Universitas Gadjah Mada Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang
    • Sarjana Terapan Pengembangan Produk Agroindustri
    • Profil Lulusan
    • Prestasi Mahasiswa
    • Dosen
    • Teknisi Laboratorium
  • Pendidikan
    • Kurikulum
  • Riset
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Kemahasiswaan
  • Berita
  • Unduh
  • FAQ
  • Beranda
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Arsip:

SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Lulusan D4 Pengembangan Produk Agroindustri UGM Siap Bersaing di Dunia Kerja

Informasi TerkiniPengumuman Akademik Tuesday, 4 August 2026

Hasil Tracer Study menunjukkan bahwa lulusan Program Studi D4 Pengembangan Produk Agroindustri angkatan 2020 – 2021 memiliki daya saing yang baik di dunia kerja. Sebagian besar lulusan bekerja pada perusahaan atau instansi berskala nasional maupun multinasional, yang mencerminkan tingginya kepercayaan dunia kerja terhadap kompetensi lulusan.

Gambar Visualisasi Hasil Tracer Study Lulusan PPA Angkatan 2020 dan 2021

Sebanyak 50% lulusan bekerja pada perusahaan/instansi nasional atau badan usaha berbadan hukum, sementara 41,7% bekerja pada perusahaan multinasional/internasional. Hanya 8,3% lulusan yang bekerja pada instansi atau usaha berskala lokal. Data ini menunjukkan bahwa 91,7% lulusan telah terserap di organisasi berskala nasional hingga internasional, yang menjadi indikator kuat daya saing lulusan di pasar kerja.

Dari sisi relevansi kompetensi, hasil tracer study juga menunjukkan bahwa kompetensi yang diperoleh selama masa studi dinilai sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Sebanyak 66,7% responden menilai kompetensi yang diperoleh memiliki tingkat relevansi sedang, 25% menilai sangat besar, dan 8,3% menilai besar. Tidak terdapat responden yang menilai relevansi kompetensi pada kategori rendah maupun sangat rendah.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa kurikulum dan proses pembelajaran di Program Studi D4 Pengembangan Produk Agroindustri telah mampu membekali lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja. Tingginya proporsi lulusan yang bekerja pada organisasi berskala nasional dan internasional, serta penilaian positif terhadap relevansi kompetensi, menjadi bukti bahwa program studi terus menghasilkan lulusan yang adaptif, profesional, dan siap bersaing di berbagai sektor industri maupun pemerintahan.

Ringkasan capaian:

  • 91,7% lulusan bekerja pada organisasi berskala nasional dan internasional.
  • 50% bekerja di perusahaan/instansi nasional berbadan hukum.
  • 41,7% bekerja di perusahaan multinasional/internasional.
  • 100% lulusan menilai kompetensi yang diperoleh memiliki relevansi sedang hingga sangat besar terhadap pekerjaan.
  • Tidak ada lulusan yang menilai kompetensi yang diperoleh memiliki relevansi rendah.

Penulis : Tim Media Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri

Transparansi & Kualitas Pembelajaran: Prodi PPA SV UGM Rilis Evaluasi Kepuasan Mahasiswa Semester Gasal TA 2025/2026

Informasi TerkiniPengumuman Akademik Tuesday, 4 August 2026

Yogyakarta — Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri (PPA), Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (SV UGM) merilis hasil evaluasi kepuasan mahasiswa terhadap proses perkuliahan Semester Gasal TA 2025/2026. Evaluasi berkala yang dilakukan pada dua tahap—Pasca-Ujian Tengah Semester (UTS) dan Pasca-Ujian Akhir Semester (UAS)—ini bertujuan untuk menjaga mutu pembelajaran, efektivitas pengajaran dosen, serta kualitas fasilitas pendukung.

Partisipasi Responden

Pemantauan ini melibatkan partisipasi mahasiswa secara aktif dari seluruh tingkat angkatan (2022–2025):

  • Evaluasi Pasca-UTS: Diikuti oleh 221 mahasiswa (didominasi Angkatan 2022 sebesar 41,2% dan Angkatan 2023 sebesar 32,1%).
  • Evaluasi Pasca-UAS: Diikuti oleh 281 mahasiswa (dengan sebaran seimbang dari Angkatan 2023 [32%], 2022 [31,7%], dan 2025 [29,5%]).

Rangkuman Hasil Evaluasi Perkuliahan

Secara umum, kinerja dosen dan kepastian proses pembelajaran dinilai Sangat Baik dan Baik, terutama terkait kejelasan RPS, rencana penilaian, dan kesesuaian materi di awal semester.

Adapun beberapa poin penting serta masukan mahasiswa yang menjadi fokus perbaikan bersama meliputi:

  • Variasi Metode Pengajaran: Mahasiswa mengharapkan metode perkuliahan yang lebih interaktif (penggunaan media digital/kuiz) agar tidak monoton, serta pendampingan ekstra pada mata kuliah berbasis hitungan dan analisis.
  • Manajemen Ujian & Tugas: Perlu adanya penyesuaian alokasi waktu ujian agar seimbang dengan tingkat kesulitan soal analisis (essay/studi kasus).
  • Aksesibilitas & Keteraturan Akademik: Diharapkan konsistensi pengunggahan materi kuliah ke eLOK serta meminimalisasi perubahan jadwal kuliah secara mendadak.
  • Kesiapan Magang & Tugas Akhir: Adanya kebutuhan sosialisasi alur magang industri yang lebih awal, efisiensi alur administrasi/ujian Tugas Akhir (TA), serta dukungan fasilitas laboratorium yang memadai untuk kegiatan praktik/workshop

Tindak Lanjut Prodi

Hasil evaluasi ini disajikan sebagai bahan perbaikan internal rapat dosen dan penjaminan mutu prodi. Pengelola Prodi PPA SV UGM berkomitmen untuk terus menindaklanjuti setiap masukan demi menciptakan iklim akademik yang kondusif, transparan, dan berkualitas tinggi.

Penulis : Putri Rousan Nabila, S.T., M.T.

Tingkatkan Efisiensi Pengemasan, Mahasiswa Magang Lakukan Analisis OEE di Bogasari Flour Mills

Informasi TerkiniKegiatan Mahasiswa Tuesday, 30 June 2026

Bekasi – Pengalaman magang menjadi salah satu sarana penting bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja secara langsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami bagaimana teori yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan dalam lingkungan industri yang sesungguhnya. Hal tersebut dialami oleh Naela Salsabilla, mahasiswa yang melaksanakan magang di PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Divisi Bogasari Flour Mills, yang berlokasi di Kawasan Industri MM2100, Jl. Selayar Kav. D.9, Bekasi 17520.

Kegiatan magang dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu pada 2 Maret sampai 2 Juni 2026. Selama pelaksanaan magang, mahasiswa ditempatkan di Divisi Produksi. Penempatan ini memberikan kesempatan untuk mempelajari berbagai tahapan dalam proses produksi tepung terigu, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan gandum, hingga proses pengemasan produk akhir.

Pada tahap awal, mahasiswa mempelajari proses intake dan wheat silo. Kegiatan ini meliputi pengamatan terhadap proses penerimaan gandum sebagai bahan baku utama, mulai dari penimbangan, pemeriksaan kualitas awal, hingga penyimpanan di wheat silo. Tahap ini memiliki peranan penting karena kualitas gandum yang masuk akan berpengaruh terhadap hasil produksi tepung terigu. Oleh karena itu, pengelolaan bahan baku harus dilakukan secara tepat agar kualitasnya tetap terjaga sebelum memasuki proses produksi.

Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai proses milling atau penggilingan gandum. Dalam proses ini, terdapat beberapa tahapan yang saling berkaitan, seperti cleaning, conditioning, grinding, dan separation. Setiap tahapan memiliki fungsi tersendiri untuk menghasilkan tepung terigu yang sesuai dengan standar mutu perusahaan. Melalui pengamatan langsung di lapangan, mahasiswa dapat mengetahui cara kerja mesin produksi serta pentingnya pengawasan pada setiap proses.

Kegiatan magang juga berlanjut ke bagian packing dan Quality Control (QC). Pada bagian packing, mahasiswa mempelajari alur pengemasan tepung terigu serta cara kerja mesin packing. Proses pengemasan menjadi tahapan penting karena produk yang telah dihasilkan harus dikemas dengan baik sebelum didistribusikan kepada konsumen. Sementara itu, pada bagian QC, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pemeriksaan mutu produk selama proses produksi dan pengemasan. Pengendalian mutu dilakukan untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan telah memenuhi standar yang ditetapkan perusahaan.

Salah satu kegiatan penting selama magang adalah penyusunan project dengan judul “Analisis Efisiensi Mesin Packing Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dalam Meningkatkan Kinerja Proses Pengemasan Tepung Terigu.” Project ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi di divisi packing, di mana masih ditemukan produk atau kemasan yang mengalami reject. Temuan tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat peluang untuk meningkatkan efisiensi mesin maupun proses pengemasan.

Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) digunakan untuk mengukur tingkat efektivitas mesin packing. Melalui metode ini, kinerja mesin dapat dianalisis berdasarkan beberapa faktor, seperti tingkat ketersediaan mesin, performa mesin, dan kualitas hasil produksi. Hasil analisis tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi penyebab terjadinya losses atau kehilangan efisiensi, sehingga perusahaan dapat menentukan langkah perbaikan yang lebih tepat dalam meningkatkan kinerja proses pengemasan.

Selama mengikuti kegiatan magang, pengalaman yang paling berkesan adalah kesempatan untuk menyaksikan langsung proses produksi tepung terigu secara menyeluruh, mulai dari tahap intake hingga packing. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana sebuah produk diproses dalam skala industri. Selain pembelajaran teknis, mahasiswa juga memperoleh pengalaman dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja, berkomunikasi dengan operator dan staf lapangan, serta memahami pentingnya kerja sama dalam proses produksi.

Dengan adanya kegiatan magang ini, mahasiswa memperoleh banyak pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat. Kegiatan magang ini sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis pengalaman industri yang memperkuat kompetensi mahasiswa. Analisis efisiensi mesin menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) juga mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui upaya peningkatan produktivitas proses produksi, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui optimalisasi efisiensi dan pengendalian mutu. Pengalaman tersebut sekaligus mempersiapkan mahasiswa menjadi lulusan yang adaptif dan siap memasuki dunia kerja, sejalan dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Magang di PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Divisi Bogasari Flour Mills memberikan wawasan yang lebih luas mengenai proses produksi tepung terigu, pengendalian mutu, serta efisiensi mesin dalam kegiatan industri. Pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

Editor : AMR 

Penulis : Melany Ayudya

Terjun ke Lini Produksi Mondelez, Mahasiswa Dalami Kualitas Produk dan Efisiensi Manufaktur Pangan

Informasi TerkiniKegiatan Mahasiswa Thursday, 25 June 2026

Bekasi — Dunia industri manufaktur pangan menuntut ketelitian, kedisiplinan, serta kemampuan analisis yang kuat dalam setiap tahapan produksi. Pengalaman tersebut diperoleh Ferania Yusuf, melalui kegiatan magang di PT Mondelez Indonesia Manufacturing, Cikarang Plant, yang berlokasi di Jl. Jababeka VII Kav-K2, Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kegiatan magang berlangsung pada 12 Januari hingga 4 April 2026. Selama program berjalan, Ferania ditempatkan pada Production Line. Melalui penempatan tersebut, ia berkesempatan mempelajari secara langsung alur produksi, pengendalian mutu, performa mesin, hingga proses pengemasan dalam industri pangan berskala besar.

Melalui kegiatan ini, Ferania memperoleh pemahaman bahwa kualitas produk tidak hanya ditentukan oleh bahan baku, tetapi juga oleh kestabilan proses produksi, ketepatan pengaturan mesin, efektivitas kerja tim, serta konsistensi pengawasan di lapangan.

Salah satu project utama yang dikerjakan adalah Analisis Variasi Berat Produk pada Proses Sandwiching. Kegiatan ini berfokus pada pengamatan dan pengambilan data berat produk biskuit sandwich, khususnya pada proses pengisian krim. Pengambilan data dilakukan secara berkala pada seluruh row produksi untuk membandingkan berat base cake, krim, dan produk akhir. Melalui project ini, mahasiswa dapat memahami faktor-faktor yang mempengaruhi konsistensi berat produk serta kualitas hasil produksi.

Selain project utama, Ferania juga terlibat dalam kolaborasi project terkait Evaluasi Penyebab Waste Produk dan Performa Mesin. Kegiatan ini dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses produksi, termasuk kondisi operasional mesin, perbedaan jenis mesin, kecepatan produksi, serta sistem pengaturan pada masing-masing row. Pengamatan tersebut membantu mahasiswa memahami hubungan antara performa mesin dan kualitas produk yang dihasilkan.

Project lainnya adalah Analisis Loss Packaging dan Monitoring Proses Produksi. Pada kegiatan ini, Ferania melakukan pengamatan terhadap proses pengemasan untuk mengidentifikasi penyebab kehilangan material packaging. Fokus pengamatan meliputi proses pergantian roll, tahap awal produksi, serta berbagai bentuk ketidaksesuaian kemasan, seperti seal yang tidak sempurna, lipatan yang kurang presisi, dan ketidaksesuaian cetakan. Selain itu, dilakukan pula monitoring terhadap checklist produksi dan cleaning untuk memastikan kesesuaian antara pencatatan dan kondisi aktual di lapangan.

“Selama magang di PT Mondelez Indonesia Manufacturing, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga, terutama dalam memahami alur produksi di industri pangan berskala besar. Saya belajar bahwa kualitas produk tidak hanya bergantung pada bahan baku, tetapi juga pada ketelitian proses, performa mesin, kerja sama tim, dan pengawasan yang konsisten di lapangan,” ujar Ferania.

Kegiatan magang ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena memberikan pengalaman pembelajaran langsung di dunia industri. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kompetensi mahasiswa agar siap memasuki dunia kerja profesional.

Pembelajaran mengenai efisiensi produksi, performa mesin, dan pengurangan waste juga berkaitan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Melalui pengalaman ini, mahasiswa memahami pentingnya proses produksi yang efisien, terkontrol, dan berorientasi pada kualitas.

Tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, Ferania juga mengembangkan berbagai soft skill, seperti komunikasi profesional, kerja sama tim, kemampuan beradaptasi, ketelitian, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Kemampuan berpikir analitis juga semakin terasah melalui proses identifikasi masalah dan pencarian solusi berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Ferania menyampaikan bahwa salah satu hal paling berkesan selama magang adalah kesempatan untuk merasakan langsung dinamika dunia kerja di industri manufaktur pangan berskala besar. Lingkungan kerja yang terbuka dan suportif turut mendukung proses pembelajaran karena memberikan ruang untuk bertanya, berdiskusi, dan terlibat langsung dalam kegiatan produksi.

Melalui kegiatan magang di PT Mondelez Indonesia Manufacturing, Cikarang Plant, diharapkan mampu memperkuat kompetensi teknis dan profesional di bidang industri pangan. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami dunia kerja secara lebih nyata serta siap berkontribusi di lingkungan industri yang dinamis, kompetitif, dan berorientasi pada mutu.

Penulis : Melany Ayudya

Editor : AMR

Mahasiswa PPA UGM Pelajari Riset Pasar dan Pengembangan Produk Bersama Praktisi dari Nestlé

Informasi TerkiniKegiatan Mahasiswa Thursday, 25 June 2026

Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri (PPA) UGM telah menyelenggarakan kuliah tamu bagi mahasiswa angkatan 2025 pada hari Sabtu, 30 Mei 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari mata kuliah Pemasaran yang diampu oleh Sang Norma Lintang Asmara, S.T., M.T. Kuliah tamu menghadirkan Aldian Farabi, S.T.P., M.S., National Key Account Manager di Nestlé, dengan topik “Penerapan Riset Pasar dalam Pengembangan Produk dan Pengambilan Keputusan pada Industri Food and Beverage.”

Melalui kuliah tamu, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pentingnya riset pasar dalam mendukung pengembangan produk dan pengambilan keputusan bisnis di industri pangan dan minuman. Narasumber menjelaskan bagaimana data dan informasi konsumen dapat dimanfaatkan untuk memahami kebutuhan pasar, mengidentifikasi peluang bisnis, serta meminimalkan risiko dalam peluncuran produk baru. Pemahaman tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Selain membahas konsep dasar riset pasar, praktisi juga membagikan berbagai studi kasus yang relevan dengan industri pangan dan fast-moving consumer goods (FMCG). Melalui contoh produk yang beredar di pasar, mahasiswa diajak memahami bagaimana perusahaan menggunakan hasil riset pasar sebagai dasar dalam proses pengembangan produk, mulai dari tahap pencarian ide, pengujian konsep, hingga peluncuran produk. Materi tersebut memberikan gambaran nyata mengenai keterkaitan antara riset pasar, inovasi produk, dan strategi bisnis yang diterapkan di industri.

Sesi diskusi berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa. Berbagai pertanyaan diajukan terkait tantangan pelaksanaan riset pasar, pemanfaatan data konsumen dalam pengembangan produk pangan, serta penerapan strategi pemasaran yang relevan dengan kondisi industri di Indonesia. Antusiasme mahasiswa menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap penerapan ilmu pemasaran dalam dunia kerja, khususnya pada sektor pangan dan minuman.

Penyelenggaraan kuliah tamu ini menjadi bagian dari upaya Program Studi PPA dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri. Kehadiran praktisi industri diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai penerapan konsep pemasaran dalam industri food and beverage.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis pengalaman praktis dari industri, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kompetensi mahasiswa yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan riset pasar untuk mendorong inovasi produk dan pengambilan keputusan berbasis data.

Persiapkan Kurikulum Terbaru, PPA Bekali Mahasiswa Angkatan 2024 Hadapi Program Magang di Industri 

Informasi TerkiniKegiatan Mahasiswa Thursday, 25 June 2026

Pada Rabu, 3 Juni 2026, program studi Pengembangan Produk Agroindustri (PPA) UGM menyelenggarakan Workshop Magang bagi mahasiswa angkatan 2024 sebagai persiapan pelaksanaan magang industri pada semester 6. Kegiatan ini menghadirkan Arza Mandega P., S.T.P., selaku Manager Produksi PT Mazaraat, dan Gayuh Ardian Fajri sebagai narasumber yang membagikan pengalaman serta wawasan terkait dunia industri, khususnya dalam hal kesiapan mahasiswa menghadapi proses magang, pengembangan jejaring profesional, serta strategi memanfaatkan peluang di lingkungan kerja. 

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari pihak program studi mengenai implementasi kurikulum terbaru yang mulai diterapkan pada angkatan 2024. Kepala Program Studi PPA UGM, Dr.Eng. Annie Mufyda Rahmatika, menjelaskan bahwa magang merupakan bagian penting dari proses pembelajaran Vokasi yang bertujuan memperkuat keterkaitan antara kompetensi akademik dan kebutuhan industri.

Data Sosialisasi Magang 2026 

Workshop juga menghadirkan Nadia ABM, S.T.P., M.FoodScTech. selaku penanggung jawab program magang PPA yang memaparkan alur pelaksanaan magang serta berbagai persiapan yang perlu dilakukan mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Materi yang disampaikan mencakup proses pencarian industri, pengajuan magang, hingga berbagai hal yang perlu diperhatikan selama pelaksanaan magang.

Antusiasme mahasiswa terlihat selama sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan diajukan terkait pemilihan perusahaan, bidang magang yang sesuai dengan minat, serta strategi menghadapi proses seleksi. Diskusi ini menunjukkan tingginya minat mahasiswa dalam mempersiapkan diri memasuki dunia industri secara lebih terarah.

Melalui workshop magang ini, PPA UGM berharap mahasiswa, khususnya angkatan 2024, dapat mempersiapkan diri dengan lebih matang sebelum memasuki dunia industri. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen program studi dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang aplikatif, relevan dengan kebutuhan industri, serta mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja.

Kegiatan tersebut juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pembelajaran berbasis pengalaman kerja, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan kesiapan mahasiswa memasuki dunia profesional, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri.

Dalami Riset dan Pengembangan Produk Pangan di PT Choice Plus Makmur

Informasi TerkiniKegiatan Mahasiswa Tuesday, 16 June 2026

Semarang — Pengembangan produk pangan tidak hanya membutuhkan kreativitas dalam menciptakan formula, tetapi juga ketelitian dalam memahami karakteristik bahan, melakukan pengujian, serta mengevaluasi hasil secara berulang. Pengalaman tersebut diperoleh Latifah Khoirun Nisa, melalui kegiatan magang di PT Choice Plus Makmur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Kegiatan magang dilaksanakan selama kurang lebih empat bulan, mulai 2 Februari hingga 25 Mei 2026. Selama program berlangsung, Latifah ditempatkan pada Divisi Research and Development (R&D). Melalui divisi ini, ia berkesempatan mempelajari secara langsung proses riset dan pengembangan produk, mulai dari identifikasi karakteristik bahan, penyusunan formula, trial-and-error formula produk, hingga evaluasi hasil agar sesuai dengan standar yang ditetapkan perusahaan.

Dalam kegiatan magang tersebut, Latifah juga terlibat dalam proses uji hedonik, yaitu pengujian tingkat kesukaan panelis terhadap sampel produk. Hasil uji hedonik kemudian dianalisis sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan formula yang paling sesuai. Proses ini memberikan pemahaman bahwa pengembangan produk pangan memerlukan tahapan yang sistematis, mulai dari percobaan, pengujian, analisis, hingga penyempurnaan formula.

Selain mempelajari formulasi produk, Latifah juga memperoleh pengalaman dalam pengujian beberapa jenis tepung. Pengujian tersebut meliputi kadar air, pH, gelatinisasi, dan parameter lainnya yang berkaitan dengan karakteristik bahan. Data hasil pengujian ini menjadi bagian penting dalam proses pengembangan produk karena dapat memengaruhi kualitas, tekstur, stabilitas, dan kesesuaian produk akhir.

Kegiatan magang ini sejalan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satunya adalah SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pembelajaran berbasis praktik langsung di dunia industri. Melalui pengalaman ini, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan teknis, kemampuan analisis, serta kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Selain itu, kegiatan riset, formulasi, dan pengujian produk juga berkaitan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Proses pengembangan formula dan evaluasi produk menunjukkan pentingnya inovasi dalam industri pangan agar produk yang dihasilkan dapat memenuhi standar mutu dan kebutuhan konsumen.

Pemahaman mengenai karakteristik bahan, efisiensi penggunaan bahan, serta evaluasi produk juga mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Melalui kegiatan R&D, mahasiswa belajar bahwa proses produksi pangan perlu memperhatikan kualitas, ketepatan formulasi, serta tanggung jawab dalam menghasilkan produk yang aman dan bermutu.

Pengalaman magang ini turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena membekali mahasiswa dengan kompetensi praktis yang relevan dengan dunia kerja. Selama magang, Latifah tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga belajar mengenai ketelitian, kedisiplinan, kemampuan menyelesaikan masalah, serta pentingnya beradaptasi dalam lingkungan kerja industri.

Latifah menyampaikan bahwa pengalaman paling berkesan selama menjalani magang adalah dapat melihat secara langsung proses di balik pembuatan suatu produk, mulai dari tahap awal pengembangan hingga produk siap diarahkan sesuai kebutuhan konsumen.

Melalui kegiatan magang di PT Choice Plus Makmur, mahasiswa Pengembangan Produk Agroindustri UGM diharapkan mampu memperkuat kompetensi di bidang riset dan pengembangan produk pangan. Program ini juga menjadi sarana penghubung antara dunia pendidikan dan dunia industri, sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengalaman nyata sebagai bekal untuk berkontribusi di dunia profesional.

Penulis: Melany Ayudya

Editor: AMR

PPA Selenggarakan Kuliah Tamu Bahas Supply Chain di Era Disrupsi  

AgendaKegiatan Mahasiswa Sunday, 14 June 2026

Pada 1 Juni 2026, program studi Pengembangan Produk Agroindustri (PPA) UGM menyelenggarakan kuliah tamu bagi mahasiswa angkatan 2024 pada mata kuliah Pengelolaan Rantai Pasok yang diampu oleh Nadia ABM, S.T.P., M.FoodScTech. Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Sakun Boon-itt dari Thammasat Business School sebagai narasumber dengan topik ‘Supply Chain Management Under Disruption’. Melalui kuliah tamu, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai tantangan pengelolaan rantai pasok di tengah berbagai disrupsi global, mulai dari perubahan pasar dan perkembangan teknologi hingga tuntutan keberlanjutan. Kuliah tamu ini menjadi bagian dari upaya program studi untuk memperkaya perspektif mahasiswa melalui pembelajaran internasional.

Dalam pemaparannya, Prof. Sakun menjelaskan pentingnya membangun rantai pasok yang tangguh (resilient), adaptif, dan berkelanjutan. Materi yang disampaikan mencakup strategi kolaborasi rantai pasok, inovasi model bisnis, serta kemampuan perusahaan dalam merespons perubahan lingkungan bisnis yang dinamis. Mahasiswa juga diperkenalkan pada berbagai praktik pengelolaan rantai pasok berkelanjutan yang telah diterapkan oleh perusahaan di berbagai negara. Contoh-contoh tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana perusahaan dapat mempertahankan kinerja operasional di tengah ketidakpastian.

Topik yang dibahas mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa. Selama sesi diskusi, mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan kritis mengenai peluang dan tantangan penerapan konsep supply chain resilience dan sustainability di Indonesia, khususnya pada sektor pangan dan agroindustri. Diskusi tersebut menunjukkan ketertarikan mahasiswa untuk memahami bagaimana teori dan praktik yang dipaparkan dapat diadaptasi sesuai dengan kondisi industri nasional. Interaksi yang berlangsung juga memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap isu-isu rantai pasok yang relevan dengan dunia kerja.

Penyelenggaraan kegiatan ini sejalan dengan tema SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran bersama akademisi internasional, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan pemahaman mengenai inovasi rantai pasok, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengenalan praktik pengelolaan rantai pasok yang berkelanjutan.

Menembus Dapur Industri Pangan: Mahasiswa Pelajari Mutu dan Keamanan Produk di PT Aerofood ACS Surabaya 

AgendaKegiatan Mahasiswa Sunday, 14 June 2026

Sidoarjo — Dunia industri pangan tidak hanya berfokus pada proses mengolah bahan menjadi produk jadi, tetapi juga menuntut sistem kerja yang ketat, pengawasan mutu yang detail, serta komitmen tinggi terhadap keamanan pangan. Pengalaman tersebut diperoleh lima mahasiswa, yaitu Rindiazafa, Fidela, Elisa, Alya, dan Zakia, selama mengikuti kegiatan magang di PT Aerofood ACS Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Kegiatan magang berlangsung pada 12 Januari hingga 8 Mei 2026. Selama program berjalan, para mahasiswa ditempatkan di tiga divisi berbeda, yaitu Produksi, Engineering, dan Quality Control (QC). Melalui penempatan tersebut, mahasiswa berkesempatan memahami secara langsung sistem kerja industri pangan skala besar yang terstruktur, higienis, efisien, dan berorientasi pada kualitas.

Pada divisi Produksi, mahasiswa mempelajari alur kerja yang menuntut ketepatan, kecepatan, dan kepatuhan terhadap standar. Sementara itu, pada divisi Quality Control, mahasiswa mendalami pengendalian mutu, khususnya pada aspek mikrobiologi produk. Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa pengawasan mutu memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan kelayakan produk pangan.

Di divisi Engineering, mahasiswa mengenal pentingnya pemeliharaan fasilitas dan peralatan produksi untuk mendukung kelancaran proses kerja. Fasilitas yang terawat dengan baik menjadi salah satu faktor utama agar kegiatan produksi dapat berjalan efektif dan sesuai standar keamanan pangan.

Selama magang, mahasiswa juga memperdalam penerapan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), Good Manufacturing Practices (GMP), serta sanitasi sebagai bagian dari sistem keamanan pangan. Selain itu, mahasiswa turut menyusun beberapa luaran kegiatan, seperti Analisis Pengendalian Mutu Mikrobiologi Produk, Analisis HACCP dan GMP, serta Studi Tata Letak dan Efisiensi Fasilitas Produksi.

Kegiatan ini sejalan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Selain meningkatkan pemahaman teknis, kegiatan magang ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah soft skill, seperti komunikasi profesional, kerja sama lintas divisi, kedisiplinan, ketelitian, dan kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja industri.

“Kesempatan untuk terlibat langsung dalam sistem industri pangan skala besar menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi kami. Dari kegiatan ini, kami memahami bahwa standar kualitas tidak hanya bergantung pada teori, tetapi juga pada konsistensi penerapan di lapangan,” ungkap para mahasiswa.

Melalui kegiatan magang di PT Aerofood ACS Surabaya, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga membangun pemahaman yang lebih utuh tentang pentingnya mutu, keamanan pangan, efisiensi produksi, dan kerja sama dalam dunia industri. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk terus berkembang dan siap berkontribusi di dunia profesional.

Penulis : Melany Ayudya

Editor : AMR

Di Balik Mutu Nanas Kaleng: Mahasiswa Agroindustri Belajar Quality Control di Great Giant Foods

Informasi TerkiniKegiatan Mahasiswa Wednesday, 3 June 2026

LAMPUNG TENGAH – Di balik produk pangan yang sampai ke tangan konsumen, terdapat proses pengendalian mutu yang panjang dan ketat. Hal inilah yang dipelajari secara langsung oleh dua mahasiswa Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, Octhateani dan Mutia, selama mengikuti program magang industri di Great Giant Foods (PT Great Giant Pineapple), Lampung Tengah.

Magang yang berlangsung pada 19 Januari hingga 2 Mei 2026 ini dilaksanakan di fasilitas perusahaan yang berlokasi di Jl. Raya Lintas Timur Arah Menggala, Km. 77 Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung. Selama kegiatan berlangsung, kedua mahasiswa ditempatkan di Divisi Quality Control yang berperan penting dalam menjaga kualitas produk agar tetap sesuai dengan standar perusahaan maupun permintaan buyer.

Melalui kegiatan magang ini, Octhateani dan Mutia tidak hanya belajar mengenai proses pengujian mutu, tetapi juga mengasah kemampuan profesional seperti manajemen waktu, analisis dan penyajian data, komunikasi, serta pemecahan masalah. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami ritme kerja industri secara langsung.

Dalam proyeknya, Octhateani berfokus pada validasi proses termal atau pasteurisasi produk nanas kaleng. Pengujian dilakukan menggunakan pendekatan worst case untuk memastikan proses pasteurisasi mampu mencapai standar yang ditetapkan, terutama dalam mendukung inaktivasi mikroba. Ia juga melakukan pengujian distribusi panas pada retort untuk melihat pemerataan suhu, serta validasi raw juice dalam buffer tank guna mengetahui batas waktu penundaan sebelum kualitas produk mengalami penurunan secara sensoris.

Sementara itu, Mutia mengkaji proses pelabelan, pengemasan, dan pengendalian mutu produk akhir. Melalui pendekatan Six Sigma, ia menganalisis penyimpangan pada proses labelling and packaging untuk menyusun rencana perbaikan. Selain itu, ia juga mempelajari pengaruh variasi fill weight dan style produk terhadap perubahan drained weight, sehingga dapat memberikan insight bagi proses produksi nanas kaleng.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Quality Control bukan hanya tentang memeriksa produk akhir, tetapi juga memastikan setiap tahapan produksi berjalan sesuai standar. Mulai dari proses termal, pengemasan, pelabelan, hingga kesesuaian produk dengan kebutuhan buyer, semuanya menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan konsumen.

Program magang ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Melalui pengalaman langsung di industri, mahasiswa dapat memahami bagaimana inovasi, efisiensi, dan pengendalian mutu berperan dalam mendukung produksi pangan yang berkelanjutan.

Bagi Octhateani dan Mutia, salah satu hal paling berkesan selama magang adalah lingkungan kerja yang ramah dan terbuka terhadap mahasiswa magang. Suasana tersebut membuat mereka lebih leluasa untuk belajar, bertanya, dan terlibat dalam kegiatan perusahaan.

“Lingkungan kerja di Great Giant Foods sangat ramah dan terbuka bagi anak magang. Kami merasa diberi kesempatan untuk belajar langsung, berdiskusi, dan memahami proses pengendalian mutu di industri secara lebih nyata,” ungkap mereka.

Melalui program magang ini, mahasiswa diharapkan mampu membawa pengalaman dan wawasan baru dalam bidang Quality Control, sekaligus semakin siap menghadapi tantangan dunia kerja di industri pangan yang terus berkembang.

Penulis : Melany Ayudya

Editor : AMR

12

Recent Posts

  • Lulusan D4 Pengembangan Produk Agroindustri UGM Siap Bersaing di Dunia Kerja
  • Transparansi & Kualitas Pembelajaran: Prodi PPA SV UGM Rilis Evaluasi Kepuasan Mahasiswa Semester Gasal TA 2025/2026
  • Mengubah Limbah Kakao Menjadi Nilai Tambah: Inovasi untuk Sistem Pangan Berkelanjutan
  • Pemanfaatan Produk Samping Penggilingan Padi sebagai Camilan Sehat Anak Usia Sekolah
  • Perkuat Legalitas dan Pemasaran Digital, Tim PkM PPA SV UGM Dampingi UMKM Pasta Bawang Merah Demangrejo

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!
  2. SITI ZULAIKHA on Pengembangan Produk Agroindustri
  3. Anung Solo on Kurikulum
  4. Wisnu Hari Murti on Kurikulum
  5. esklapasawit on Peneriman Mahasiswa
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Sarjana Terapan
Pengembangan Produk Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
Jl. Yacaranda, Sekip Unit II
Yogyakarta, Indonesia 55281
Email: agroindustri-sv@ugm.ac.id
Telp.: (0274) 556771

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY