Hasil Tracer Study menunjukkan bahwa lulusan Program Studi D4 Pengembangan Produk Agroindustri angkatan 2020 – 2021 memiliki daya saing yang baik di dunia kerja. Sebagian besar lulusan bekerja pada perusahaan atau instansi berskala nasional maupun multinasional, yang mencerminkan tingginya kepercayaan dunia kerja terhadap kompetensi lulusan.

Gambar Visualisasi Hasil Tracer Study Lulusan PPA Angkatan 2020 dan 2021
Sebanyak 50% lulusan bekerja pada perusahaan/instansi nasional atau badan usaha berbadan hukum, sementara 41,7% bekerja pada perusahaan multinasional/internasional. Hanya 8,3% lulusan yang bekerja pada instansi atau usaha berskala lokal. Data ini menunjukkan bahwa 91,7% lulusan telah terserap di organisasi berskala nasional hingga internasional, yang menjadi indikator kuat daya saing lulusan di pasar kerja.
Dari sisi relevansi kompetensi, hasil tracer study juga menunjukkan bahwa kompetensi yang diperoleh selama masa studi dinilai sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Sebanyak 66,7% responden menilai kompetensi yang diperoleh memiliki tingkat relevansi sedang, 25% menilai sangat besar, dan 8,3% menilai besar. Tidak terdapat responden yang menilai relevansi kompetensi pada kategori rendah maupun sangat rendah.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kurikulum dan proses pembelajaran di Program Studi D4 Pengembangan Produk Agroindustri telah mampu membekali lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja. Tingginya proporsi lulusan yang bekerja pada organisasi berskala nasional dan internasional, serta penilaian positif terhadap relevansi kompetensi, menjadi bukti bahwa program studi terus menghasilkan lulusan yang adaptif, profesional, dan siap bersaing di berbagai sektor industri maupun pemerintahan.
Ringkasan capaian:
- 91,7% lulusan bekerja pada organisasi berskala nasional dan internasional.
- 50% bekerja di perusahaan/instansi nasional berbadan hukum.
- 41,7% bekerja di perusahaan multinasional/internasional.
- 100% lulusan menilai kompetensi yang diperoleh memiliki relevansi sedang hingga sangat besar terhadap pekerjaan.
- Tidak ada lulusan yang menilai kompetensi yang diperoleh memiliki relevansi rendah.
Penulis : Tim Media Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri











