Universitas Gadjah Mada Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang
    • Sarjana Terapan Pengembangan Produk Agroindustri
    • Profil Lulusan
    • Prestasi Mahasiswa
    • Dosen
    • Teknisi Laboratorium
  • Pendidikan
    • Kurikulum
  • Riset
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Kemahasiswaan
  • Berita
  • Unduh
  • FAQ
  • Beranda
  • Vokasi UGM
  • Vokasi UGM
  • page. 2
Arsip:

Vokasi UGM

Peneliti Ungkap Kualitas Biji Kakao Indonesia: Biji Gunung Kidul Unggul, Wilayah Lain Perlu Perbaikan

Informasi TerkiniRiset Friday, 22 November 2024

Yogyakarta, 22 November 2024 – Indonesia, sebagai salah satu pemain utama dalam industri kakao dunia, memiliki potensi besar untuk menghasilkan cokelat berkualitas tinggi. Namun, kualitas biji kakao yang bervariasi di berbagai daerah menjadi tantangan tersendiri.

Dalam sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim dosen dari Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, terungkap bahwa proses pascapanen, terutama fermentasi dan pengeringan, sangat krusial dalam menentukan kualitas biji kakao. Penelitian ini melibatkan analisis terhadap sampel biji kakao dari empat daerah di Indonesia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah Gunung Kidul memiliki tingkat fermentasi biji kakao terbaik dibandingkan dengan daerah lainnya. Fermentasi yang optimal sangat penting karena dapat mengubah rasa pahit alami kakao menjadi senyawa aroma yang lebih disukai konsumen. Sayangnya, hasil dari daerah Papua menunjukkan tingkat fermentasi yang masih rendah, bahkan ditemukan sejumlah biji kakao yang berjamur.

Selain tingkat fermentasi, kadar air pada biji kakao juga menjadi perhatian. Penelitian ini menemukan bahwa rata-rata kadar air biji kakao dari semua daerah yang diteliti masih di atas ambang batas yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI). Kadar air yang tinggi dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri, sehingga menurunkan kualitas biji kakao. “Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak potensi yang dapat digali untuk meningkatkan kualitas biji kakao Indonesia,” ujar Putri Rousan Nabila, S.T., M.T., selaku ketua penelitian ini. “Dengan memperbaiki proses fermentasi dan pengeringan, serta meningkatkan kesadaran petani akan pentingnya kualitas, kita dapat meningkatkan daya saing biji kakao Indonesia di pasar internasional.”

Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas biji kakao Indonesia, tetapi juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 12, yaitu produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab. Dengan menghasilkan produk pertanian yang berkualitas, Indonesia dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan mengurangi pemborosan.

Rekomendasi

Berdasarkan hasil penelitian, tim peneliti merekomendasikan beberapa hal, antara lain:

  • Peningkatan kualitas proses fermentasi: Petani perlu diberikan pelatihan dan pendampingan untuk melakukan proses fermentasi yang benar.
  • Peningkatan fasilitas pengeringan: Fasilitas pengeringan yang memadai diperlukan untuk menurunkan kadar air biji kakao secara efektif.
  • Standarisasi kualitas: Perlu adanya standarisasi kualitas biji kakao sesuai SNI 01-232-2008 yang lebih ketat untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar internasional.

Dengan upaya bersama, diharapkan kualitas biji kakao Indonesia dapat terus ditingkatkan sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi petani dan industri cokelat nasional.

Sosialisasi Pembibitan Unggul dan Pengembangan Produk Olahan Bawang Merah Dongkrak Kualitas Petani di Demangrejo

AgendaInformasi Terkini Friday, 15 November 2024

Sentolo, Kulonprogo – Tim Dosen Prodi Pengembangan Produk Agroindustri, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada sukses menggelar sosialisasi pembibitan unggul dan pengembangan produk olahan bawang merah di Kalurahan Demangrejo pada kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung selama Mei – November 2024. Kegiatan yang menyasar kelompok tani bawang merah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas petani.

Tim dosen yang dibantu oleh Badan Standardisasi Instrumen Pertanian Yogyakarta memberikan pemahaman komprehensif kepada petani mengenai teknik pembibitan unggul, mulai dari pemilihan bibit unggul, persiapan lahan, hingga perawatan bibit. Selain itu, sosialisasi juga mencakup pengenalan berbagai jenis produk olahan bawang merah, khususnya pasta bawang merah yang memiliki potensi pasar yang menjanjikan.

Peserta sangat antusias dengan kegiatan ini karena menjadi lebih paham tentang cara menghasilkan bibit bawang merah yang berkualitas dan peluang untuk mengembangkan produk olahan. Hasil sosialisasi menunjukkan peningkatan pemahaman para peserta. Tingkat pemahaman petani mengenai teknik budidaya bawang merah yang baik meningkat secara signifikan. Mereka kini lebih memahami pentingnya pemilihan bibit unggul, perawatan yang tepat, serta pencegahan penyakit. Selain itu, minat kelompok tani wanita untuk mengembangkan produk olahan bawang merah juga semakin besar.

“Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari antusiasme masyarakat Demangrejo,” ungkap Sang Norma Lintang Asmara, S.T., M.T., Ketua Tim Pengabdian. “Mereka sangat aktif bertanya dan berdiskusi. Ini menunjukkan bahwa mereka sangat serius dalam mengoptimalkan pertanian bawang merah setempat.”

  

Menanggapi antusiasme petani, tim dosen berencana untuk melanjutkan kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan fokus pada praktik langsung di lahan dan pelatihan pembuatan produk olahan bawang merah hingga siap dipasarkan. Harapannya, melalui kegiatan ini, petani di Demangrejo dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya. Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berupaya mewujudkan SDG’s Nomor 2 dengan meningkatkan ketahanan pangan dan SDG’s Nomor 12 dengan mempromosikan praktik pertanian yang berkelanjutan.

Sekolah Vokasi UGM berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan masyarakat, salah satunya di sektor pertanian. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini, diharapkan dapat tercipta petani yang mandiri dan produktif.

 

Membanggakan! Dosen PPA, Dr. Wildan Fajar Bachtiar, Raih Gelar Doktor Teknik Industri dengan Publikasi Internasional: Dukung Industri Pangan Halal Berkelanjutan Sesuai Target SDGs

Informasi Terkini Friday, 1 November 2024

Dr. Wildan Fajar Bachtiar, S.T., M.S., dosen Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri di Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), telah menyelesaikan pendidikan doktoralnya di bidang Teknik Industri dan diwisuda pada tanggal 24 Oktober 2024. Bukan hanya berhasil lulus doktor, penelitian disertasi beliau juga berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya di bidang industri pangan halal. Melalui disertasinya, Dr. Wildan mengusulkan kerangka kerja keberlanjutan yang mendukung industri pengolahan daging halal, sejalan dengan komitmen SDGs terhadap produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab (SDG 12) serta peningkatan ekonomi berkelanjutan (SDG 8). 

 

Tidak hanya berhasil mempertahankan disertasinya, Dr. Wildan juga menerbitkan hasil penelitiannya dalam Journal of Islamic Marketing yang terindeks Scopus Q2. Dalam artikelnya, “Halal Food Sustainable Traceability Framework for the Meat Processing Industry,” Dr. Wildan menyoroti pentingnya sistem pelacakan terpadu untuk menjamin kehalalan produk sambil mengoptimalkan rantai pasok yang ramah lingkungan. Di tengah tren global yang mendorong produk halal berkelanjutan, sistem ini memberikan panduan praktis bagi industri untuk menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen secara jangka panjang.  

Kehadiran Dr. Wildan sebagai doktor di Sekolah Vokasi UGM menjadi kebanggaan bagi institusi dan diharapkan mampu memberi inspirasi dan dorongan kepada mahasiswa serta rekan-rekan sejawat untuk terus mengembangkan penelitian yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya dalam mendukung perkembangan agroindustri dan sistem pangan yang lebih baik di masa depan. Sekali lagi, seluruh rekan kerja dan mahasiswa PPA mengucapkan selamat dan bangga kepada Dr. Wildan Fajar Bachtiar, S.T., M.S. 

Kolaborasi Mahasiswa dan BPSIP Yogyakarta Ciptakan Sari Sacha Inchi Kaya Omega-3: Inovasi Unggulan untuk Mendukung SDGs Pangan Berkelanjutan (Nomor 2)

Informasi TerkiniKegiatan Mahasiswa Thursday, 24 October 2024

Sania, seorang mahasiswa angkatan 2020 dari program studi pengembangan produk agroindustri, berhasil mengembangkan produk inovasi yaitu sari sacha inchi yang kaya akan Omega-3 dan Omega-6. Proyek ini dikerjakannya pada bulan Januari 2023 hingga Maret 2024, di bawah bimbingan Dr. Annie Mufyda Rahmatika, S.T., M.T., yang bekerja sama dengan Nurdeana Cahyaniingrum dari Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Yogyakarta.

Apa itu Sacha Inchi? Mungkin dari sebagian pembaca masih merasa asing dengan kata ini. Sacha Inchi dikenal sebagai superfood dan memiliki popularitas karena nilai gizi yang tinggi. Proyek penelitian inimemiliki tujuan yang mulia yaitu mengatasi kesenjangan pangan yang semakin meningkat dengan menyediakan alternatif pangan bergizi bagi mereka yang intoleran laktosa. Sari ini tidak hanya kaya akan asam lemak esensial tetapi juga memiliki rasa yang disukai oleh berbagai kalangan konsumen. Hal ini tebukti dari analisa riset pasar yang telah dilakukan, sehingga Sania dan team memahami preferensi konsumen dan tantangan potensial dalam komersialisasi sari sacha inchi. Riset ini akan membantu menyempurnakan produk dan mengembangkan strategi pemasaran yang efektif untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Pengembangan produk Sari Sacha Inchi tidak akan berhasil tanpa adanya kerja sama dengan BPSIP Yogyakarta. Dalam kerja sama ini, BSIP  memberikan sumber daya dan keahlian yang berharga dalam proses pengembangan produk dan memastikan bahwa sari sacha inchi memenuhi persyaratan kualitas dan keamanan pangan yang diperlukan. Proyek ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara institusi akademis dan pusat penelitian pertanian dalam meningkatkan produksi dan inovasi pangan.

Dr. Annie Mufyda Rahmatika mengungkapkan kebanggaannya terhadap karya Sania yang dapat mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam mengatasi keamanan pangan dan mempromosikan produksi pangan yang berkelanjutan (SDGs Nomor 2). “Dengan mengembangkan produk yang tidak hanya bergizi tetapi juga memenuhi kebutuhan diet tertentu, kami berkontribusi pada pengurangan kesenjangan pangan di komunitas kami,” ujarnya.

Sari sacha inchi yang dikembangkan Sania dirancang sebagai produk yang serbaguna yang dapat dikonsumsi dalam berbagai cara, baik sebagai minuman segar maupun sebagai bahan dalam smoothie dan resep lainnya. Fleksibilitas ini menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang peduli kesehatan yang ingin memasukkan lebih banyak Omega-3 dan Omega-6 ke dalam diet mereka. Selain itu, Sacha Inchi adalah tanaman yang tumbuh subur di berbagai iklim dan membutuhkan sumber daya minimal dibandingkan dengan tanaman lainnya. Dengan mempromosikan produk Sacha Inchi, proyek ini tidak hanya mendukung petani lokal tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.

Sebagai kesimpulan, pendekatan inovatif Sania dalam mengembangkan sari sacha inchi merupakan langkah signifikan menuju pengurangan kesenjangan pangan dan promosi produksi pangan yang berkelanjutan. Dengan dukungan BPSIP Yogyakarta dan bimbingan para mentornya, ia membuka jalan bagi inovasi agroindustri di masa depan yang mengutamakan kesehatan dan keberlanjutan.

Membangun Ekonomi Inklusif: Sinergi Perguruan Tinggi dan Komunitas Difabel sebagai Motor Penggerak Ekonomi Lokal

AgendaInformasi TerkiniInspirasi Kewirausahaan Wednesday, 9 October 2024

Prodi Pengembangan Produk Agroindustri bersinergi dengan Kelompok Difabel Kalurahan Kaliagung, Kulon Progo untuk mendukung pengembangan UMKM lokal. Inisiatif ini berfokus pada pendampingan perbaikan produksi dan pengelolaan keuangan yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing bisnis lokal. Program ini diketuai oleh Ibu Anjar Ruspita Sari, S.T.P., M.Sc., bersama dengan anggota tim yang terdiri dari Putri Rousan Nabila, S.T., M.T. (Prodi Pengembangan Produk Agroindustri, Sekolah Vokasi UGM), Dr. Faiz Zamzami, S.E., M.Acc., QIA., CMA., CAPM., CAPF.,CRA.,CACP (Prodi Akuntansi Sektor Publik, Sekolah Vokasi UGM), beserta Wuri Handayani, S.E., Ak., M.Si., M.A., Ph.D. (Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomikas dan Bisnis UGM). UMKM yang terlibat dalam program ini adalah Dapur Mucuna Chips, yang dikelola oleh Kelompok Difabel Kelurahan (KDK) Santika Kaliagung KDK Santika, yang merupakan akronim dari “Sanajan Alpita Nir Tikel ing Kaliagung” (meski memiliki kekurangan, tetap bermanfaat di Kaliagung). UMKM ini memproduksi keripik berbahan dasar kacang Kara Benguk yang merupakan produk khas lokal.

 

Sejak didirikan pada September 2023, Dapur Mucuna Chips berhasil memberdayakan komunitas difabel dengan menawarkan produk inovatif. Nama “Mucuna” berasal dari nama latin kacang kara benguk, bahan utama produk mereka. UMKM ini telah menunjukkan peranan dalam pemanfaatan komoditas lokal yang memiliki nilai tambah.

Mahasiswa Prodi Pengembangan Produk Agroindustri semester 4 yang terdiri dari Achmad Yoga Sundava, Muhammad Abdullah Muzaki, Woro Puspita,  Nara Husnal Aufa, Nabila Widalista Putri, dan Jihan Dzakiyyatun Habibah juga turut serta dalam program ini melalui kegiatan praktik kerja lapang. Kolaborasi ini menjadi contoh sinergi yang baik antara perguruan tinggi dan komunitas difabel yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif, selaras dengan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Winarno, perwakilan dari KDK Santika, mengungkapkan rasa terima kasih atas perbaikan yang dilakukan pada tata letak produksi, menyatakan, “Hasil perbaikan tata letak oleh adik-adik PKL sangat bermanfaat bagi kami. Ketika kami memiliki program perbaikan Dapur Mucuna, kami langsung menerapkannya.”

Dapur Mucuna Chips juga mendapatkan dukungan dari Dana Keistimewaan Yogyakarta dan Bank Syariah Indonesia yang mendukung dalam hal perbaikan infrastruktur dan pemutakhiran fasilitas produksi. Program ini tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga mendukung inklusivitas dengan memberdayakan kelompok difabel, menjadikannya model yang dapat diadopsi oleh UMKM lain di daerah tersebut.

Pelatihan yang disampaikan pada 7 September disampaikan oleh Ibu Putri Rousan Nabila, S.T., M.T. tentang aturan label kemasan sesuai BPOM No 20 tahun 2021, serta Ibu Anjar Ruspita Sari, S.T.P., M.Sc. tentang Prinsip Umum Higiene Pangan SNI CAC/RCP 1:2011. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas difabel di Kulon Progo menjadi sinar harapan untuk pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Dengan memberdayakan UMKM seperti Dapur Mucuna Chips, inisiatif ini membuka jalan menuju masa depan yang lebih inklusif dan sejahtera bagi semua.

Mahasiswa Agroindustri UGM Belajar Langsung Pengelolaan Limbah di PIAT

Informasi TerkiniKegiatan Mahasiswa Wednesday, 9 October 2024

Pada tanggal 23 September 2024, mahasiswa semester 3 Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kunjungan industri ke Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) di Kalitirto, Berbah. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam penerapan bidang pengelolaan limbah, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait praktik ekonomi sirkular.

Selama kunjungan, mahasiswa berkesempatan untuk mengamati berbagai proses pengelolaan limbah yang dilakukan di PIAT, mulai dari pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik hingga pengolahan sampah plastik. Kegiatan yang paling menarik perhatian adalah teaching farm magot, di mana mahasiswa belajar tentang pemanfaatan larva lalat hitam dalam mengolah sampah organik menjadi protein hewani.

“Kunjungan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami bisa melihat langsung bagaimana proses pengolahan sampah menjadi pupuk organik serta meningkatkan kesadaran kami untuk melakukan pemilahan sampah,” ujar Zeva Astrid Kumala dan Arina Faillasuffa, yang merupakan peserta kunjungan.

Senada dengan mahasiswa, dosen pengampu mata kuliah, Anjar Ruspita Sari, S.T.P., M.Sc., juga memberikan apresiasi atas kegiatan ini. “Kunjungan lapangan seperti ini sangat bermanfaat untuk memberikan gambaran secara langsung kepada mahasiswa mengenai pengelolaan limbah. Selain itu, kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang isu sampah, terutama di wilayah DIY yang semakin serius,”.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, mahasiswa diharuskan menyusun laporan yang mengkaitkan praktik yang dilakukan di PIAT dengan teori terkait yang mendukung. Laporan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan diri bagi mahasiswa.

PIAT sendiri merupakan pusat inovasi yang memiliki peran penting dalam mewujudkan kemandirian sektor agro di Indonesia. Dengan fokus pada inovasi, PIAT memanfaatkan sumber daya lahan milik UGM untuk menghasilkan produk-produk agro inovatif. Melalui kegiatan seperti kunjungan industri ini, PIAT turut berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan mampu menciptakan solusi atas permasalahan sampah.

Integrasi prinsip ekonomi sirkular dalam praktik pengelolaan limbah di PIAT tidak hanya mendukung praktik pertanian berkelanjutan tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis tentang pemanfaatan sumber daya dan pengurangan limbah. Pengalaman langsung ini sangat penting dalam mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia nyata di bidang agroindustri.

Selain belajar tentang pengelolaan limbah, mahasiswa juga terlibat dalam diskusi tentang implikasi yang lebih luas dari praktik berkelanjutan dalam pertanian. Mereka mengeksplorasi bagaimana pengelolaan limbah yang inovatif dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan dalam proses agroindustri.

Secara keseluruhan, kunjungan ke PIAT merupakan langkah signifikan dalam menjembatani kesenjangan antara pengetahuan teoritis dan aplikasi praktis bagi mahasiswa UGM. Kunjungan ini memperkuat pentingnya praktik berkelanjutan dalam agroindustri dan menginspirasi mahasiswa untuk menjadi proaktif dalam mengatasi isu-isu lingkungan.

Tim Pengabdian PPA SV UGM Mengoptimalkan Potensi Pertanian Lokal Bawang Merah di Kulon Progo untuk mendukung SDGs nomor 8 dan 17 

AgendaInformasi Terkini Tuesday, 24 September 2024

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada melaksanakan program lanjutan yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi bawang merah di Kelurahan Demangrejo, Sentolo, Kulon Progo. Pengabdiaan yang diketuai oleh Sang Norma Lintang Asmara, S.T., M.T. ini beranggotakan Galih Kusuma Aji, S.T.P., M.Agr., PhD., Dr.Eng Annie Mufyda Rahmatika, S.T., M.T., Anjar Ruspita Sari, S.T.P., M.Sc., Wildan Fajar Bachtiar, S.T., M.S., Dr. Fahrizal Yusuf Affandi, S.T.P., M.Sc., Putri Rousan Nabila, S.T., M.T., dan Sonia Dora Febri Esa, S.T.P., M.Sc. Terdapat dua agenda utama pada pengabdian yang didanai oleh Sekolah Vokasi UGM ini, yakni sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan dilaksanakan sejak Juni hingga November 2024 dengan mendatangkan masyarakat sekitar yang terdiri dari Gabungan Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani (Kelompok Desa Prima). 

“Pengabdian masyarakat di Kelurahan Demangrejo ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para petani untuk melakukan budidaya yang tepat pada komoditas bawang merah, meningkatkan pengetahuan tentang pengembangan produk olahan bawang merah, serta menciptakan satu produk olahan yang dapat dijadikan sebagai produk unggulan disana”, ujar Sang Norma Lintang Asmara, Jum’at (20/9). 

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi pembibitan bawang merah dan sosialisasi pengembangan produk bawang merah yang dilaksanakan di Balai Keluragan Demangrejo dan dihadiri oleh 20 perwakilan kelompok tani. Rangkaian selanjutnya adalah pelatihan budidaya bawang merah di lahan pertanian setempat dan pelatihan pembuatan produk olahan bawang merah di Gedung Field Research Center UGM. Tim PkM turut menghadirkan narasumber dari Badan Standardisasi Instrumen Pertanian Yogyakarta guna memberikan wawasan terkait pembibitan dan pelatihan budidaya bawang merah. Serangkaian kegiatan ini sangat disambut baik oleh masyarakat setempat. Mereka mengharapkan adanya pelatihan dan pendampingan lanjutan agar diperoleh hasil yang maksimal pada hasil budidaya dan pembuatan olahan bawang merah disana.    

Melalui program ini, Tim Pengabdian Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada berkomitmen untuk terus memberikat kontribusi nyata pada pengembangan desa sebagai wujud partisipasi dalam SDGs nomor 8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta nomor 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. 

Prodi PPA Siap Menghasilkan Profesional Pangan Bersertifikasi Keamanan Internasional

AgendaInformasi TerkiniKegiatan Mahasiswa Monday, 1 July 2024

Uji Kompetensi Skema Sertifikasi Klaster Penyusunan Dokumen Sistem HACCP telah berhasil dilaksanakan pada tanggal 24-25 April 2024 secara online melalui platform Zoom. Ujian tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan (LSP JMKP) dan diikuti oleh 58 peserta dari Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (Sekolah Vokasi, UGM) dimana 11 diantaranya adalah mahasiswa Pengembangan Produk Agroindustri dari angkatan 2020. Uji kompetensi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para peserta dalam menyusun dokumen sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), yang merupakan standar internasional dalam menjamin keamanan pangan. Peserta diuji melalui serangkaian tes teoritis dan praktis yang dirancang untuk mengukur kemampuan mereka dalam menerapkan prinsip-prinsip HACCP secara efektif.  

Kegiatan ini melibatkan para ahli berpengalaman di bidang HACCP yang memberikan bimbingan dan penilaian selama uji kompetensi berlangsung. Seluruh peserta dinyatakan lulus dalam ujian ini. Melalui sertifikasi ini, para peserta kini siap menerapkan sistem HACCP dengan lebih baik di tempat kerja mereka, sehingga turut mendukung peningkatan kualitas dan keamanan produk pangan di Indonesia. Kami juga berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kompetensi para profesional di industri pangan melalui program-program pelatihan dan sertifikasi berkualitas tinggi. Kesuksesan acara ini merupakan langkah maju dalam memastikan bahwa produk pangan yang dihasilkan di Indonesia memenuhi standar keamanan internasional, memberikan perlindungan yang lebih baik bagi konsumen. 

Workshop Pembentukan Asosiasi Agroindustri

AgendaInformasi Terkini Friday, 7 June 2024

Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada bersama program studi vokasi sejenis yang berasal dari 6 Politeknik yaitu Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Politeknik Negeri Banyuwangi, Politeknik Negeri Tanah Laut, Politeknik Negeri Cilacap, Politeknik Negeri Lampung, dan Politeknik Negeri Sambas menyelenggarakan workshop daring melalui aplikasi Microsoft Teams dengan tajuk “Workshop Pembentukan Asosiasi Agroindustri Indonesia” pada Kamis (6/6). Workshop ini bertujuan untuk membedah kurikulum masing-masing program studi agroindustri di berbagai institusi peserta guna melakukan evaluasi kurikulum yang digunakan sebagai landasan pelaksanaan pendidikan pada program studi Pengembangan Produk Agroindustri/sejenis. Workshop ini juga bertujuan untuk memfasilitasi pembentukan asosiasi pengembangan agroindustri se-Indonesia dalam jangka panjang. 

Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam upaya mengembangkan sektor agroindustri di Indonesia melalui kolaborasi antar institusi pendidikan tinggi vokasi. Dalam sesi diskusi, para peserta berbagi memaparkan kurikulum yang diterapkan di masing-masing institusi serta bagaimana tantangan dan peluang yang dihadapi.  

Sebagai tindak lanjut yang telah disepakati dalam workshop ini adalah menentukan nama asosiasi yang akan dibentuk. Selain itu, akan diadakan workshop lanjutan secara luring yang rencananya akan dilaksanakan di Yogyakarta dengan Universitas Gadjah Mada sebagai tuan rumah dalam waktu dekat. Workshop lanjutan ini diharapkan dapat mempererat kerja sama dan menghasilkan rencana strategis yang lebih konkret untuk pengembangan agroindustri di Indonesia. Terbentuknya asosiasi agroindustri nantinya juga diharapkan dapat menunjang keperluan administrasi para alumni agar lebih mudah dalam berkarir baik di dunia industri maupun pemerintahan. Acara ini diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi pengembangan pendidikan vokasi di bidang agroindustri dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan sektor pertanian dan industri di Indonesia. 

Inisiasi Kerja Sama Internasional Universiti Putra Malaysia

AgendaInformasi Terkini Tuesday, 4 June 2024

Sleman- Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri (PPA) telah melaksanakan inisiasi kerja sama internasional dengan Faculty of Engineering, Universiti Putra Malaysia (UPM) (30/04) yang diwakili oleh Ybhg. Profesor Dr. Rosnah Binti Shamsudin. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Teaching and Learning Innovation Center (TILC), Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada yang  dihadiri oleh pengurus prodi PPA, pengurus Departemen THV, serta Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Leo Indra Wardhana, S.E., M.Sc.). Pertemuan ini menjadi bukti komitmen prodi PPA untuk kolaborasi dalam kancah internasional yang berfokus pada student mobility dan research. 

Kerja sama yang terjalin memiliki tujuan jangka panjang yaitu untuk memperkuat hubungan akademik dan penelitian antara kedua institusi.  Diskusi ini membuka peluang kolaborasi penelitian dan pengembangan inovasi dalam bidang agroindustri bersama. Tindak lanjut dari inisiasi kerjasama ini adalah kegiatan kolaborasi tim pengajar internasional dalam Mata Kuliah Rekayasa Perancangan Proses Agroindustri (30/05) dengan menghadirkan Ybhg. Profesor Dr. Rosnah Binti Shamsudin yang sekaligus adalah Malaysian Society of Agricultural and Food Engineers (MSAE) President 2023-2025.  Ybhg. Profesor Dr. Rosnah Binti Shamsudin memberikan paparan  menarik tentang ‘UV Processing on Food Production‘.  Diawali dengan kolaborasitim pengajar internasional ini, mahasiswa diharapkan mendapat pemaparan pelaksanaan kuliah oleh dosen aing yang nantinya mendukung luaran prodi PPA untuk menghasilkan lulusan yang siap bersaing di pasar global dan memiliki perspektif internasional yang kuat, serta memberikan kontribusi positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang agroindustri. 

12

Recent Posts

  • Inovasi Teknologi Pascapanen untuk Food Preservation Melon: Dosen UGM Raih Pendanaan PDP BIMA 2026
  • Dari Teori ke Praktik: Menilik Kegiatan Magang Mahasiswa di Divisi Quality Control PT Charoen Pokphand
  • Mengubah Limbah Kakao Menjadi Nilai Tambah: Inovasi untuk Sistem Pangan Berkelanjutan
  • Mahasiswa Pengembangan Produk Agroindustri Perkuat Kompetensi Industri Melalui Magang di CV Ganep Lintas Generasi
  • Program Studi PPA UGM Raih Akreditasi Baik Sekali Periode Tahun 2026–2031

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!
  2. SITI ZULAIKHA on Pengembangan Produk Agroindustri
  3. Anung Solo on Kurikulum
  4. Wisnu Hari Murti on Kurikulum
  5. esklapasawit on Peneriman Mahasiswa
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Sarjana Terapan
Pengembangan Produk Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
Jl. Yacaranda, Sekip Unit II
Yogyakarta, Indonesia 55281
Email: agroindustri-sv@ugm.ac.id
Telp.: (0274) 556771

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY