Universitas Gadjah Mada Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang
    • Sarjana Terapan Pengembangan Produk Agroindustri
    • Profil Lulusan
    • Prestasi Mahasiswa
    • Dosen
    • Teknisi Laboratorium
  • Pendidikan
    • Kurikulum
  • Riset
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Kemahasiswaan
  • Berita
  • Unduh
  • FAQ
  • Beranda
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
  • page. 2
Arsip:

SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Belajar Mutu dari Lini Produksi: Mahasiswa Agroindustri Kembangkan Kompetensi QA di Garuda Beverage Sukses

Informasi TerkiniKegiatan Mahasiswa Wednesday, 27 May 2026

BOGOR – Dunia industri menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memahami penerapan ilmu secara langsung. Melalui program magang industri, dua mahasiswa Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, Melany dan Fasa, berkesempatan menjalani pengalaman praktik di PT Triteguh Manunggal Sejati – Garuda Beverage Sukses, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Kegiatan magang yang berlangsung pada 2 Februari hingga 30 April 2026 ini menempatkan kedua mahasiswa di Divisi Quality Assurance. Divisi tersebut memiliki peran penting dalam menjaga mutu, keamanan, dan konsistensi produk minuman sebelum sampai ke tangan konsumen.

Selama magang, Melany dan Fasa mempelajari berbagai aspek penting dalam industri minuman, mulai dari tahapan proses produksi, analisis alur proses, penerapan standar mutu berbasis Good Manufacturing Practices (GMP), hingga pengenalan HIRADC sebagai bagian dari upaya mendukung Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pengalaman ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap SDG 4 Pendidikan Berkualitas dan SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena membantu mahasiswa meningkatkan keterampilan teknis serta kesiapan menghadapi dunia kerja.

Dalam praktiknya, kedua mahasiswa turut mempelajari pengendalian mutu produk Mountea, Okky Jelly Drink, dan Okky Koko Drink melalui pengukuran parameter kritis seperti Brix, pH, dan gramasi nata de coco. Parameter tersebut digunakan untuk memastikan rasa, tingkat keasaman, serta komposisi produk tetap sesuai standar perusahaan. Mereka juga mempelajari proses High Temperature Short Time (HTST) dengan bantuan data logger untuk memantau kestabilan suhu pasteurisasi, sehingga keamanan dan kualitas produk dapat tetap terjaga.

Selain itu, Melany dan Fasa memperoleh pengalaman dalam penyusunan alur proses produksi beserta spesifikasi alat, analisis dan evaluasi mutu produk, uji produksi skala pabrik melalui Pre-Site Acceptance Test (Pre-SAT) dan Site Acceptance Test (SAT), serta uji push-pull pada kemasan produk Mountea dan Okky Jelly Drink. Rangkaian kegiatan tersebut sejalan dengan SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab karena mendukung proses produksi yang lebih terkendali, inovatif, dan berorientasi pada mutu.

“Hal yang paling berkesan adalah mempelajari proses pembentukan jelly yang ternyata penuh dengan tantangan karena rawan cairan yang tidak merata,” ungkap Melany. Proses ini membutuhkan presisi tinggi dalam pengendalian suhu, waktu, dan komposisi bahan untuk menghasilkan tekstur dan konsistensi yang sempurna.

Pengalaman lainnya yang tak terlupakan adalah memahami teori bagaimana nata de coco dapat melayang di dalam medium cair dan jelly. Hal ini membuka wawasan baru tentang hubungan antara kepadatan (density), pH, dan komposisi kimia produk.

“Lingkungan magang sangat menyenangkan karena bertemu dengan mentor berpengalaman dan teman-teman dari universitas lain yang sama-sama bersemangat belajar,” tambah Fasa. Kolaborasi ini menciptakan suasana belajar yang dinamis dan saling mendukung.

Program magang ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam menyiapkan mahasiswa yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan kerja. Melalui pengalaman langsung di PT Triteguh Manunggal Sejati – Garuda Beverage Sukses, mahasiswa diharapkan mampu membawa wawasan baru dalam pengembangan industri pangan yang berkualitas dan berkelanjutan. 

Penulis : Melany 

Editor : AMR 

Dari 81.800 Pendaftar, Mahasiswi PPA UGM Lolos Google Student Ambassador 2026

Informasi TerkiniPrestasi Mahasiswa Monday, 25 May 2026

Mahasiswi Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri (PPA) UGM angkatan 2024, Kautsarifa Hasna Maulida, berhasil meraih prestasi sebagai Google Student Ambassador 2026. Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi Program Studi PPA sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa mampu berprestasi dan berkembang di tingkat nasional.

Dari 81.800 pendaftar yang berasal dari 1.900 universitas di Indonesia, Kautsarifa berhasil terpilih menjadi bagian dari 2.000 Google Student Ambassadors. Perjalanannya berlanjut hingga terpilih sebagai salah satu dari 150 partisipan yang mengikuti kegiatan Inauguration dan Office Tour Google Jakarta secara luring dengan dukungan penuh (fully funded). Selama kegiatan, ia memperoleh kesempatan untuk mengunjungi kantor Google Jakarta dan bertemu mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Kautsarifa, pengalaman tersebut menjadi ruang belajar baru yang mendorong pengembangan diri dan keberanian untuk mencoba peluang di luar zona nyaman. “Jangan pernah takut untuk bersaing dan mengeksplorasi hal-hal baru di luar zona nyaman. Kesempatan besar itu ada, tinggal bagaimana kita berani mengambil langkah untuk mencobanya,” ungkapnya.

Prestasi ini turut mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan kompetensi mahasiswa, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui perluasan jejaring dan kolaborasi.

Sinergi Berkelanjutan: PT Gambino Artisan Prima Fasilitasi Mahasiswa Magang Pengembangan Produk Agroindustri Kembangkan Inovasi QC Berbasis SDGs

Informasi TerkiniKegiatan Mahasiswa Tuesday, 19 May 2026

JAKARTA PUSAT – Komitmen sektor industri dalam memfasilitasi lahirnya sumber daya manusia (SDM) unggul masa depan kembali diwujudkan oleh PT Gambino Artisan Prima. Melalui program magang industri yang berlangsung dari 12 Januari hingga 15 Mei 2026, perusahaan yang bergerak di industri kopi artisan ini memberikan ruang bagi tiga mahasiswa Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri—Lantang, Rosyid, dan Widya—untuk mengaplikasikan ilmu akademik sekaligus mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs). 

Kolaborasi ini menjadi perwujudan nyata dari kontribusi mitra industri dalam mendukung pilar SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pencetakan generasi profesional yang siap kerja.

Bertempat di fasilitas produksi PT Gambino Artisan Prima yang berlokasi di Jl. Kramat Baru No. 15, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, ketiga mahasiswa ini dilibatkan secara aktif di departemen pengendalian mutu atau Quality Control (QC).

Keterlibatan mereka secara langsung mendukung prinsip SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Di sini, sistem pengendalian mutu yang ketat dari perusahaan terbukti esensial untuk:

  • QC Incoming: Melakukan validasi kualitas bahan baku di hulu.
  • QC Finish Good: Mengecek mutu produk akhir sebelum dipasarkan.
  • QC Packaging: Mengawasi kelayakan kemasan demi menjaga higienitas.
  • QC Delivery: Memastikan produk tetap aman hingga tahap distribusi.
  • QC Admin: Mendokumentasikan seluruh data jaminan mutu harian.

Melalui seluruh rangkaian ini, mahasiswa belajar bagaimana QC bertindak sebagai garda terdepan untuk mencegah kegagalan produksi sekaligus meminimalisasi limbah pangan (food waste).

Sebagai bentuk kontribusi nyata pada prinsip SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), ruang terbuka yang diberikan oleh PT Gambino Artisan Prima berhasil memicu lahirnya tiga proyek penelitian inovatif berbasis problem-solving dengan menerapkan metode QC 7 Tools:

  1. Rosyid: Melakukan analisis pengaruh metode hot brew dan cold brew terhadap pembentukan plak pada produk Monami Gula Aren.
  2. Widya: Membedah analisis kejadian pembentukan gumpalan pada leher dan mulut botol pada produk Monami Kesusu guna meningkatkan kelayakan konsumsi.
  3. Lantang: Meneliti analisis hubungan antara jumlah botol dan durasi retort terhadap kualitas organoleptik pada produk kopi latte varian Hazelnut Gambino Coffee.

“Pengalaman terjun langsung ke industri ini memberikan wawasan komprehensif yang jauh melampaui pembelajaran di ruang kelas. Kami menyadari bahwa divisi QC memegang peranan krusial sebagai pelindung konsumen,” ungkap perwakilan mahasiswa magang.

Program magang ini menjadi bukti nyata bahwa kemitraan strategis antara Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri dan PT Gambino Artisan Prima tidak hanya memberikan solusi bagi efisiensi operasional industri, tetapi juga melahirkan generasi profesional yang siap mendukung terwujudnya industri berkelanjutan di masa depan. 

Penulis : Melany Ayudya

Editor : AMR

Mahasiswa PPA UGM Pelajari Sistem Pergudangan di PT Sinar Niaga Sejahtera

Informasi TerkiniKegiatan Mahasiswa Monday, 18 May 2026

Pada hari Jum’at, 24 April 2026, mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Pengembangan Produk Agroindustri (PPA) UGM melaksanakan kunjungan industri ke PT Sinar Niaga Sejahtera (SNS) yang beralamat di Jalan Ringroad Barat, Mlangi, Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, D. I Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa PPA angkatan 2024 dan didampingi oleh beberapa dosen, yaitu Nadia ABM, S.T.P., M.FoodScTech, Sang Norma Lintang Asmara, S.T., M.T., dan Putri Rousan Nabila, S.T., M.T. Kunjungan industri ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai teknik penggudangan dan sistem distribusi di dunia industri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami implementasi manajemen warehouse secara nyata di lapangan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang diterapkan di Program Studi PPA.

Selama kunjungan berlangsung, mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai sistem pergudangan yang diterapkan pada distribusi produk Garudafood. Materi disampaikan oleh Pak Elvin yang menjelaskan bagaimana warehouse bekerja, mulai dari alur penerimaan barang hingga proses penyimpanan dan distribusi produk. Mahasiswa juga diperkenalkan pada susunan area warehouse serta sistem pengelolaan barang yang digunakan untuk menjaga efisiensi operasional oleh penanggung jawab warehouse, yaitu Pak Wibi. Penjelasan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya manajemen pergudangan dalam mendukung rantai pasok industri pangan. Selain sesi pemaparan materi, mahasiswa juga berkesempatan melakukan observasi langsung terhadap aktivitas pergudangan di lokasi.

Kegiatan kunjungan industri ini memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa untuk memahami proses distribusi dan pengelolaan warehouse secara langsung di lingkungan industri. Pembelajaran di lapangan membantu mahasiswa menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan praktik nyata di dunia kerja. Selain meningkatkan wawasan mengenai teknik penggudangan, kegiatan ini juga memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap sistem logistik dan distribusi industri pangan. Suasana kunjungan berlangsung interaktif dan antusias, sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih mendalam. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi kebutuhan industri di masa mendatang.

Kunjungan industri ke PT Sinar Niaga Sejahtera juga sejalan dengan komitmen Program Studi PPA dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pembelajaran berbasis praktik mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi mahasiswa secara aplikatif. Selain itu, pengenalan sistem distribusi dan logistik industri turut mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan pemahaman mahasiswa terhadap sistem industri modern. Melalui kegiatan ini, Program Studi PPA terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan dunia kerja.

Optimalkan Manajemen Pergudangan dan Sistem FEFO, Mahasiswa Magang Berikan Kontribusi Strategis di CV Tera Sukses Abadi

Informasi TerkiniKegiatan Mahasiswa Friday, 15 May 2026

GRESIK – Program magang industri kembali menjadi wadah efektif bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu akademik ke dalam dunia kerja nyata. Hal ini dibuktikan oleh dua mahasiswa, Oktarina dan Leisya yang baru saja menyelesaikan periode magang di CV Tera Sukses Abadi, sebuah perusahaan yang berlokasi di Driyorejo, Kabupaten Gresik.

Selama periode 12 Januari hingga 2 April 2026, kedua mahasiswa tersebut terjun langsung di tiga departemen krusial, yakni Administrasi, Produksi, dan Penggudangan. Tidak sekadar menjalankan tugas rutin, mereka berhasil menyusun rekomendasi strategis guna meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

Salah satu proyek utama yang dijalankan adalah Evaluasi Penataan Produk Berkardus di Cool Storage. Mengingat pentingnya area penyimpanan suhu dingin, Oktarina dan Leisya melakukan observasi mendalam terhadap stabilitas tumpukan produk dan kelancaran jalur mobilitas forklift.

Selain aspek keamanan fisik, mereka juga berfokus pada kualitas stok melalui evaluasi sistem First Expired First Out (FEFO). Dalam proyek ini, mereka menganalisis alur keluar-masuk barang untuk memastikan produk dengan tanggal kadaluarsa terdekat didistribusikan lebih awal.

Langkah ini berkontribusi langsung pada SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), di mana optimalisasi sistem FEFO berperan penting dalam meminimalisir potensi kerusakan produk atau pemborosan inventaris (efisiensi sumber daya).

Melalui proyek “Evaluasi Penataan Produk Berkardus di Cool Storage“, kedua mahasiswa melakukan observasi mendalam terhadap stabilitas tumpukan produk dan kelancaran jalur mobilitas forklift. Evaluasi ini kemudian dikembangkan menjadi proyek puncak berupa Rekomendasi Integrasi Tata Letak.

Proyek desain layout gudang komprehensif ini mendukung dua poin SDGs sekaligus:

  • SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Menjamin keselamatan dan kesehatan kerja (K3) karyawan di area gudang melalui pengaturan jalur forklift dan stabilitas tumpukan yang aman.
  • SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Meningkatkan efisiensi, kecepatan distribusi, serta modernisasi manajemen logistik industri terintegrasi.

Bagi Oktarina dan Leisya, pengalaman selama hampir tiga bulan ini memberikan kesan mendalam, baik dari segi peningkatan kompetensi teknis di bidang administrasi keuangan dan manajemen produksi, maupun pengembangan soft skills. Hal ini selaras dengan pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dalam mempersiapkan lulusan yang siap terap di industri. 

“Hal yang paling berkesan adalah saat kami terlibat langsung dalam evaluasi di cool storage. Kami tidak hanya belajar teori, tapi melihat nyata bagaimana penataan produk sangat berdampak pada kualitas,” ungkap mereka.

Mereka juga menambahkan bahwa budaya kerja yang suportif di perusahaan sangat membantu proses adaptasi mereka. “Budaya kerja di sini sangat kekeluargaan. Pembimbing dan rekan kerja sangat terbuka dan ramah, yang membuat kami lebih percaya diri untuk beradaptasi di dunia kerja.”

Dengan berakhirnya masa magang ini, kedua mahasiswa tersebut membawa pulang pengalaman berharga mengenai pentingnya kerja sama tim, komunikasi profesional, dan inovasi dalam mendukung performa perusahaan yang optimal.

Penulis : Melany Ayudya

Editor : AMR

Mahasiswa Pengembangan Produk Agroindustri Perkuat Kompetensi Industri Melalui Magang di CV Ganep Lintas Generasi

AgendaInformasi TerkiniKegiatan Mahasiswa Thursday, 16 April 2026

SURAKARTA – Dalam upaya mewujudkan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), tiga mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Pengembangan Produk Agroindustri (Rani, Nurul, dan Prasetyaning) telah sukses menyelesaikan program magang intensif selama tiga bulan (8 Februari – 8 Mei 2026) di CV Ganep Lintas Generasi, Surakarta. Magang ini bukan sekadar pemenuhan kurikulum, melainkan langkah nyata dalam menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan praktik industri di salah satu perusahaan roti legendaris di Kota Solo.

Di tempatkan di Divisi Produksi, ketiga mahasiswa terlibat aktif dari hulu hingga hilir dalam pembuatan roti basah dan kering. Fokus utama mereka adalah memastikan standar mutu yang ketat melalui Quality Control (QC). Hal ini mencakup pengukuran teknis seperti memastikan konsistensi rasa dari kadar gulanya (°Brix) dan menjamin keamanan dan daya simpan produk dari tingkat keasamannya (pH). Kegiatan ini secara langsung mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui optimalisasi proses produksi skala UMKM/Industri menengah menuju standar yang lebih presisi. Tak hanya di area produksi, mereka juga berkontribusi pada manajemen rantai pasok. Mulai dari pengemasan, pelabelan, hingga sistem distribusi berbasis barcode. 

Salah satu poin unik dalam pengalaman ini adalah keterlibatan mereka dalam pengolahan Kecik, produk tradisional ikonik dari CV Ganep. Proses penggilingan hingga penyajian yang membutuhkan ketelitian tinggi memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga warisan kuliner lokal di tengah arus modernisasi.

Di luar aspek teknis, lingkungan kerja di Jalan Sutan Syahrir No. 176 ini menempa kemampuan kolaborasi dan komunikasi mereka.

“Pengalaman ini tidak hanya mempertajam kemampuan analisis kami dalam menyelesaikan masalah produksi, tetapi juga memberikan perspektif baru tentang pentingnya kerja tim dan hubungan kemanusiaan di dunia kerja,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa.

Penutupan program magang ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengeksplorasi dunia industri dan berkontribusi pada pencapaian target-target pembangunan berkelanjutan melalui keilmuan yang ditekuni.

Penulis: Melany Ayudya Syauma Putri
Editor: AMR

Program Studi PPA UGM Raih Akreditasi Baik Sekali Periode Tahun 2026–2031

Informasi TerkiniPengumuman Akademik Thursday, 16 April 2026

Program Studi Sarjana Terapan Pengembangan Produk Agroindustri (PPA), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, resmi memperoleh peningkatan status akreditasi menjadi “Baik Sekali”, terhitung mulai tanggal 17 Maret 2026 sampai dengan 17 Maret 2031, yang diberikan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Capaian ini menjadi langkah strategis dalam upaya peningkatan mutu pendidikan serta penguatan daya saing program studi di tingkat nasional. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan pendidikan di PPA telah memenuhi standar yang lebih tinggi. Hal tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kualitas dosen hingga sistem tata kelola akademik. Dengan capaian ini, PPA semakin memperkuat posisinya sebagai program studi vokasi yang kompetitif.

Peningkatan akreditasi ini tidak hanya mencerminkan kualitas pendidikan yang semakin baik, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pengembangan program studi secara menyeluruh. Aspek kurikulum, fasilitas pembelajaran, serta sistem manajemen akademik mengalami penguatan yang signifikan. Perubahan status ini turut meningkatkan kepercayaan publik terhadap Program Studi PPA sebagai institusi pendidikan yang kredibel. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan minat calon mahasiswa serta memperkuat daya tarik program studi dalam menjaring mahasiswa berkualitas. Selain itu, peningkatan akreditasi juga memperluas peluang kerja sama dengan mitra industri, pemerintah, maupun institusi internasional.

Dalam aspek pendanaan, status akreditasi “Baik Sekali” membuka peluang lebih besar bagi program studi untuk mengakses berbagai skema hibah, baik nasional maupun internasional. Banyak program pendanaan yang memprioritaskan institusi dengan akreditasi tinggi sebagai indikator kualitas. Hal ini memberikan ruang yang lebih luas bagi pengembangan kegiatan akademik, penelitian, serta inovasi di lingkungan PPA. Selain itu, kolaborasi dalam bidang riset dan pengembangan program bersama juga menjadi lebih terbuka. Dukungan pendanaan ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.

Dampak positif dari peningkatan akreditasi juga dirasakan oleh lulusan Program Studi PPA. Lulusan memiliki peluang yang lebih besar untuk diterima di dunia kerja maupun melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Status akreditasi menjadi salah satu indikator yang dipertimbangkan oleh industri dan institusi pendidikan dalam menilai kualitas lulusan. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi lulusan PPA semakin diakui dan memiliki daya saing yang lebih kuat. Dengan demikian, peningkatan akreditasi turut berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang agroindustri.

Di sisi internal, proses peningkatan akreditasi mendorong penguatan sistem manajemen, pengembangan kurikulum, serta pelaksanaan evaluasi berkelanjutan. Perbaikan ini menjadi fondasi penting dalam memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga dan terus meningkat. Program studi juga menjadi lebih adaptif dalam merespons perkembangan kebutuhan industri dan dunia kerja. Upaya ini dilakukan secara sistematis untuk mencapai standar yang lebih tinggi di masa mendatang. Dengan demikian, PPA memiliki kesiapan yang lebih baik untuk berkembang menuju tingkat keunggulan.

Capaian ini juga sejalan dengan komitmen Program Studi PPA dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Peningkatan mutu pendidikan berkontribusi pada pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Peningkatan kualitas lulusan turut berkontribusi pada SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Selain itu, penguatan kolaborasi dengan industri mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Melalui capaian ini, Program Studi PPA menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas kolaborasi, serta menghasilkan lulusan yang adaptif dan siap berkontribusi di sektor agroindustri.

Dari Praktikum ke Industri, Mahasiswa PPA UGM Pelajari CPPOB Secara Langsung

AgendaInformasi TerkiniKegiatan Mahasiswa Monday, 13 April 2026

Pada hari Rabu, 1 April 2026, mahasiswa Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri (PPA), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, melaksanakan kunjungan industri ke CV Cita Nasional di Salatiga, Jawa Tengah dalam rangka praktikum mata kuliah Mikrobiologi Industri dan Mutu Sensoris (MIMS). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengamati penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) serta sistem sanitasi di industri pengolahan pangan.

Kunjungan ini diikuti oleh mahasiswa PPA angkatan 2025 dan koasistensi (koas) praktikum, dengan total 109 peserta. Kegiatan ini juga didampingi oleh dosen pengampu, yaitu Nadia Awalina B.M, S.T.P., M.FoodScTech., dan Sonia Dora Febri Esa, S.T.P., M.Sc., serta teknisi laboratorium, Rini Setyowati, S.T.P.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi seminar dari pihak CV Cita Nasional yang membahas proses produksi serta pengendalian mutu produk susu dan yogurt. Materi ini memberikan gambaran awal mengenai sistem produksi dan standar kualitas yang diterapkan perusahaan.

Selanjutnya, mahasiswa melakukan observasi langsung terhadap implementasi CPPOB di industri pengolahan susu dan yogurt, mulai dari pengendalian bahan baku, kebersihan fasilitas produksi, hingga prosedur higienitas pekerja. Proses ini mencakup pengawasan kualitas susu segar, pengendalian kontaminasi silang, serta penerapan sanitasi peralatan dan lingkungan produksi secara berkala.

Mahasiswa juga mempelajari alur pengolahan susu dari tahap penerimaan bahan baku hingga distribusi produk jadi, termasuk proses pasteurisasi, homogenisasi, dan pengemasan. Selain itu, mahasiswa memahami bagaimana sistem kontrol kualitas diterapkan pada setiap tahapan produksi untuk memastikan produk memenuhi standar industri.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai implementasi teori yang telah dipelajari dalam praktikum, khususnya dalam aspek pengendalian mutu melalui CPPOB dan sanitasi industri. Pengalaman observasi langsung ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap praktik industri yang sesungguhnya.

“Kegiatan ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata dalam mendukung pemahaman mahasiswa terhadap praktik industri,” ujar Ibu Nadia selaku dosen pendamping.

Kunjungan industri ini menjadi bagian dari upaya Program Studi PPA dalam menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis praktik yang meningkatkan dan mempersiapkan kompetensi mahasiswa di dunia kerja, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri. Selain itu, pemahaman mengenai penerapan CPPOB dan sanitasi industri turut mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), terutama dalam memastikan proses produksi pangan yang aman, higienis, dan berkelanjutan.

Dokumen Rekap Kuisioner Tata Pamong UPPS dan PS 2020-2023

Informasi TerkiniPengumuman Akademik Tuesday, 10 December 2024

Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner baru-baru ini menyelesaikan survei evaluasi kinerja tata pamong dan tata kelola Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dan Program Studi (PS) untuk periode 2021-2023. Survei ini dirancang sebagai bagian dari upaya mendukung proses akreditasi BAN-PT, dengan fokus pada penerapan prinsip tata kelola yang baik, yaitu kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, dan keadilan dalam lingkungan akademik.

Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis Google Form yang disebarkan kepada civitas akademika UPPS dan PS. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa selama periode 2021-2023, pengelola UPPS dan PS berhasil menerapkan Lima Pilar Good Governance Practices serta enam fungsi manajemen secara konsisten dan efektif.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat mengakses dokumen rekapitulasi hasil kuisioner melalui tautan berikut: Rekap kuisioner tata pamong UPPS dan PS-2020-2023

12

Recent Posts

  • Lulusan D4 Pengembangan Produk Agroindustri UGM Siap Bersaing di Dunia Kerja
  • Transparansi & Kualitas Pembelajaran: Prodi PPA SV UGM Rilis Evaluasi Kepuasan Mahasiswa Semester Gasal TA 2025/2026
  • Mengubah Limbah Kakao Menjadi Nilai Tambah: Inovasi untuk Sistem Pangan Berkelanjutan
  • Pemanfaatan Produk Samping Penggilingan Padi sebagai Camilan Sehat Anak Usia Sekolah
  • Perkuat Legalitas dan Pemasaran Digital, Tim PkM PPA SV UGM Dampingi UMKM Pasta Bawang Merah Demangrejo

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!
  2. SITI ZULAIKHA on Pengembangan Produk Agroindustri
  3. Anung Solo on Kurikulum
  4. Wisnu Hari Murti on Kurikulum
  5. esklapasawit on Peneriman Mahasiswa
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Sarjana Terapan
Pengembangan Produk Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
Jl. Yacaranda, Sekip Unit II
Yogyakarta, Indonesia 55281
Email: agroindustri-sv@ugm.ac.id
Telp.: (0274) 556771

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY