Universitas Gadjah Mada Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang
    • Sarjana Terapan Pengembangan Produk Agroindustri
    • Profil Lulusan
    • Prestasi Mahasiswa
    • Dosen
    • Teknisi Laboratorium
  • Pendidikan
    • Kurikulum
  • Riset
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Kemahasiswaan
  • Berita
  • Unduh
  • FAQ
  • Beranda
  • UGM Researchers
  • UGM Researchers
  • page. 2
Arsip:

UGM Researchers

Pengabdian Masyarakat sebagai Pemberdayaan Petani Salak untuk Mewujudkan SDG’s Tanpa Kemiskinan di Turi, Sleman, DI Yogyakarta

Uncategorized Tuesday, 28 October 2025

Kecamatan Turi, Sleman, dikenal sebagai sentra penghasil salak pondoh di Yogyakarta. Melimpahnya hasil panen sering kali belum diiringi dengan penyerapan pasar yang optimal, sehingga sebagian hasil berisiko menjadi limbah pangan. Kondisi ini mendorong tim dosen Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada yang diketuai oleh Dr. Wildan Fajar Bachtiar, S.T., M.S. melaksanakan program pengabdian masyarakat untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas salak. Pengabdian tersebut diwujudkan melalui penelitian terkait analisis kelayakan produksi keripik buah salak. Berbasis teknologi vacuum frying.

Penelitian ini meliputi kegiatan analisis pasar, aspek teknis produksi, aspek manajemen serta kelayakan finansial untuk menilai potensi usaha keripik salak berbasis teknologi vacuum frying. Proses pengolahan keripik buah salak meliputi pengupasan, pemotongan, pembekuan, penggorengan, penirisan minyak, dan pengemasan. Penggorengan dilakukan pada tekanan -68 cmHg selama 90 menit. Metode ini efektif dalam menghasilkan keripik yang renyah, tidak berminyak, dan mampu mempertahankan cita rasa alami serta kandungan gizi buah salak.

Sumber: Dokumentasi Peneliti
Gambar 1. Hasil Penggorengan Salak Vacuum Frying

Sumber: Dokumentasi Peneliti
Gambar 2. Keripik Salak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha keripik salak dinilai layak dijalankan dari berbagai aspek. Analisis pasar menunjukkan peluang yang menjanjikan karena tren konsumsi camilan rendah kalori dan sehat terus meningkat, serta potensi ekspor yang terbuka ke negara seperti Hongkong, Korea, Amerika Serikat dan kawasan Eropa. Keripik salak juga dapat dikembangkan dengan berbagai varian rasa seperti original, manis pedas, balado, dan keju yang disukai oleh konsumen dari berbagai kalangan.Secara teknis, kegiatan produksi dapat dilakukan di ruang seluas 24 meter persegi dengan peralatan yang relatif sederhana.

Sumber: Dokumentasi Peneliti
Gambar 3. Persiapan Penggunaan Mesin Vacuum Frying

Aspek manajemen menunjukkan bahwa produksi dapat dikelola oleh tim kecil dengan penjadwalan produksi yang fleksibel untuk mendukung efisiensi operasional dan keberlanjutan bisnis. Dari sisi finansial, analisis menggunakan metode Net Present Value (NPV) menunjukkan nilai positif, Internal Rate of Return (IRR) melebihi tingkat bunga pinjaman, Profitability Index (PI) lebih dari satu, dan Payback Period (PP) menunjukkan waktu pengembalian modal yang cepat. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha keripik salak berpotensi memberikan keuntungan yang menjanjikan dan mendukung keberlanjutan usaha di masa depan.

Program ini bertujuan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 1 yaitu Tanpa Kemiskinan, dengan membantu masyarakat tani di Turi, Sleman agar mampu mengembangkan usaha olahan salak bernilai tambah. Melalui pendekatan partisipatif, tim dosen dan mahasiswa memberikan pemahaman baru mulai dari analisis pasar, teknik produksi higienis, manajemen usaha kecil, hingga pengelolaan keuangan sederhana. Dengan adanya pengolahan hasil pertanian lokal menjadi produk bernilai tambah, kegiatan ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mengurangi potensi food loss di tingkat petani. Sebagai tindak lanjut, tim penelitian merekomendasikan peningkatan promosi digital, penerapan strategi pemasaran yang adaptif terhadap pasar global, serta pengembangan kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan yang terus meningkat. Inovasi ini diharapkan mampu memperkuat daya saing agroindustri berbasis komoditas lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di daerah Sleman, khususnya Kecamatan Turi.

 

Peneliti Ungkap Kualitas Biji Kakao Indonesia: Biji Gunung Kidul Unggul, Wilayah Lain Perlu Perbaikan

Informasi TerkiniRiset Friday, 22 November 2024

Yogyakarta, 22 November 2024 – Indonesia, sebagai salah satu pemain utama dalam industri kakao dunia, memiliki potensi besar untuk menghasilkan cokelat berkualitas tinggi. Namun, kualitas biji kakao yang bervariasi di berbagai daerah menjadi tantangan tersendiri.

Dalam sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim dosen dari Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, terungkap bahwa proses pascapanen, terutama fermentasi dan pengeringan, sangat krusial dalam menentukan kualitas biji kakao. Penelitian ini melibatkan analisis terhadap sampel biji kakao dari empat daerah di Indonesia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah Gunung Kidul memiliki tingkat fermentasi biji kakao terbaik dibandingkan dengan daerah lainnya. Fermentasi yang optimal sangat penting karena dapat mengubah rasa pahit alami kakao menjadi senyawa aroma yang lebih disukai konsumen. Sayangnya, hasil dari daerah Papua menunjukkan tingkat fermentasi yang masih rendah, bahkan ditemukan sejumlah biji kakao yang berjamur.

Selain tingkat fermentasi, kadar air pada biji kakao juga menjadi perhatian. Penelitian ini menemukan bahwa rata-rata kadar air biji kakao dari semua daerah yang diteliti masih di atas ambang batas yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI). Kadar air yang tinggi dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri, sehingga menurunkan kualitas biji kakao. “Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak potensi yang dapat digali untuk meningkatkan kualitas biji kakao Indonesia,” ujar Putri Rousan Nabila, S.T., M.T., selaku ketua penelitian ini. “Dengan memperbaiki proses fermentasi dan pengeringan, serta meningkatkan kesadaran petani akan pentingnya kualitas, kita dapat meningkatkan daya saing biji kakao Indonesia di pasar internasional.”

Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas biji kakao Indonesia, tetapi juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 12, yaitu produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab. Dengan menghasilkan produk pertanian yang berkualitas, Indonesia dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan mengurangi pemborosan.

Rekomendasi

Berdasarkan hasil penelitian, tim peneliti merekomendasikan beberapa hal, antara lain:

  • Peningkatan kualitas proses fermentasi: Petani perlu diberikan pelatihan dan pendampingan untuk melakukan proses fermentasi yang benar.
  • Peningkatan fasilitas pengeringan: Fasilitas pengeringan yang memadai diperlukan untuk menurunkan kadar air biji kakao secara efektif.
  • Standarisasi kualitas: Perlu adanya standarisasi kualitas biji kakao sesuai SNI 01-232-2008 yang lebih ketat untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar internasional.

Dengan upaya bersama, diharapkan kualitas biji kakao Indonesia dapat terus ditingkatkan sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi petani dan industri cokelat nasional.

Membanggakan! Dosen PPA, Dr. Wildan Fajar Bachtiar, Raih Gelar Doktor Teknik Industri dengan Publikasi Internasional: Dukung Industri Pangan Halal Berkelanjutan Sesuai Target SDGs

Informasi Terkini Friday, 1 November 2024

Dr. Wildan Fajar Bachtiar, S.T., M.S., dosen Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri di Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), telah menyelesaikan pendidikan doktoralnya di bidang Teknik Industri dan diwisuda pada tanggal 24 Oktober 2024. Bukan hanya berhasil lulus doktor, penelitian disertasi beliau juga berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya di bidang industri pangan halal. Melalui disertasinya, Dr. Wildan mengusulkan kerangka kerja keberlanjutan yang mendukung industri pengolahan daging halal, sejalan dengan komitmen SDGs terhadap produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab (SDG 12) serta peningkatan ekonomi berkelanjutan (SDG 8). 

 

Tidak hanya berhasil mempertahankan disertasinya, Dr. Wildan juga menerbitkan hasil penelitiannya dalam Journal of Islamic Marketing yang terindeks Scopus Q2. Dalam artikelnya, “Halal Food Sustainable Traceability Framework for the Meat Processing Industry,” Dr. Wildan menyoroti pentingnya sistem pelacakan terpadu untuk menjamin kehalalan produk sambil mengoptimalkan rantai pasok yang ramah lingkungan. Di tengah tren global yang mendorong produk halal berkelanjutan, sistem ini memberikan panduan praktis bagi industri untuk menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen secara jangka panjang.  

Kehadiran Dr. Wildan sebagai doktor di Sekolah Vokasi UGM menjadi kebanggaan bagi institusi dan diharapkan mampu memberi inspirasi dan dorongan kepada mahasiswa serta rekan-rekan sejawat untuk terus mengembangkan penelitian yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya dalam mendukung perkembangan agroindustri dan sistem pangan yang lebih baik di masa depan. Sekali lagi, seluruh rekan kerja dan mahasiswa PPA mengucapkan selamat dan bangga kepada Dr. Wildan Fajar Bachtiar, S.T., M.S. 

12

Recent Posts

  • Lulusan Pengembangan Produk Agroindustri UGM Angkatan 2020 Raih Penilaian Sangat Positif dari Industri
  • Dosen PPA UGM Dampingi Petani Kaliangkrik Mengolah Sayuran dengan Cabinet Dryer
  • UGM Perkuat Manajemen Usaha KWT Guyub Rukun Purwobinangun melalui Pendampingan Berkelanjutan
  • Tingkatkan Pemahaman Petani Bugel dengan Pemahaman Karakteristik dan Penanganan Pascapanen Melon Premium
  • Penguatan rantai pasok dari hulu hingga hilir menjadi salah satu kunci meningkatkan nilai tambah produk pertanian, efisiensi agroindustri, transparansi produk, serta keberlanjutan ekonomi bagi seluruh pelaku rantai pasok.

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!
  2. SITI ZULAIKHA on Pengembangan Produk Agroindustri
  3. Anung Solo on Kurikulum
  4. Wisnu Hari Murti on Kurikulum
  5. esklapasawit on Peneriman Mahasiswa
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Sarjana Terapan
Pengembangan Produk Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
Jl. Yacaranda, Sekip Unit II
Yogyakarta, Indonesia 55281
Email: agroindustri-sv@ugm.ac.id
Telp.: (0274) 556771

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY