Universitas Gadjah Mada Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang
    • Sarjana Terapan Pengembangan Produk Agroindustri
    • Profil Lulusan
    • Prestasi Mahasiswa
    • Dosen
    • Teknisi Laboratorium
  • Pendidikan
    • Kurikulum
  • Riset
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Kemahasiswaan
  • Berita
  • Unduh
  • FAQ
  • Beranda
  • Pos oleh
Pos oleh :

chusnulianovabintangpuspi

JATISARONO BERDAYA: Mendorong Ekonomi Inklusif Melalui Teknologi Tepat Guna dan Branding Berbasis AI Berkelanjutan

Informasi TerkiniPengabdian Tuesday, 18 August 2026

Kalurahan Jatisarono, Nanggulan, memiliki potensi lahan persawahan dan pekarangan yang luas mencapai lebih dari 400 hektar. Namun, tantangan utama yang dihadapi petani lokal adalah cepatnya kerusakan hasil panen jamur tiram yang hanya bertahan 1-3 hari. Melalui program pengabdian masyarakat bertajuk “Penerapan Teknologi Tepat Guna Untuk Pengembangan Usaha Produktif dan Pertanian Berkelanjutan,” tim dari Universitas Gadjah Mada hadir untuk memberikan solusi integratif yang mendukung pencapaian SDG 8 (Pekerjaan Layak), SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), dan SDG 12 (Produksi yang Bertanggung Jawab).

Gambar 1. Narasumber pada kegiatan pengabdian masyarakat

Salah satu pilar utama pengabdian ini adalah edukasi preservasi dan pengolahan jamur. Jamur tiram yang memiliki kandungan air 85-95% sangat rentan layu. Kami memperkenalkan teknik pendinginan pada suhu 3-4°C yang mampu mengurangi kecokelatan hingga 75%. Lebih jauh lagi, melalui Teknologi Tepat Guna (TTG), jamur segar diolah menjadi Jamur Krispi. Inovasi ini bukan sekadar pengolahan biasa, melainkan strategi peningkatan nilai tambah:

  • Masa Simpan: Meningkat drastis dari 3 hari menjadi 1 tahun.
  • Nilai Tambah: Memberikan rasio nilai tambah sebesar 48%, yang masuk dalam kategori sangat tinggi.
  • Efisiensi Ekonomi: Harga bahan baku Rp 20.000/kg dapat diubah menjadi produk bernilai setara Rp 200.000/kg
Gambar 2. Peserta dari UMKM dan KDK antusias mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat

Sejalan dengan SDG 10, program ini menempatkan Kelompok Disabilitas Kelurahan (KDK) IKHLAS sebagai mitra utama. Kami percaya bahwa keberlanjutan ekonomi harus bersifat inklusif. Pelatihan diberikan untuk memastikan anggota kelompok memiliki keterampilan manajemen usaha dan produksi yang mandiri. Strategi branding yang kami usung menggunakan prinsip 4C (Crunchy, Clean, Consistent, Community-Care), di mana aspek kepedulian terhadap pemberdayaan disabilitas menjadi jiwa dari merek tersebut. Dalam era digital, identitas visual adalah kunci daya saing. Proses desain kemasan dilakukan dengan bantuan Artificial Intelligence (AI) untuk membantu UMKM menciptakan logo dan label yang profesional secara efisien. Strategi ini bertujuan agar produk lokal Jatisarono mampu menembus pasar yang lebih luas, baik melalui pasar digital maupun pusat oleh-oleh di Kulon Progo.

Program pengabdian masyarakat di Kelurahan Jatisarono ini secara spesifik dirancang untuk mendukung pencapaian tiga poin utama dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 8, 10, dan 12. Berikut adalah detail kontribusi program terhadap masing-masing tujuan tersebut:

1. SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Program ini berfokus pada pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

  • Peningkatan Nilai Tambah: Pengolahan jamur tiram menjadi jamur krispi memberikan rasio nilai tambah sebesar 48%, yang termasuk dalam kategori sangat tinggi.
  • Penciptaan Lapangan Kerja Lokal: Transformasi dari penjualan jamur segar (seharga ±Rp 20.000/kg) menjadi produk olahan bermerek (setara ±Rp 200.000/kg) menciptakan peluang pendapatan yang lebih layak bagi petani lokal dan UMKM.

2. SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan

Aspek utama dari program ini adalah pemberdayaan masyarakat inklusif, yang memastikan kelompok rentan memiliki kesempatan ekonomi yang sama.

  • Fokus pada Kelompok Disabilitas: Mitra utama kegiatan ini adalah Kelompok Disabilitas Kelurahan (KDK) IKHLAS, di mana mereka dilatih untuk mengelola unit usaha produksi jamur krispi secara mandiri dan profesional.
  • Integrasi Sosial: Pemberdayaan ini bertujuan meningkatkan partisipasi sosial dan ekonomi penyandang disabilitas di Jatisarono, sehingga mengurangi kesenjangan ekonomi di tingkat desa.

3. SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab

Program ini mengusung prinsip pertanian berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya yang efisien melalui teknologi tepat guna.

  • Pengurangan Pemborosan Pangan (Food Waste): Melalui teknik preservasi dan pengolahan, masa simpan jamur tiram yang semula hanya 1–3 hari dapat diperpanjang menjadi 1 tahun dalam bentuk produk krispi, sehingga mengurangi risiko produk terbuang karena busuk.

Penulis : Satria Bhirawa Anoraga, Ph.D

Dosen, Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, Universitas Gadjah Mada

Penerima Beasiswa UPM–SEARCA

Lulusan D4 Pengembangan Produk Agroindustri UGM Siap Bersaing di Dunia Kerja

Informasi TerkiniPengumuman Akademik Tuesday, 4 August 2026

Hasil Tracer Study menunjukkan bahwa lulusan Program Studi D4 Pengembangan Produk Agroindustri angkatan 2020 – 2021 memiliki daya saing yang baik di dunia kerja. Sebagian besar lulusan bekerja pada perusahaan atau instansi berskala nasional maupun multinasional, yang mencerminkan tingginya kepercayaan dunia kerja terhadap kompetensi lulusan.

Gambar Visualisasi Hasil Tracer Study Lulusan PPA Angkatan 2020 dan 2021

Sebanyak 50% lulusan bekerja pada perusahaan/instansi nasional atau badan usaha berbadan hukum, sementara 41,7% bekerja pada perusahaan multinasional/internasional. Hanya 8,3% lulusan yang bekerja pada instansi atau usaha berskala lokal. Data ini menunjukkan bahwa 91,7% lulusan telah terserap di organisasi berskala nasional hingga internasional, yang menjadi indikator kuat daya saing lulusan di pasar kerja.

Dari sisi relevansi kompetensi, hasil tracer study juga menunjukkan bahwa kompetensi yang diperoleh selama masa studi dinilai sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Sebanyak 66,7% responden menilai kompetensi yang diperoleh memiliki tingkat relevansi sedang, 25% menilai sangat besar, dan 8,3% menilai besar. Tidak terdapat responden yang menilai relevansi kompetensi pada kategori rendah maupun sangat rendah.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa kurikulum dan proses pembelajaran di Program Studi D4 Pengembangan Produk Agroindustri telah mampu membekali lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja. Tingginya proporsi lulusan yang bekerja pada organisasi berskala nasional dan internasional, serta penilaian positif terhadap relevansi kompetensi, menjadi bukti bahwa program studi terus menghasilkan lulusan yang adaptif, profesional, dan siap bersaing di berbagai sektor industri maupun pemerintahan.

Ringkasan capaian:

  • 91,7% lulusan bekerja pada organisasi berskala nasional dan internasional.
  • 50% bekerja di perusahaan/instansi nasional berbadan hukum.
  • 41,7% bekerja di perusahaan multinasional/internasional.
  • 100% lulusan menilai kompetensi yang diperoleh memiliki relevansi sedang hingga sangat besar terhadap pekerjaan.
  • Tidak ada lulusan yang menilai kompetensi yang diperoleh memiliki relevansi rendah.

Penulis : Tim Media Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri

Transparansi & Kualitas Pembelajaran: Prodi PPA SV UGM Rilis Evaluasi Kepuasan Mahasiswa Semester Gasal TA 2025/2026

Informasi TerkiniPengumuman Akademik Tuesday, 4 August 2026

Yogyakarta — Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri (PPA), Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (SV UGM) merilis hasil evaluasi kepuasan mahasiswa terhadap proses perkuliahan Semester Gasal TA 2025/2026. Evaluasi berkala yang dilakukan pada dua tahap—Pasca-Ujian Tengah Semester (UTS) dan Pasca-Ujian Akhir Semester (UAS)—ini bertujuan untuk menjaga mutu pembelajaran, efektivitas pengajaran dosen, serta kualitas fasilitas pendukung.

Partisipasi Responden

Pemantauan ini melibatkan partisipasi mahasiswa secara aktif dari seluruh tingkat angkatan (2022–2025):

  • Evaluasi Pasca-UTS: Diikuti oleh 221 mahasiswa (didominasi Angkatan 2022 sebesar 41,2% dan Angkatan 2023 sebesar 32,1%).
  • Evaluasi Pasca-UAS: Diikuti oleh 281 mahasiswa (dengan sebaran seimbang dari Angkatan 2023 [32%], 2022 [31,7%], dan 2025 [29,5%]).

Rangkuman Hasil Evaluasi Perkuliahan

Secara umum, kinerja dosen dan kepastian proses pembelajaran dinilai Sangat Baik dan Baik, terutama terkait kejelasan RPS, rencana penilaian, dan kesesuaian materi di awal semester.

Adapun beberapa poin penting serta masukan mahasiswa yang menjadi fokus perbaikan bersama meliputi:

  • Variasi Metode Pengajaran: Mahasiswa mengharapkan metode perkuliahan yang lebih interaktif (penggunaan media digital/kuiz) agar tidak monoton, serta pendampingan ekstra pada mata kuliah berbasis hitungan dan analisis.
  • Manajemen Ujian & Tugas: Perlu adanya penyesuaian alokasi waktu ujian agar seimbang dengan tingkat kesulitan soal analisis (essay/studi kasus).
  • Aksesibilitas & Keteraturan Akademik: Diharapkan konsistensi pengunggahan materi kuliah ke eLOK serta meminimalisasi perubahan jadwal kuliah secara mendadak.
  • Kesiapan Magang & Tugas Akhir: Adanya kebutuhan sosialisasi alur magang industri yang lebih awal, efisiensi alur administrasi/ujian Tugas Akhir (TA), serta dukungan fasilitas laboratorium yang memadai untuk kegiatan praktik/workshop

Tindak Lanjut Prodi

Hasil evaluasi ini disajikan sebagai bahan perbaikan internal rapat dosen dan penjaminan mutu prodi. Pengelola Prodi PPA SV UGM berkomitmen untuk terus menindaklanjuti setiap masukan demi menciptakan iklim akademik yang kondusif, transparan, dan berkualitas tinggi.

Penulis : Putri Rousan Nabila, S.T., M.T.

Pemanfaatan Produk Samping Penggilingan Padi sebagai Camilan Sehat Anak Usia Sekolah

Informasi TerkiniRiset Monday, 3 August 2026

Prodi PPA DTHV memulai kegiatan penelitian untuk pengembangan pangan inovatif yang bertujuan untuk memanfaatkan produk samping penggilingan padi sebagai camilan sehat bagi anak usia sekolah. Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mempromosikan produksi pangan yang berkelanjutan dan meningkatkan gizi di kalangan anak-anak.

Beras adalah makanan pokok di Indonesia, dan proses penggilingannya menghasilkan sejumlah besar produk samping, yaitu dedak padi yang dikenal juga sebagai bekatul. Secara tradisional, produk samping ini kurang dimanfaatkan dan sering kali digunakan sebagai pakan ternak. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa bekatul merupakan sumber vitamin B kompleks, yaitu tiamin (B1), asam nikotinat, riboflavin, dan vitamin B6. Bekatul memiliki komposisi nutrisi yag lengkap berupa protein, serat, vitamin, mineral, dan fitokimia bioaktif, sehingga menjadikannya kandidat yang sangat baik untuk dikembangkan menjadi camilan sehat.

Sumber foto: Hello Sehat, Manfaat Bekatul untuk Kesehatan.

Kegiatan pengembangan produk di PPA DTHV bertujuan untuk mengubah produk samping ini menjadi pilihan camilan yang menarik bagi anak usia sekolah. Dengan menggabungkan bekatul ke dalam resep kukis yang diperkaya dengan tepung tempe, inisiatif ini berusaha untuk meningkatkan profil nutrisi makanan tersebut. Pendekatan inovatif ini tidak hanya menangani ketahanan pangan tetapi juga mempromosikan keberlanjutan lingkungan.

Tim dosen peneliti di PPA DTHV yang diketuai oleh Dr. Ratih Hardiyanti, S.T.P., M.Eng. dengan tim dosen  Sonia Dora Febri Esa, S.T.P., M.Sc., Sang Norma Lintang Asmara, S.T., M.T., Galih Kusuma Aji, S.T.P, M.Agr, Ph.D., dan Anjar Kistia Purwaditya, S.T.P., M.Sc. dan dibantu oleh mahasiswa DIV PPA yaitu Aulya Putri Larasati, Nadhifa Alya Febriana, dan Azizah Sholawah Fatah, serta teknisi laboratorium Rini Setyowati, S.TP, telah mengembangkan prototipe camilan yang lezat dan bergizi. Penelitian ini dapat terlaksana berkat hibah Penelitian Dosen DAMAS Sekolah Vokasi 2026. Peneliti berharap bahwa kebutuhan diet anak usia sekolah dapat terpenuhi dengan cara memberikan mereka nutrisi yang penting guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak Indonesia. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya mengenalkan anak-anak pentingnya makan yang sehat.

Sumber foto: Dokumentasi Pribadi.

Untuk mempromosikan camilan baru ini, tim peneliti telah mengorganisir uji sensoris untuk mengetahui kesukaan anak sekolah terhadap produk inovasi ini.  Acara ini bertujuan untuk mengenalkan camilan yang terbuat dari produk samping penggilingan padi. Umpan balik dari anak-anak sangat positif, dengan banyak yang mengungkapkan antusiasme terhadap rasa baru dan ide menggunakan bahan pangan inovatif.

Selain menyediakan pilihan camilan sehat, inisiatif ini juga mendukung petani lokal dan penggiling padi, khususnya dengan menggandeng mitra BUM Desa Binangun Jati Unggul Jatirejo Lendah Kulon Progo, yang memiliki usaha penggilingan padi. Dengan menciptakan pasar untuk produk samping padi, proyek ini mendorong praktik pertanian yang berkelanjutan dan membantu meningkatkan mata pencaharian mereka yang terlibat dalam produksi padi. Pendekatan holistik ini sejalan dengan SDGs dengan mendorong pertumbuhan ekonomi sambil mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan.


Sebagai kesimpulan, pemanfaatan produk samping penggilingan padi sebagai camilan sehat bagi anak usia sekolah merupakan langkah signifikan menuju pencapaian SDGs terkait ketahanan pangan dan gizi. Melalui pengembangan pangan inovatif, keterlibatan komunitas, dan praktik berkelanjutan, PPA DTHV membuka jalan untuk masa depan yang lebih sehat bagi anak-anak dan sistem pangan yang lebih berkelanjutan.

Penulis : Dr. Ir. Ratih Hardiyanti, S.T.P., M.Eng.

Editor : Putri Rousan Nabila, S.T., M.T.

Perkuat Legalitas dan Pemasaran Digital, Tim PkM PPA SV UGM Dampingi UMKM Pasta Bawang Merah Demangrejo

Uncategorized Friday, 31 July 2026

Sosialisasi SPP-IRT dan e-commerce diarahkan untuk meningkatkan keamanan pangan, kepercayaan konsumen, serta daya saing produk lokal.

Gambar 1. Tim PkM Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri SV UGM bersama peserta kegiatan di Gedung Field Research Center, Kulon Progo, Senin (20/7/2026).

YOGYAKARTA – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri (PPA), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, menyelenggarakan sosialisasi Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) dan e-commerce di Gedung Field Research Center (FRC), Kulon Progo, Senin, 20 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh anggota Kelompok Desa Prima yang terdiri atas Kelompok Wanita Tani serta Karang Taruna Sinar Mutiara, Kalurahan Demangrejo.

Gambar 2. Pembukaan di Ballrom Gedung Field Research Center, Kulon Progo Dipimpin oleh Dr. Ir. Wildan Fajar Bachtiar, S.T., M.S.

Kegiatan yang dipimpin oleh Dr. Ir. Wildan Fajar Bachtiar, S.T., M.S. tersebut bertujuan memperkuat pemahaman pelaku usaha mengenai legalitas dan keamanan pangan, sekaligus meningkatkan kapasitas pemasaran digital produk pasta bawang merah. Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya mendorong produk lokal agar lebih dipercaya konsumen, memiliki akses pasar yang lebih luas, dan mampu bersaing secara berkelanjutan.

Perkembangan perdagangan berbasis digital membuka peluang besar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menjangkau konsumen secara lebih luas. Namun, peluang tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh Kelompok Desa Prima karena keterbatasan literasi pemasaran digital. Di sisi lain, produk pasta bawang merah yang dikembangkan kelompok juga masih memerlukan pemenuhan aspek legalitas sebagai salah satu dasar penguatan mutu dan kepercayaan pasar.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, peserta dibagi ke dalam dua kelas. Anggota Kelompok Wanita Tani mengikuti sosialisasi SPP-IRT, sedangkan anggota Karang Taruna Sinar Mutiara mengikuti pelatihan e-commerce sebagai calon pengelola pemasaran produk secara digital.

Pada kelas SPP-IRT, Dr.Agr.Sc. Ir. Sri Wijanarti, S.T.P., M.Sc. menjelaskan pentingnya legalitas pangan bagi UMKM, persyaratan administrasi pengajuan SPP-IRT, serta penerapan sanitasi dan keamanan pangan sesuai Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPOB-IRT). Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai tahapan perizinan dan melakukan simulasi pengisian formulir pendaftaran melalui sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA).

Sementara itu, pada kelas e-commerce, Anjar Kistia Purwaditya, S.T.P., M.Sc. memberikan materi mengenai pemanfaatan platform digital, strategi dasar pemasaran daring, dan pentingnya digitalisasi bagi pengembangan UMKM. Peserta juga diperkenalkan pada aplikasi pembuatan konten, termasuk Canva, untuk mendukung penyusunan materi promosi yang menarik, informatif, dan profesional.

Untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, tim pelaksana memberikan pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah kegiatan. Evaluasi tersebut digunakan untuk melihat efektivitas pembelajaran sekaligus menjadi dasar bagi pendampingan lanjutan.

Melalui kegiatan ini, Kelompok Desa Prima diharapkan mampu memahami alur pengurusan SPP-IRT dan menyiapkan dokumen persyaratan sebagai langkah awal legalisasi produk. Pada saat yang sama, anggota Karang Taruna diharapkan mampu mengelola akun media sosial, menyusun konten promosi, dan mengembangkan pemasaran digital secara mandiri.

Program ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan kapasitas usaha, legalitas produk, keamanan pangan, penerapan CPPOB-IRT, dan perluasan akses pasar bagi UMKM. Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap SDG 5 tentang Kesetaraan Gender melalui peningkatan kapasitas dan partisipasi ekonomi anggota Kelompok Wanita Tani, serta SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi digital dan platform e-commerce untuk mendukung inovasi pemasaran industri pangan skala kecil. Tim PkM PPA SV UGM berharap kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi menjadi awal dari proses pendampingan yang berkelanjutan hingga produk pasta bawang merah Demangrejo memperoleh legalitas, memiliki identitas pemasaran yang kuat, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Recent Posts

  • JATISARONO BERDAYA: Mendorong Ekonomi Inklusif Melalui Teknologi Tepat Guna dan Branding Berbasis AI Berkelanjutan
  • Lulusan D4 Pengembangan Produk Agroindustri UGM Siap Bersaing di Dunia Kerja
  • Transparansi & Kualitas Pembelajaran: Prodi PPA SV UGM Rilis Evaluasi Kepuasan Mahasiswa Semester Gasal TA 2025/2026
  • Pemanfaatan Produk Samping Penggilingan Padi sebagai Camilan Sehat Anak Usia Sekolah
  • Perkuat Legalitas dan Pemasaran Digital, Tim PkM PPA SV UGM Dampingi UMKM Pasta Bawang Merah Demangrejo

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!
  2. SITI ZULAIKHA on Pengembangan Produk Agroindustri
  3. Anung Solo on Kurikulum
  4. Wisnu Hari Murti on Kurikulum
  5. esklapasawit on Peneriman Mahasiswa
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Sarjana Terapan
Pengembangan Produk Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
Jl. Yacaranda, Sekip Unit II
Yogyakarta, Indonesia 55281
Email: agroindustri-sv@ugm.ac.id
Telp.: (0274) 556771

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY