YOGYAKARTA – Tim pengabdian masyarakat perwakilan dari Prodi Pengembangan Produk Agroindustri, Universitas Gadjah Mada turut berpartisipasi dalam Seminar Nasional Diseminasi Pengabdian Masyarakat (SMONAGENES 2026) yang diselenggarakan pada Sabtu (3/10).
Dalam forum ilmiah nasional tersebut, tim yang diketuai oleh Sang Norma Lintang Asmara, S.T., M.T. memaparkan hasil pendampingan pemberdayaan masyarakat bertajuk “Pendampingan Penerapan Standar Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) dan Inovasi Kemasan Bagi POKLAHSAR Srikandi Mandiri, Kulon Progo”.
Kegiatan pengabdian ini menyasar kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan yang beranggotakan ibu rumah tangga di Desa Pengasih, Kabupaten Kulon Progo. Program ini berfokus pada penguatan kapasitas tata kelola usaha, peningkatan higienitas fasilitas produksi, serta penerapan inovasi teknologi pengemasan guna mendukung daya saing produk lokal.
Ketua Tim Pengabdian, menyampaikan bahwa pendampingan dilakukan melalui pendekatan partisipatif. “Kami berfokus pada tiga pilar utama, yaitu edukasi teknologi pengemasan, penataan alur kerja ruang produksi sesuai prinsip sanitasi, serta pendampingan penyusunan dokumen kelayakan mutu,” ujarnya.
Melalui pendampingan ini, kelompok mitra berhasil merancang perbaikan alur produksi dan menyiapkan dokumen standar yang diperlukan dalam prosedur pengajuan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) ke dinas terkait. Selain memberikan dampak pada kelompok mitra, model pendampingan ini juga dirancang agar memiliki potensi replikasi untuk kelompok usaha sejenis di wilayah lain.
Diseminasi pada SMONAGENES 2026 ini diharapkan dapat menjadi sarana berbagi pengalaman dan model pendekatan pengabdian berbasis akademis dalam mendukung penguatan UMKM perikanan daerah.
