Universitas Gadjah Mada Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang
    • Sarjana Terapan Pengembangan Produk Agroindustri
    • Profil Lulusan
    • Prestasi Mahasiswa
    • Dosen
    • Teknisi Laboratorium
  • Pendidikan
    • Kurikulum
  • Riset
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Kemahasiswaan
  • Berita
  • Unduh
  • FAQ
  • Beranda
  • Pengabdian
Arsip:

Pengabdian

Pengembangan UMKM Berbasis Potensi Lokal: Branding dan Sterilisasi Produk Pasta Bawang

Pengabdian Friday, 28 November 2025

Wates, Kulon Progo (16 Oktober 2025) – Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri (PPA) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pengembangan UMKM Berbasis Potensi Lokal: Branding dan Sterilisasi Produk Pasta Bawang” di Field Research Center (FRC) SV UGM Wates, Kulon Progo. Pengabdian beranggotakan seluruh dosen prodi PPA yang sudah masuk di tahun ke 3. Kegiatan ini menjadi bentuk solusi atas permasalahan yang dihadapi Kelompok Wanita Tani (KWT) Amrih Makmur Desa Demangrejo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulonprogo. Pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi peserta pengabdian dalam memproduksi pasta bawang merah yang berkualitas serta tahan lama dan memberi informasi tentang branding produk.

Acara dibuka oleh Master of Ceremony (MC) dengan pembacaan doa bersama sebagai wujud rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan. Sambutan pertama disampaikan oleh Galih Kusuma Aji, S.T.P., M.Agr., Ph.D., selaku Kaprodi Pengembangan Produk Agroindustri, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan pelaku UMKM dalam menciptakan inovasi berbasis potensi lokal. Pengabdian ini juga dihadiri oleh Gunawan selaku Lurah Demangrejo, beliau memberikan sambutan positif atas kolaborasi dalam kegiatan ini agar dapat meningkatkan perekonomian dan wawasan warga desa. Selanjutnya, Bu Ismi, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Demangrejo, turut memberikan sambutan dan apresiasi atas inisiatif kegiatan ini yang diharapkan dapat membantu peningkatan mutu serta daya saing produk olahan pangan mereka.

Kegiatan ini diketuai oleh Putri Rousan Nabila, S.T., M.T., selaku Koordinator Pelaksana Pengabdian. Di bawah koordinasinya, kegiatan disusun secara sistematis dengan menggabungkan pendekatan teoritis dan praktik langsung agar peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif.

Terdapat dua pemateri dalam kegiatan pengabdian ini yang merupakan dosen prodi PPA. Sesi pertama disampaikan oleh Satria Bhirawa Anoraga, S.T.P., M.Sc., yang membawakan materi “Strategi Branding Produk UMKM”. Peserta diajak memahami pentingnya identitas merek, desain kemasan yang menarik, serta strategi komunikasi visual untuk meningkatkan nilai jual dan kepercayaan konsumen. Dilanjutkan dengan sesi kedua oleh Sonia Dora Febri Esa, S.T.P., M.Sc., yang membahas “Sterilisasi Produk Pasta Bawang”. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada prinsip dasar sterilisasi, penerapan Good Manufacturing Practices (GMP), serta teknik pengolahan yang dapat menjaga kualitas dan memperpanjang umur simpan produk. Sesi ini juga dilengkapi dengan demonstrasi langsung proses sterilisasi, sehingga peserta dapat mempraktikkan teknik yang dipelajari secara nyata. Semua informasi yang disampaikan pada pengabdian ini adalah hasil terbaik dan maksimal dari rangkaian percobaan sebelumnya yang dilakukan oleh mahasiswa prodi PPA dengan arahan dosen yaitu Dr. Sri Wijanarti.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dan pelaku UMKM, khususnya anggota KWT Amrih Makmur, dapat meningkatkan keterampilan dalam mengembangkan produk olahan yang lebih higienis, tahan lama, dan memiliki daya jual tinggi.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara tim pelaksana, narasumber, dan peserta sebagai simbol kolaborasi nyata antara akademisi dan masyarakat dalam mewujudkan pengembangan agroindustri berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

Pendampingan Petani Kaliangkrik dalam Inovasi Produk Daun Bawang Kering

Pengabdian Tuesday, 28 October 2025

Fluktuasi harga daun bawang sering menjadi tantangan besar bagi petani di Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Saat panen melimpah, harga jual daun bawang bisa turun drastis hingga membuat petani mengalami kerugian. Di sisi lain, muncul peluang baru ketika beberapa industri pangan menawarkan kerja sama untuk menjadikan petani sebagai pemasok daun bawang kering—bahan tambahan yang digunakan dalam produk mie instan. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pengolahan membuat petani belum mampu memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh industri.

Melihat kondisi tersebut, tim peneliti dari Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, berinisiatif menjalin kerja sama dengan para petani Kaliangkrik untuk mengembangkan teknologi pengeringan daun bawang yang efisien dan sesuai standar industri. Kegiatan ini dimulai dengan Focus Group Discussion (FGD) di lapangan untuk memetakan permasalahan yang dihadapi petani serta potensi pengembangan produk bernilai tambah.

Gambar 1. Focus Group Discussion (FGD) Bersama Petani dan Perangkat Desa
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Sebagai tindak lanjut, para petani diundang ke laboratorium Sekolah Vokasi UGM untuk mengikuti pelatihan pengolahan daun bawang kering. Dalam pelatihan tersebut, petani diperkenalkan dengan alat cabinet dryer serta diajarkan bagaimana mengatur suhu, waktu pengeringan, dan perlakuan pendahuluan agar produk yang dihasilkan memiliki warna, aroma, dan kadar air yang sesuai dengan kebutuhan industri.


Gambar 2 dan 3. Kunjungan ke Laboratorium untuk Melaksanakan Praktik Langsung Penggunaan Cabinet Dryer
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Tidak berhenti sampai di situ, tim peneliti bersama perwakilan petani juga melakukan serangkaian pertemuan lanjutan untuk mengevaluasi hasil pelatihan, mendiskusikan strategi produksi berkelanjutan, serta menyiapkan langkah konkret agar produk daun bawang kering dari Kaliangkrik dapat menembus pasar industri.


Gambar 4. Diskusi dengan Petani
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Melalui kegiatan ini, Sekolah Vokasi UGM berkomitmen untuk terus menjadi mitra nyata bagi masyarakat, menjembatani hasil penelitian dan kebutuhan lapangan agar inovasi teknologi tepat guna dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat rantai pasok agroindustri lokal.

Inovasi Pengolahan Salak Pondoh dalam Mewujudkan Produksi Pangan yang Bertanggung Jawab

AgendaPengabdian Tuesday, 28 October 2025

Kecamatan Turi, Sleman, merupakan kawasan penghasil salak pondoh utama di Yogyakarta. Setiap panen raya, buah salak yang dihasilkan melimpah, namun tidak seluruhnya terserap oleh pasar. Sebagian buah yang tidak terjual berpotensi menjadi limbah dan menurunkan nilai ekonomi bagi petani. Kondisi ini mendorong tim dosen Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada yang diketuai oleh Dr. Wildan Fajar Bachtiar, S.T., M.S. untuk melakukan penelitian mengenai pemanfaatan hasil panen salak melalui inovasi produk keripik salak dengan teknologi vacuum frying.

Penelitian ini melibatkan analisis dari aspek pasar, teknis produksi, hingga efisiensi proses untuk menilai potensi usaha yang berkelanjutan. Pengolahan dilakukan melalui tahapan pengupasan, pemotongan, pembekuan, penggorengan, penirisan minyak, dan pengemasan. Proses penggorengan dengan tekanan rendah sekitar –68 cmHg selama 90 menit terbukti menghasilkan keripik yang lebih renyah, tidak berminyak, dan tetap mempertahankan cita rasa asli buah salak. Teknologi ini juga mendukung pemanfaatan bahan baku secara optimal dan mengurangi potensi limbah selama produksi.

Sumber: Dokumentasi Peneliti
Gambar 1. Keripik Salak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal, tetapi juga menggambarkan penerapan proses produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Pemanfaatan buah yang sebelumnya berisiko terbuang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi menunjukkan penerapan prinsip zero waste dalam pengolahan hasil pertanian. Oleh karena itu, proses produksi tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan sumber daya dan pengurangan dampak lingkungan.

Hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) yang menekankan pentingnya pola produksi yang efisien, minim limbah, dan berkelanjutan. Melalui penerapan teknologi tepat guna dan pemanfaatan hasil panen lokal, inovasi keripik salak diharapkan dapat menjadi contoh penerapan praktik agroindustri yang berorientasi pada keberlanjutan sekaligus memperkuat daya saing produk pangan daerah.

Membuka Masa Depan Generasi Muda Temanggung: Penandatanganan MoU Kerjasama Sekolah Vokasi & SMKN 01 Temanggung

Informasi TerkiniPengabdian Tuesday, 4 February 2020

[masterslider id=”1″]

Recent Posts

  • Kegiatan Temu Alumni PPA: Menjembatani Kurikulum Akademik dan Kebutuhan Dunia Kerja
  • Mini Expo Inovasi Produk PPA Angkatan 2022: Wadah Apresiasi dan Eksplorasi Inovasi Mahasiswa
  • Pengembangan UMKM Berbasis Potensi Lokal: Branding dan Sterilisasi Produk Pasta Bawang
  • Kopi Organik Robusta Sleman: Dari Cita Rasa Unggul Menuju Kesejahteraan Petani
  • Transformasi Sensoris Kopi Robusta Sleman Melalui Perlakuan Roasting

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!
  2. SITI ZULAIKHA on Pengembangan Produk Agroindustri
  3. Anung Solo on Kurikulum
  4. Wisnu Hari Murti on Kurikulum
  5. esklapasawit on Peneriman Mahasiswa
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Sarjana Terapan
Pengembangan Produk Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
Jl. Yacaranda, Sekip Unit II
Yogyakarta, Indonesia 55281
Email: agroindustri-sv@ugm.ac.id
Telp.: (0274) 556771

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY