Universitas Gadjah Mada Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang
    • Sarjana Terapan Pengembangan Produk Agroindustri
    • Profil Lulusan
    • Prestasi Mahasiswa
    • Dosen
    • Teknisi Laboratorium
  • Pendidikan
    • Kurikulum
  • Riset
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Kemahasiswaan
  • Berita
  • Unduh
  • FAQ
  • Beranda
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Arsip:

SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Mahasiswa Pengembangan Produk Agroindustri Perkuat Kompetensi Industri Melalui Magang di CV Ganep Lintas Generasi

AgendaInformasi TerkiniKegiatan Mahasiswa Thursday, 16 April 2026

SURAKARTA – Dalam upaya mewujudkan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), tiga mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Pengembangan Produk Agroindustri (Rani, Nurul, dan Prasetyaning) telah sukses menyelesaikan program magang intensif selama tiga bulan (8 Februari – 8 Mei 2026) di CV Ganep Lintas Generasi, Surakarta. Magang ini bukan sekadar pemenuhan kurikulum, melainkan langkah nyata dalam menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan praktik industri di salah satu perusahaan roti legendaris di Kota Solo.

Di tempatkan di Divisi Produksi, ketiga mahasiswa terlibat aktif dari hulu hingga hilir dalam pembuatan roti basah dan kering. Fokus utama mereka adalah memastikan standar mutu yang ketat melalui Quality Control (QC). Hal ini mencakup pengukuran teknis seperti memastikan konsistensi rasa dari kadar gulanya (°Brix) dan menjamin keamanan dan daya simpan produk dari tingkat keasamannya (pH). Kegiatan ini secara langsung mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui optimalisasi proses produksi skala UMKM/Industri menengah menuju standar yang lebih presisi. Tak hanya di area produksi, mereka juga berkontribusi pada manajemen rantai pasok. Mulai dari pengemasan, pelabelan, hingga sistem distribusi berbasis barcode. 

Salah satu poin unik dalam pengalaman ini adalah keterlibatan mereka dalam pengolahan Kecik, produk tradisional ikonik dari CV Ganep. Proses penggilingan hingga penyajian yang membutuhkan ketelitian tinggi memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga warisan kuliner lokal di tengah arus modernisasi.

Di luar aspek teknis, lingkungan kerja di Jalan Sutan Syahrir No. 176 ini menempa kemampuan kolaborasi dan komunikasi mereka.

“Pengalaman ini tidak hanya mempertajam kemampuan analisis kami dalam menyelesaikan masalah produksi, tetapi juga memberikan perspektif baru tentang pentingnya kerja tim dan hubungan kemanusiaan di dunia kerja,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa.

Penutupan program magang ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengeksplorasi dunia industri dan berkontribusi pada pencapaian target-target pembangunan berkelanjutan melalui keilmuan yang ditekuni.

Penulis: Melany Ayudya Syauma Putri
Editor: AMR

Program Studi PPA UGM Raih Akreditasi Baik Sekali Periode Tahun 2026–2031

Informasi TerkiniPengumuman Akademik Thursday, 16 April 2026

Program Studi Sarjana Terapan Pengembangan Produk Agroindustri (PPA), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, resmi memperoleh peningkatan status akreditasi menjadi “Baik Sekali”, terhitung mulai tanggal 17 Maret 2026 sampai dengan 17 Maret 2031, yang diberikan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Capaian ini menjadi langkah strategis dalam upaya peningkatan mutu pendidikan serta penguatan daya saing program studi di tingkat nasional. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan pendidikan di PPA telah memenuhi standar yang lebih tinggi. Hal tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kualitas dosen hingga sistem tata kelola akademik. Dengan capaian ini, PPA semakin memperkuat posisinya sebagai program studi vokasi yang kompetitif.

Peningkatan akreditasi ini tidak hanya mencerminkan kualitas pendidikan yang semakin baik, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pengembangan program studi secara menyeluruh. Aspek kurikulum, fasilitas pembelajaran, serta sistem manajemen akademik mengalami penguatan yang signifikan. Perubahan status ini turut meningkatkan kepercayaan publik terhadap Program Studi PPA sebagai institusi pendidikan yang kredibel. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan minat calon mahasiswa serta memperkuat daya tarik program studi dalam menjaring mahasiswa berkualitas. Selain itu, peningkatan akreditasi juga memperluas peluang kerja sama dengan mitra industri, pemerintah, maupun institusi internasional.

Dalam aspek pendanaan, status akreditasi “Baik Sekali” membuka peluang lebih besar bagi program studi untuk mengakses berbagai skema hibah, baik nasional maupun internasional. Banyak program pendanaan yang memprioritaskan institusi dengan akreditasi tinggi sebagai indikator kualitas. Hal ini memberikan ruang yang lebih luas bagi pengembangan kegiatan akademik, penelitian, serta inovasi di lingkungan PPA. Selain itu, kolaborasi dalam bidang riset dan pengembangan program bersama juga menjadi lebih terbuka. Dukungan pendanaan ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.

Dampak positif dari peningkatan akreditasi juga dirasakan oleh lulusan Program Studi PPA. Lulusan memiliki peluang yang lebih besar untuk diterima di dunia kerja maupun melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Status akreditasi menjadi salah satu indikator yang dipertimbangkan oleh industri dan institusi pendidikan dalam menilai kualitas lulusan. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi lulusan PPA semakin diakui dan memiliki daya saing yang lebih kuat. Dengan demikian, peningkatan akreditasi turut berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang agroindustri.

