
Salatiga – Dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang industri pangan, dua mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Pengembangan Produk Agroindustri, yaitu Jane dan Alya, melaksanakan kegiatan magang di PT Charoen Pokphand Indonesia – Food Division Salatiga. Program ini berlangsung selama empat bulan, terhitung sejak 5 Januari hingga 8 Mei 2026. Kegiatan magang ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kurikulum akademik, tetapi juga sebagai implementasi nyata dalam mengintegrasikan teori dengan praktik industri, khususnya pada perusahaan pangan skala besar yang dikenal melalui produk olahannya seperti Fiesta.

Selama pelaksanaan magang, mahasiswa ditempatkan pada Divisi Quality Control dan Laboratorium, dengan fokus pada penguatan kompetensi di bidang pengendalian mutu (quality control). Mahasiswa terlibat langsung dalam aktivitas pengujian kualitas produk, yang mencakup evaluasi bahan baku, proses produksi, hingga produk akhir. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian produk terhadap standar mutu dan spesifikasi yang telah ditetapkan perusahaan, sekaligus berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dalam mendukung proses industri yang andal dan berstandar tinggi.
Selain itu, mahasiswa juga mempelajari dan mengimplementasikan Standard Operating Procedure (SOP) serta Good Manufacturing Practices (GMP) sebagai bagian dari sistem jaminan mutu dan keamanan pangan. Penerapan kedua aspek tersebut menjadi landasan penting dalam menjaga konsistensi kualitas produk di industri pangan, serta selaras dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui praktik produksi yang aman dan terkontrol.
Dalam aspek keamanan pangan (food safety), mahasiswa melakukan analisis menggunakan pendekatan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) pada produk nugget dan sosis untuk mengidentifikasi titik kendali kritis dalam proses produksi. Kegiatan ini dilengkapi dengan identifikasi potensi bahaya kerja melalui metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) sebagai bagian dari penerapan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Selain memperoleh pengalaman teknis, mereka juga mendapatkan manfaat dalam pengembangan relasi profesional serta wawasan yang lebih luas terkait produk dan sistem kerja di perusahaan berskala besar. Dengan demikian, program magang ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang lebih kompeten, profesional, dan siap berkontribusi secara optimal di dunia industri pangan.
Penulis: Melany Ayudya
Editor: AMR