
Pada 1 Juni 2026, program studi Pengembangan Produk Agroindustri (PPA) UGM menyelenggarakan kuliah tamu bagi mahasiswa angkatan 2024 pada mata kuliah Pengelolaan Rantai Pasok yang diampu oleh Nadia ABM, S.T.P., M.FoodScTech. Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Sakun Boon-itt dari Thammasat Business School sebagai narasumber dengan topik ‘Supply Chain Management Under Disruption’. Melalui kuliah tamu, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai tantangan pengelolaan rantai pasok di tengah berbagai disrupsi global, mulai dari perubahan pasar dan perkembangan teknologi hingga tuntutan keberlanjutan. Kuliah tamu ini menjadi bagian dari upaya program studi untuk memperkaya perspektif mahasiswa melalui pembelajaran internasional.

Dalam pemaparannya, Prof. Sakun menjelaskan pentingnya membangun rantai pasok yang tangguh (resilient), adaptif, dan berkelanjutan. Materi yang disampaikan mencakup strategi kolaborasi rantai pasok, inovasi model bisnis, serta kemampuan perusahaan dalam merespons perubahan lingkungan bisnis yang dinamis. Mahasiswa juga diperkenalkan pada berbagai praktik pengelolaan rantai pasok berkelanjutan yang telah diterapkan oleh perusahaan di berbagai negara. Contoh-contoh tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana perusahaan dapat mempertahankan kinerja operasional di tengah ketidakpastian.

Topik yang dibahas mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa. Selama sesi diskusi, mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan kritis mengenai peluang dan tantangan penerapan konsep supply chain resilience dan sustainability di Indonesia, khususnya pada sektor pangan dan agroindustri. Diskusi tersebut menunjukkan ketertarikan mahasiswa untuk memahami bagaimana teori dan praktik yang dipaparkan dapat diadaptasi sesuai dengan kondisi industri nasional. Interaksi yang berlangsung juga memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap isu-isu rantai pasok yang relevan dengan dunia kerja.
Penyelenggaraan kegiatan ini sejalan dengan tema SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran bersama akademisi internasional, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan pemahaman mengenai inovasi rantai pasok, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengenalan praktik pengelolaan rantai pasok yang berkelanjutan.