Universitas Gadjah Mada Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang
    • Sarjana Terapan Pengembangan Produk Agroindustri
    • Profil Lulusan
    • Prestasi Mahasiswa
    • Dosen
    • Teknisi Laboratorium
  • Pendidikan
    • Kurikulum
  • Riset
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Kemahasiswaan
  • Berita
  • Unduh
  • FAQ
  • Beranda
  • Informasi Terkini
  • Buah Mengkudu, Potensi yang Hampir Terlupakan

Buah Mengkudu, Potensi yang Hampir Terlupakan

  • Informasi Terkini, Riset
  • 31 August 2026, 08.38
  • Oleh: chusnulianovabintangpuspi
  • 0
Sumber foto : Tribratanews Polri, 2024.

Dalam beberapa tahun terakhir, munculnya berbagai penyakit degeneratif telah menyadarkan konsumen akan pentingnya asupan nutrisi yang seimbang bagi tubuh. Pangan tidak hanya harus enak, tetapi juga harus mengandung nutrisi penting yang memberikan manfaat kesehatan. Di Indonesia, buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) telah dikenal dalam beberapa penelitian karena manfaat kesehatannya. Buah mengkudu telah populer sebagai suplemen makanan, bahan pangan fungsional, atau suplemen kesehatan alami karena mengandung senyawa aktif yang memiliki efek antioksidan, antikanker, antimikroba (antibakteri, antijamur), antivirus, antitumor, anthelminthic, analgesik, hipotensif, antiinflamasi, dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Meskipun memiliki banyak dampak positif bagi kesehatan, karakteristik fisiologis buah mengkudu, seperti baunya yang khas, bijinya yang banyak dan keras, serta rasanya yang bagi kebanyakan orang tidak enak, membuat konsumen enggan mengonsumsinya secara langsung. Oleh karena itu, teknologi pengolahan yang bertujuan untuk mengekstrak senyawa bioaktif yang terkandung dalam buah mengkudu merupakan metode yang tepat untuk memperoleh manfaatnya. Salah satu metode ekstraksi melibatkan pengambilan polifenol dari buah, yang dapat dimanfaatkan secara efektif.

Kemudahan dalam mengonsumsi produk menjadi faktor penting dalam kegiatan pengembangan produk. Ekstrak buah mengkudu yang mengandung berbagai senyawa aktif perlu dilindungi, salah satunya dapat dicapai melalui teknologi mikroenkapsulasi. Tujuan mikroenkapsulasi di bidang pangan adalah untuk melindungi zat aktif dari kelembaban, oksidasi, panas, cahaya, radiasi ultraviolet, atau kondisi ekstrim lainnya selama pemrosesan dan penyimpanan. Selain itu, mikroenkapsulasi merupakan upaya untuk memperpanjang umur simpan, menutupi atribut pangan yang tidak diinginkan, serta memenuhi permintaan konsumen terhadap kualitas dan fungsionalitas organoleptik.

Bahan dinding yang digunakan untuk melindungi bahan inti dapat berasal dari golongan polisakarida dan protein. Bahan dinding ini dapat membentuk lapisan tipis untuk melindungi bahan inti. Penelitian mengenai ekstraksi dan enkapsulasi bahan aktif dari buah mengkudu telah dilakukan oleh Dr. Ratih Hardiyanti, dosen Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri di Sekolah Vokasi UGM, sebagai bagian dari studi doktoralnya di Teknik Kimia UGM. Penelitian ini diharapkan dapat memperkuat bidang Pengembangan Produk Pangan Fungsional di Prodi PPA SV UGM, mendukung tridharma perguruan tinggi.

Sumber foto: Dokumen Pribadi.

Temuan dari penelitian Dr. Ratih dapat membuka jalan bagi pengembangan produk inovatif yang tidak hanya menyoroti manfaat nutrisi dari buah mengkudu tetapi juga memenuhi preferensi konsumen. Dengan memanfaatkan teknik pengolahan yang tepat, buah mengkudu dapat diubah menjadi bentuk yang lebih enak dan mudah diakses, mendorong konsumsi dan penerimaan yang lebih luas di kalangan masyarakat.

Lebih jauh lagi, potensi buah mengkudu sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam mempromosikan produksi pangan yang berkelanjutan dan memastikan kehidupan yang sehat. Dengan memanfaatkan bahan bioaktif buah mengkudu, kita dapat berkontribusi pada gerakan global menuju sistem pangan yang lebih sehat dan peningkatan kesehatan masyarakat.

Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pangan fungsional, peran bahan lokal seperti buah mengkudu menjadi semakin signifikan. Penting bagi peneliti, teknolog pangan, dan pengusaha untuk berkolaborasi dalam mengembangkan produk inovatif yang tidak hanya memenuhi permintaan pasar tetapi juga mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan.

Sebagai kesimpulan, buah mengkudu mewakili potensi yang hampir terlupakan yang, dengan teknologi pengolahan yang tepat dan edukasi konsumen, dapat menjadi aset berharga dalam pencarian opsi pangan yang lebih sehat. Upaya penelitian dan pengembangan yang sedang berlangsung di UGM adalah bukti komitmen untuk memajukan produksi pangan dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

Penulis : Dr. Ratih Hardiyanti

Lokasi : THV SV UGM

Waktu : Agustus 2026

Tags: PPA UGM SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera Sekolah Vokasi UGM UGM Researchers Vokasi UGM

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Recent Posts

  • Buah Mengkudu, Potensi yang Hampir Terlupakan
  • Mengurangi Dampak Lingkungan melalui Green Productivity pada Produksi Kopi Lokal
  • JATISARONO BERDAYA: Mendorong Ekonomi Inklusif Melalui Teknologi Tepat Guna dan Branding Berbasis AI Berkelanjutan
  • Lulusan D4 Pengembangan Produk Agroindustri UGM Siap Bersaing di Dunia Kerja
  • Transparansi & Kualitas Pembelajaran: Prodi PPA SV UGM Rilis Evaluasi Kepuasan Mahasiswa Semester Gasal TA 2025/2026

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!
  2. SITI ZULAIKHA on Pengembangan Produk Agroindustri
  3. Anung Solo on Kurikulum
  4. Wisnu Hari Murti on Kurikulum
  5. esklapasawit on Peneriman Mahasiswa
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Sarjana Terapan
Pengembangan Produk Agroindustri
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
Jl. Yacaranda, Sekip Unit II
Yogyakarta, Indonesia 55281
Email: agroindustri-sv@ugm.ac.id
Telp.: (0274) 556771

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY