
GRESIK – Program magang industri kembali menjadi wadah efektif bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu akademik ke dalam dunia kerja nyata. Hal ini dibuktikan oleh dua mahasiswa, Oktarina dan Leisya yang baru saja menyelesaikan periode magang di CV Tera Sukses Abadi, sebuah perusahaan yang berlokasi di Driyorejo, Kabupaten Gresik.
Selama periode 12 Januari hingga 2 April 2026, kedua mahasiswa tersebut terjun langsung di tiga departemen krusial, yakni Administrasi, Produksi, dan Penggudangan. Tidak sekadar menjalankan tugas rutin, mereka berhasil menyusun rekomendasi strategis guna meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Salah satu proyek utama yang dijalankan adalah Evaluasi Penataan Produk Berkardus di Cool Storage. Mengingat pentingnya area penyimpanan suhu dingin, Oktarina dan Leisya melakukan observasi mendalam terhadap stabilitas tumpukan produk dan kelancaran jalur mobilitas forklift.
Selain aspek keamanan fisik, mereka juga berfokus pada kualitas stok melalui evaluasi sistem First Expired First Out (FEFO). Dalam proyek ini, mereka menganalisis alur keluar-masuk barang untuk memastikan produk dengan tanggal kadaluarsa terdekat didistribusikan lebih awal.
Langkah ini berkontribusi langsung pada SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), di mana optimalisasi sistem FEFO berperan penting dalam meminimalisir potensi kerusakan produk atau pemborosan inventaris (efisiensi sumber daya).
Melalui proyek “Evaluasi Penataan Produk Berkardus di Cool Storage“, kedua mahasiswa melakukan observasi mendalam terhadap stabilitas tumpukan produk dan kelancaran jalur mobilitas forklift. Evaluasi ini kemudian dikembangkan menjadi proyek puncak berupa Rekomendasi Integrasi Tata Letak.
Proyek desain layout gudang komprehensif ini mendukung dua poin SDGs sekaligus:
- SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Menjamin keselamatan dan kesehatan kerja (K3) karyawan di area gudang melalui pengaturan jalur forklift dan stabilitas tumpukan yang aman.
- SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Meningkatkan efisiensi, kecepatan distribusi, serta modernisasi manajemen logistik industri terintegrasi.
Bagi Oktarina dan Leisya, pengalaman selama hampir tiga bulan ini memberikan kesan mendalam, baik dari segi peningkatan kompetensi teknis di bidang administrasi keuangan dan manajemen produksi, maupun pengembangan soft skills. Hal ini selaras dengan pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dalam mempersiapkan lulusan yang siap terap di industri.
“Hal yang paling berkesan adalah saat kami terlibat langsung dalam evaluasi di cool storage. Kami tidak hanya belajar teori, tapi melihat nyata bagaimana penataan produk sangat berdampak pada kualitas,” ungkap mereka.
Mereka juga menambahkan bahwa budaya kerja yang suportif di perusahaan sangat membantu proses adaptasi mereka. “Budaya kerja di sini sangat kekeluargaan. Pembimbing dan rekan kerja sangat terbuka dan ramah, yang membuat kami lebih percaya diri untuk beradaptasi di dunia kerja.”
Dengan berakhirnya masa magang ini, kedua mahasiswa tersebut membawa pulang pengalaman berharga mengenai pentingnya kerja sama tim, komunikasi profesional, dan inovasi dalam mendukung performa perusahaan yang optimal.
Penulis : Melany Ayudya
Editor : AMR