



JAKARTA PUSAT – Komitmen sektor industri dalam memfasilitasi lahirnya sumber daya manusia (SDM) unggul masa depan kembali diwujudkan oleh PT Gambino Artisan Prima. Melalui program magang industri yang berlangsung dari 12 Januari hingga 15 Mei 2026, perusahaan yang bergerak di industri kopi artisan ini memberikan ruang bagi tiga mahasiswa Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri—Lantang, Rosyid, dan Widya—untuk mengaplikasikan ilmu akademik sekaligus mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs).
Kolaborasi ini menjadi perwujudan nyata dari kontribusi mitra industri dalam mendukung pilar SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pencetakan generasi profesional yang siap kerja.
Bertempat di fasilitas produksi PT Gambino Artisan Prima yang berlokasi di Jl. Kramat Baru No. 15, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, ketiga mahasiswa ini dilibatkan secara aktif di departemen pengendalian mutu atau Quality Control (QC).
Keterlibatan mereka secara langsung mendukung prinsip SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Di sini, sistem pengendalian mutu yang ketat dari perusahaan terbukti esensial untuk:
- QC Incoming: Melakukan validasi kualitas bahan baku di hulu.
- QC Finish Good: Mengecek mutu produk akhir sebelum dipasarkan.
- QC Packaging: Mengawasi kelayakan kemasan demi menjaga higienitas.
- QC Delivery: Memastikan produk tetap aman hingga tahap distribusi.
- QC Admin: Mendokumentasikan seluruh data jaminan mutu harian.
Melalui seluruh rangkaian ini, mahasiswa belajar bagaimana QC bertindak sebagai garda terdepan untuk mencegah kegagalan produksi sekaligus meminimalisasi limbah pangan (food waste).
Sebagai bentuk kontribusi nyata pada prinsip SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), ruang terbuka yang diberikan oleh PT Gambino Artisan Prima berhasil memicu lahirnya tiga proyek penelitian inovatif berbasis problem-solving dengan menerapkan metode QC 7 Tools:
- Rosyid: Melakukan analisis pengaruh metode hot brew dan cold brew terhadap pembentukan plak pada produk Monami Gula Aren.
- Widya: Membedah analisis kejadian pembentukan gumpalan pada leher dan mulut botol pada produk Monami Kesusu guna meningkatkan kelayakan konsumsi.
- Lantang: Meneliti analisis hubungan antara jumlah botol dan durasi retort terhadap kualitas organoleptik pada produk kopi latte varian Hazelnut Gambino Coffee.
“Pengalaman terjun langsung ke industri ini memberikan wawasan komprehensif yang jauh melampaui pembelajaran di ruang kelas. Kami menyadari bahwa divisi QC memegang peranan krusial sebagai pelindung konsumen,” ungkap perwakilan mahasiswa magang.
Program magang ini menjadi bukti nyata bahwa kemitraan strategis antara Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri dan PT Gambino Artisan Prima tidak hanya memberikan solusi bagi efisiensi operasional industri, tetapi juga melahirkan generasi profesional yang siap mendukung terwujudnya industri berkelanjutan di masa depan.
Penulis : Melany Ayudya
Editor : AMR
