Di sisi internal, proses peningkatan akreditasi mendorong penguatan sistem manajemen, pengembangan kurikulum, serta pelaksanaan evaluasi berkelanjutan. Perbaikan ini menjadi fondasi penting dalam memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga dan terus meningkat. Program studi juga menjadi lebih adaptif dalam merespons perkembangan kebutuhan industri dan dunia kerja. Upaya ini dilakukan secara sistematis untuk mencapai standar yang lebih tinggi di masa mendatang. Dengan demikian, PPA memiliki kesiapan yang lebih baik untuk berkembang menuju tingkat keunggulan.

Capaian ini juga sejalan dengan komitmen Program Studi PPA dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Peningkatan mutu pendidikan berkontribusi pada pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Peningkatan kualitas lulusan turut berkontribusi pada SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Selain itu, penguatan kolaborasi dengan industri mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Melalui capaian ini, Program Studi PPA menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas kolaborasi, serta menghasilkan lulusan yang adaptif dan siap berkontribusi di sektor agroindustri.

Dari Praktikum ke Industri, Mahasiswa PPA UGM Pelajari CPPOB Secara Langsung

AgendaInformasi TerkiniKegiatan Mahasiswa Monday, 13 April 2026

Pada hari Rabu, 1 April 2026, mahasiswa Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri (PPA), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, melaksanakan kunjungan industri ke CV Cita Nasional di Salatiga, Jawa Tengah dalam rangka praktikum mata kuliah Mikrobiologi Industri dan Mutu Sensoris (MIMS). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengamati penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) serta sistem sanitasi di industri pengolahan pangan.

Kunjungan ini diikuti oleh mahasiswa PPA angkatan 2025 dan koasistensi (koas) praktikum, dengan total 109 peserta. Kegiatan ini juga didampingi oleh dosen pengampu, yaitu Nadia Awalina B.M, S.T.P., M.FoodScTech., dan Sonia Dora Febri Esa, S.T.P., M.Sc., serta teknisi laboratorium, Rini Setyowati, S.T.P.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi seminar dari pihak CV Cita Nasional yang membahas proses produksi serta pengendalian mutu produk susu dan yogurt. Materi ini memberikan gambaran awal mengenai sistem produksi dan standar kualitas yang diterapkan perusahaan.

Selanjutnya, mahasiswa melakukan observasi langsung terhadap implementasi CPPOB di industri pengolahan susu dan yogurt, mulai dari pengendalian bahan baku, kebersihan fasilitas produksi, hingga prosedur higienitas pekerja. Proses ini mencakup pengawasan kualitas susu segar, pengendalian kontaminasi silang, serta penerapan sanitasi peralatan dan lingkungan produksi secara berkala.

Mahasiswa juga mempelajari alur pengolahan susu dari tahap penerimaan bahan baku hingga distribusi produk jadi, termasuk proses pasteurisasi, homogenisasi, dan pengemasan. Selain itu, mahasiswa memahami bagaimana sistem kontrol kualitas diterapkan pada setiap tahapan produksi untuk memastikan produk memenuhi standar industri.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai implementasi teori yang telah dipelajari dalam praktikum, khususnya dalam aspek pengendalian mutu melalui CPPOB dan sanitasi industri. Pengalaman observasi langsung ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap praktik industri yang sesungguhnya.

“Kegiatan ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata dalam mendukung pemahaman mahasiswa terhadap praktik industri,” ujar Ibu Nadia selaku dosen pendamping.

Kunjungan industri ini menjadi bagian dari upaya Program Studi PPA dalam menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis praktik yang meningkatkan dan mempersiapkan kompetensi mahasiswa di dunia kerja, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri. Selain itu, pemahaman mengenai penerapan CPPOB dan sanitasi industri turut mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), terutama dalam memastikan proses produksi pangan yang aman, higienis, dan berkelanjutan.

Dokumen Rekap Kuisioner Tata Pamong UPPS dan PS 2020-2023

Informasi TerkiniPengumuman Akademik Tuesday, 10 December 2024

Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner baru-baru ini menyelesaikan survei evaluasi kinerja tata pamong dan tata kelola Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dan Program Studi (PS) untuk periode 2021-2023. Survei ini dirancang sebagai bagian dari upaya mendukung proses akreditasi BAN-PT, dengan fokus pada penerapan prinsip tata kelola yang baik, yaitu kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, dan keadilan dalam lingkungan akademik.

Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis Google Form yang disebarkan kepada civitas akademika UPPS dan PS. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa selama periode 2021-2023, pengelola UPPS dan PS berhasil menerapkan Lima Pilar Good Governance Practices serta enam fungsi manajemen secara konsisten dan efektif.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat mengakses dokumen rekapitulasi hasil kuisioner melalui tautan berikut: Rekap kuisioner tata pamong UPPS dan PS-2020-2023

Recent Posts

  • Inovasi Teknologi Pascapanen untuk Food Preservation Melon: Dosen UGM Raih Pendanaan PDP BIMA 2026
  • Dari Teori ke Praktik: Menilik Kegiatan Magang Mahasiswa di Divisi Quality Control PT Charoen Pokphand
  • Mengubah Limbah Kakao Menjadi Nilai Tambah: Inovasi untuk Sistem Pangan Berkelanjutan
  • Mahasiswa Pengembangan Produk Agroindustri Perkuat Kompetensi Industri Melalui Magang di CV Ganep Lintas Generasi
  • Program Studi PPA UGM Raih Akreditasi Baik Sekali Periode Tahun 2026–2031

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!
  2. SITI ZULAIKHA on Pengembangan Produk Agroindustri
  3. Anung Solo on Kurikulum
  4. Wisnu Hari Murti on Kurikulum
  5. esklapasawit on Peneriman Mahasiswa
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Sarjana Terapan
Pengembangan Produk Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
Jl. Yacaranda, Sekip Unit II
Yogyakarta, Indonesia 55281
Email: agroindustri-sv@ugm.ac.id
Telp.: (0274) 556771

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY