kelurahan (KDK) Santika Kaliagung KDK Santika, yang merupakan akronim dari “Sanajan Alpita Nir Tikel ing Kaliagung” (meski memiliki kekurangan, tetap bermanfaat di Kaliagung). UMKM ini memproduksi keripik berbahan dasar kacang Kara Benguk yang merupakan produk khas lokal.

 

Sejak didirikan pada September 2023, Dapur Mucuna Chips berhasil memberdayakan komunitas difabel dengan menawarkan produk inovatif. Nama “Mucuna” berasal dari nama latin kacang kara benguk, bahan utama produk mereka. UMKM ini telah menunjukkan peranan dalam pemanfaatan komoditas lokal yang memiliki nilai tambah.

Mahasiswa Prodi Pengembangan Produk Agroindustri semester 4 yang terdiri dari Achmad Yoga Sundava, Muhammad Abdullah Muzaki, Woro Puspita,  Nara Husnal Aufa, Nabila Widalista Putri, dan Jihan Dzakiyyatun Habibah juga turut serta dalam program ini melalui kegiatan praktik kerja lapang. Kolaborasi ini menjadi contoh sinergi yang baik antara perguruan tinggi dan komunitas difabel yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif, selaras dengan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Winarno, perwakilan dari KDK Santika, mengungkapkan rasa terima kasih atas perbaikan yang dilakukan pada tata letak produksi, menyatakan, “Hasil perbaikan tata letak oleh adik-adik PKL sangat bermanfaat bagi kami. Ketika kami memiliki program perbaikan Dapur Mucuna, kami langsung menerapkannya.”

Dapur Mucuna Chips juga mendapatkan dukungan dari Dana Keistimewaan Yogyakarta dan Bank Syariah Indonesia yang mendukung dalam hal perbaikan infrastruktur dan pemutakhiran fasilitas produksi. Program ini tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga mendukung inklusivitas dengan memberdayakan kelompok difabel, menjadikannya model yang dapat diadopsi oleh UMKM lain di daerah tersebut.

Pelatihan yang disampaikan pada 7 September disampaikan oleh Ibu Putri Rousan Nabila, S.T., M.T. tentang aturan label kemasan sesuai BPOM No 20 tahun 2021, serta Ibu Anjar Ruspita Sari, S.T.P., M.Sc. tentang Prinsip Umum Higiene Pangan SNI CAC/RCP 1:2011. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas difabel di Kulon Progo menjadi sinar harapan untuk pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Dengan memberdayakan UMKM seperti Dapur Mucuna Chips, inisiatif ini membuka jalan menuju masa depan yang lebih inklusif dan sejahtera bagi semua.

Tim Pengabdian PPA SV UGM Mengoptimalkan Potensi Pertanian Lokal Bawang Merah di Kulon Progo untuk mendukung SDGs nomor 8 dan 17 

AgendaInformasi Terkini Tuesday, 24 September 2024

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada melaksanakan program lanjutan yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi bawang merah di Kelurahan Demangrejo, Sentolo, Kulon Progo. Pengabdiaan yang diketuai oleh Sang Norma Lintang Asmara, S.T., M.T. ini beranggotakan Galih Kusuma Aji, S.T.P., M.Agr., PhD., Dr.Eng Annie Mufyda Rahmatika, S.T., M.T., Anjar Ruspita Sari, S.T.P., M.Sc., Wildan Fajar Bachtiar, S.T., M.S., Dr. Fahrizal Yusuf Affandi, S.T.P., M.Sc., Putri Rousan Nabila, S.T., M.T., dan Sonia Dora Febri Esa, S.T.P., M.Sc. Terdapat dua agenda utama pada pengabdian yang didanai oleh Sekolah Vokasi UGM ini, yakni sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan dilaksanakan sejak Juni hingga November 2024 dengan mendatangkan masyarakat sekitar yang terdiri dari Gabungan Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani (Kelompok Desa Prima). 

“Pengabdian masyarakat di Kelurahan Demangrejo ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para petani untuk melakukan budidaya yang tepat pada komoditas bawang merah, meningkatkan pengetahuan tentang pengembangan produk olahan bawang merah, serta menciptakan satu produk olahan yang dapat dijadikan sebagai produk unggulan disana”, ujar Sang Norma Lintang Asmara, Jum’at (20/9). 

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi pembibitan bawang merah dan sosialisasi pengembangan produk bawang merah yang dilaksanakan di Balai Keluragan Demangrejo dan dihadiri oleh 20 perwakilan kelompok tani. Rangkaian selanjutnya adalah pelatihan budidaya bawang merah di lahan pertanian setempat dan pelatihan pembuatan produk olahan bawang merah di Gedung Field Research Center UGM. Tim PkM turut menghadirkan narasumber dari Badan Standardisasi Instrumen Pertanian Yogyakarta guna memberikan wawasan terkait pembibitan dan pelatihan budidaya bawang merah. Serangkaian kegiatan ini sangat disambut baik oleh masyarakat setempat. Mereka mengharapkan adanya pelatihan dan pendampingan lanjutan agar diperoleh hasil yang maksimal pada hasil budidaya dan pembuatan olahan bawang merah disana.    

Melalui program ini, Tim Pengabdian Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada berkomitmen untuk terus memberikat kontribusi nyata pada pengembangan desa sebagai wujud partisipasi dalam SDGs nomor 8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta nomor 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. 

Pelatihan Penyusunan Label Kemasan Pangan pada Kelompok Usaha di Kaliagung

AgendaInformasi TerkiniInspirasi Kewirausahaan Sunday, 22 September 2024

*Kaliagung, Sentolo, Kulon Progo – 7 September 2024* – Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan perlindungan konsumen, sebuah sesi pelatihan tentang penyusunan label kemasan pangan diadakan untuk kelompok usaha lokal di Kaliagung. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen yang lebih luas terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya yang berfokus pada ketahanan pangan dan kesadaran konsumen. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali produsen pangan dengan pengetahuan yang diperlukan untuk membuat label kemasan yang efektif dan sesuai.

Pentingnya memahami label kemasan pangan tidak dapat dipandang sebelah mata. Label memiliki dua fungsi: tidak hanya sebagai alat promosi untuk memperkenalkan produk kepada konsumen, tetapi juga sebagai sumber informasi penting yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan keamanan produk pangan. Para produsen harus menyadari risiko yang mungkin timbul akibat informasi yang menyesatkan atau tidak jelas pada kemasan, yang dapat membahayakan keselamatan konsumen.

Selama pelatihan, peserta diberikan pemahaman tentang unsur-unsur penting dalam label pangan dan tujuan di balik setiap komponen. Sesi ini dipimpin oleh seorang ahli yang menyajikan materi dengan cara yang menarik, memastikan bahwa semua peserta dapat memahami aspek-aspek kritis dari penyusunan label pangan. Pelatihan ini menekankan perlunya transparansi dan akurasi dalam informasi pangan, sejalan dengan tujuan SDGs untuk memastikan sistem pangan yang berkelanjutan.

Untuk memberikan wawasan praktis, pembicara menunjukkan contoh-contoh kemasan pangan yang memenuhi Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 20 tahun 2021 tentang Label Pangan Olahan. Perbandingan ini memungkinkan peserta untuk melihat secara langsung seperti apa kemasan yang sesuai dan memahami pentingnya mematuhi standar regulasi.

Di awal dan akhir pelatihan, anggota kelompok KDK Santika mengikuti kuis yang dirancang untuk mengukur pemahaman mereka tentang unsur-unsur label pangan. Pendekatan interaktif ini tidak hanya melibatkan peserta tetapi juga memberikan indikasi yang jelas tentang kemajuan belajar mereka selama sesi. Kuis ini menyoroti area di mana klarifikasi lebih lanjut diperlukan, memastikan bahwa semua peserta meninggalkan pelatihan dengan pemahaman yang solid tentang topik tersebut.

Pelatihan ini diterima dengan baik, dengan banyak peserta mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan untuk belajar tentang penyusunan label pangan. Mereka menyadari bahwa penyusunan label yang tepat sangat penting untuk melindungi konsumen dari informasi yang tidak akurat dan menyesatkan tentang pangan olahan. Dengan memahami regulasi dan praktik terbaik, para produsen dapat meningkatkan penawaran produk mereka dan berkontribusi pada tujuan ketahanan pangan secara keseluruhan di wilayah tersebut.

Saat pelatihan berakhir, peserta didorong untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam bisnis mereka masing-masing. Harapannya, inisiatif ini akan mengarah pada praktik penyusunan label pangan yang lebih baik di seluruh Kaliagung, yang pada akhirnya akan menguntungkan konsumen dan mendorong budaya transparansi dalam industri pangan.

Pelatihan tentang penyusunan label kemasan pangan di Kaliagung merupakan langkah signifikan menuju pencapaian ketahanan pangan dan perlindungan konsumen. Dengan memberdayakan produsen lokal dengan pengetahuan dan alat yang diperlukan untuk penyusunan label yang efektif, inisiatif ini sejalan dengan SDGs dan mempromosikan komunitas yang lebih sehat dan lebih terinformasi.

123

Recent Posts

  • Tingkatkan Efisiensi Pengemasan, Mahasiswa Magang Lakukan Analisis OEE di Bogasari Flour Mills
  • Terjun ke Lini Produksi Mondelez, Mahasiswa Dalami Kualitas Produk dan Efisiensi Manufaktur Pangan
  • Mahasiswa PPA UGM Pelajari Riset Pasar dan Pengembangan Produk Bersama Praktisi dari Nestlé
  • Persiapkan Kurikulum Terbaru, PPA Bekali Mahasiswa Angkatan 2024 Hadapi Program Magang di Industri 
  • Inovasi Hijau UGM: Sulap Limbah Sekam Padi Menjadi Bioplastik Kemasan Pangan Berkelanjutan

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!
  2. SITI ZULAIKHA on Pengembangan Produk Agroindustri
  3. Anung Solo on Kurikulum
  4. Wisnu Hari Murti on Kurikulum
  5. esklapasawit on Peneriman Mahasiswa
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Sarjana Terapan
Pengembangan Produk Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
Jl. Yacaranda, Sekip Unit II
Yogyakarta, Indonesia 55281
Email: agroindustri-sv@ugm.ac.id
Telp.: (0274) 556771

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY