Universitas Gadjah Mada Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang
    • Sarjana Terapan Pengembangan Produk Agroindustri
    • Profil Lulusan
    • Prestasi Mahasiswa
    • Dosen
    • Teknisi Laboratorium
  • Pendidikan
    • Kurikulum
  • Riset
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Kemahasiswaan
  • Berita
  • Unduh
  • FAQ
  • Beranda
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Arsip:

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Persiapkan Kurikulum Terbaru, PPA Bekali Mahasiswa Angkatan 2024 Hadapi Program Magang di Industri 

Informasi TerkiniKegiatan Mahasiswa Thursday, 25 June 2026

Pada Rabu, 3 Juni 2026, program studi Pengembangan Produk Agroindustri (PPA) UGM menyelenggarakan Workshop Magang bagi mahasiswa angkatan 2024 sebagai persiapan pelaksanaan magang industri pada semester 6. Kegiatan ini menghadirkan Arza Mandega P., S.T.P., selaku Manager Produksi PT Mazaraat, dan Gayuh Ardian Fajri sebagai narasumber yang membagikan pengalaman serta wawasan terkait dunia industri, khususnya dalam hal kesiapan mahasiswa menghadapi proses magang, pengembangan jejaring profesional, serta strategi memanfaatkan peluang di lingkungan kerja. 

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari pihak program studi mengenai implementasi kurikulum terbaru yang mulai diterapkan pada angkatan 2024. Kepala Program Studi PPA UGM, Dr.Eng. Annie Mufyda Rahmatika, menjelaskan bahwa magang merupakan bagian penting dari proses pembelajaran Vokasi yang bertujuan memperkuat keterkaitan antara kompetensi akademik dan kebutuhan industri.

Data Sosialisasi Magang 2026 

Workshop juga menghadirkan Nadia ABM, S.T.P., M.FoodScTech. selaku penanggung jawab program magang PPA yang memaparkan alur pelaksanaan magang serta berbagai persiapan yang perlu dilakukan mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Materi yang disampaikan mencakup proses pencarian industri, pengajuan magang, hingga berbagai hal yang perlu diperhatikan selama pelaksanaan magang.

Antusiasme mahasiswa terlihat selama sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan diajukan terkait pemilihan perusahaan, bidang magang yang sesuai dengan minat, serta strategi menghadapi proses seleksi. Diskusi ini menunjukkan tingginya minat mahasiswa dalam mempersiapkan diri memasuki dunia industri secara lebih terarah.

Melalui workshop magang ini, PPA UGM berharap mahasiswa, khususnya angkatan 2024, dapat mempersiapkan diri dengan lebih matang sebelum memasuki dunia industri. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen program studi dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang aplikatif, relevan dengan kebutuhan industri, serta mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja.

Kegiatan tersebut juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pembelajaran berbasis pengalaman kerja, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan kesiapan mahasiswa memasuki dunia profesional, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri.

Dari 81.800 Pendaftar, Mahasiswi PPA UGM Lolos Google Student Ambassador 2026

Informasi TerkiniPrestasi Mahasiswa Monday, 25 May 2026

Mahasiswi Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri (PPA) UGM angkatan 2024, Kautsarifa Hasna Maulida, berhasil meraih prestasi sebagai Google Student Ambassador 2026. Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi Program Studi PPA sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa mampu berprestasi dan berkembang di tingkat nasional.

Dari 81.800 pendaftar yang berasal dari 1.900 universitas di Indonesia, Kautsarifa berhasil terpilih menjadi bagian dari 2.000 Google Student Ambassadors. Perjalanannya berlanjut hingga terpilih sebagai salah satu dari 150 partisipan yang mengikuti kegiatan Inauguration dan Office Tour Google Jakarta secara luring dengan dukungan penuh (fully funded). Selama kegiatan, ia memperoleh kesempatan untuk mengunjungi kantor Google Jakarta dan bertemu mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Kautsarifa, pengalaman tersebut menjadi ruang belajar baru yang mendorong pengembangan diri dan keberanian untuk mencoba peluang di luar zona nyaman. “Jangan pernah takut untuk bersaing dan mengeksplorasi hal-hal baru di luar zona nyaman. Kesempatan besar itu ada, tinggal bagaimana kita berani mengambil langkah untuk mencobanya,” ungkapnya.

Prestasi ini turut mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan kompetensi mahasiswa, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui perluasan jejaring dan kolaborasi.

Membangun Ekonomi Inklusif: Sinergi Perguruan Tinggi dan Komunitas Difabel sebagai Motor Penggerak Ekonomi Lokal

AgendaInformasi TerkiniInspirasi Kewirausahaan Wednesday, 9 October 2024

Prodi Pengembangan Produk Agroindustri bersinergi dengan Kelompok Difabel Kalurahan Kaliagung, Kulon Progo untuk mendukung pengembangan UMKM lokal. Inisiatif ini berfokus pada pendampingan perbaikan produksi dan pengelolaan keuangan yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing bisnis lokal. Program ini diketuai oleh Ibu Anjar Ruspita Sari, S.T.P., M.Sc., bersama dengan anggota tim yang terdiri dari Putri Rousan Nabila, S.T., M.T. (Prodi Pengembangan Produk Agroindustri, Sekolah Vokasi UGM), Dr. Faiz Zamzami, S.E., M.Acc., QIA., CMA., CAPM., CAPF.,CRA.,CACP (Prodi Akuntansi Sektor Publik, Sekolah Vokasi UGM), beserta Wuri Handayani, S.E., Ak., M.Si., M.A., Ph.D. (Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomikas dan Bisnis UGM). UMKM yang terlibat dalam program ini adalah Dapur Mucuna Chips, yang dikelola oleh Kelompok Difabel Kelurahan (KDK) Santika Kaliagung KDK Santika, yang merupakan akronim dari “Sanajan Alpita Nir Tikel ing Kaliagung” (meski memiliki kekurangan, tetap bermanfaat di Kaliagung). UMKM ini memproduksi keripik berbahan dasar kacang Kara Benguk yang merupakan produk khas lokal.

 

Sejak didirikan pada September 2023, Dapur Mucuna Chips berhasil memberdayakan komunitas difabel dengan menawarkan produk inovatif. Nama “Mucuna” berasal dari nama latin kacang kara benguk, bahan utama produk mereka. UMKM ini telah menunjukkan peranan dalam pemanfaatan komoditas lokal yang memiliki nilai tambah.

Mahasiswa Prodi Pengembangan Produk Agroindustri semester 4 yang terdiri dari Achmad Yoga Sundava, Muhammad Abdullah Muzaki, Woro Puspita,  Nara Husnal Aufa, Nabila Widalista Putri, dan Jihan Dzakiyyatun Habibah juga turut serta dalam program ini melalui kegiatan praktik kerja lapang. Kolaborasi ini menjadi contoh sinergi yang baik antara perguruan tinggi dan komunitas difabel yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif, selaras dengan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Winarno, perwakilan dari KDK Santika, mengungkapkan rasa terima kasih atas perbaikan yang dilakukan pada tata letak produksi, menyatakan, “Hasil perbaikan tata letak oleh adik-adik PKL sangat bermanfaat bagi kami. Ketika kami memiliki program perbaikan Dapur Mucuna, kami langsung menerapkannya.”

Dapur Mucuna Chips juga mendapatkan dukungan dari Dana Keistimewaan Yogyakarta dan Bank Syariah Indonesia yang mendukung dalam hal perbaikan infrastruktur dan pemutakhiran fasilitas produksi. Program ini tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga mendukung inklusivitas dengan memberdayakan kelompok difabel, menjadikannya model yang dapat diadopsi oleh UMKM lain di daerah tersebut.

Pelatihan yang disampaikan pada 7 September disampaikan oleh Ibu Putri Rousan Nabila, S.T., M.T. tentang aturan label kemasan sesuai BPOM No 20 tahun 2021, serta Ibu Anjar Ruspita Sari, S.T.P., M.Sc. tentang Prinsip Umum Higiene Pangan SNI CAC/RCP 1:2011. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas difabel di Kulon Progo menjadi sinar harapan untuk pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Dengan memberdayakan UMKM seperti Dapur Mucuna Chips, inisiatif ini membuka jalan menuju masa depan yang lebih inklusif dan sejahtera bagi semua.

Tim Pengabdian PPA SV UGM Mengoptimalkan Potensi Pertanian Lokal Bawang Merah di Kulon Progo untuk mendukung SDGs nomor 8 dan 17 

AgendaInformasi Terkini Tuesday, 24 September 2024

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada melaksanakan program lanjutan yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi bawang merah di Kelurahan Demangrejo, Sentolo, Kulon Progo. Pengabdiaan yang diketuai oleh Sang Norma Lintang Asmara, S.T., M.T. ini beranggotakan Galih Kusuma Aji, S.T.P., M.Agr., PhD., Dr.Eng Annie Mufyda Rahmatika, S.T., M.T., Anjar Ruspita Sari, S.T.P., M.Sc., Wildan Fajar Bachtiar, S.T., M.S., Dr. Fahrizal Yusuf Affandi, S.T.P., M.Sc., Putri Rousan Nabila, S.T., M.T., dan Sonia Dora Febri Esa, S.T.P., M.Sc. Terdapat dua agenda utama pada pengabdian yang didanai oleh Sekolah Vokasi UGM ini, yakni sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan dilaksanakan sejak Juni hingga November 2024 dengan mendatangkan masyarakat sekitar yang terdiri dari Gabungan Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani (Kelompok Desa Prima). 

“Pengabdian masyarakat di Kelurahan Demangrejo ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para petani untuk melakukan budidaya yang tepat pada komoditas bawang merah, meningkatkan pengetahuan tentang pengembangan produk olahan bawang merah, serta menciptakan satu produk olahan yang dapat dijadikan sebagai produk unggulan disana”, ujar Sang Norma Lintang Asmara, Jum’at (20/9). 

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi pembibitan bawang merah dan sosialisasi pengembangan produk bawang merah yang dilaksanakan di Balai Keluragan Demangrejo dan dihadiri oleh 20 perwakilan kelompok tani. Rangkaian selanjutnya adalah pelatihan budidaya bawang merah di lahan pertanian setempat dan pelatihan pembuatan produk olahan bawang merah di Gedung Field Research Center UGM. Tim PkM turut menghadirkan narasumber dari Badan Standardisasi Instrumen Pertanian Yogyakarta guna memberikan wawasan terkait pembibitan dan pelatihan budidaya bawang merah. Serangkaian kegiatan ini sangat disambut baik oleh masyarakat setempat. Mereka mengharapkan adanya pelatihan dan pendampingan lanjutan agar diperoleh hasil yang maksimal pada hasil budidaya dan pembuatan olahan bawang merah disana.    

Melalui program ini, Tim Pengabdian Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada berkomitmen untuk terus memberikat kontribusi nyata pada pengembangan desa sebagai wujud partisipasi dalam SDGs nomor 8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta nomor 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. 

Recent Posts

  • Tingkatkan Efisiensi Pengemasan, Mahasiswa Magang Lakukan Analisis OEE di Bogasari Flour Mills
  • Terjun ke Lini Produksi Mondelez, Mahasiswa Dalami Kualitas Produk dan Efisiensi Manufaktur Pangan
  • Mahasiswa PPA UGM Pelajari Riset Pasar dan Pengembangan Produk Bersama Praktisi dari Nestlé
  • Persiapkan Kurikulum Terbaru, PPA Bekali Mahasiswa Angkatan 2024 Hadapi Program Magang di Industri 
  • Inovasi Hijau UGM: Sulap Limbah Sekam Padi Menjadi Bioplastik Kemasan Pangan Berkelanjutan

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!
  2. SITI ZULAIKHA on Pengembangan Produk Agroindustri
  3. Anung Solo on Kurikulum
  4. Wisnu Hari Murti on Kurikulum
  5. esklapasawit on Peneriman Mahasiswa
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Sarjana Terapan
Pengembangan Produk Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
Jl. Yacaranda, Sekip Unit II
Yogyakarta, Indonesia 55281
Email: agroindustri-sv@ugm.ac.id
Telp.: (0274) 556771

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY